Why Must There Be Love ?

Why Must There Be Love ?
Kasih Sayang


__ADS_3

Malam dengan suasana yang tenang,ditemani oleh suara jangkrik yang terdengar silih berganti,meramaikan malam yang selalu sunyi.



Sore tadi hujan turun sangat deras,sehingga pada malamnya menyisakan genangan-genangan air di berbagai lubang,selain tenang malam ini juga terasa dingin,disebabkan oleh hawa hujan tadi sore yang belum menghilang,tak lama setelah suara jangkrik yang terdengar silih berganti,kini suara-suara katak lah yang terdengar.Dengan suara lucu yang mereka hasilkan,ditambah suara-suara jangkrik tadi membuat siapapun yang mendengar nya akan merasa nyaman sekali pada malam ini.



Namun tidak bagi Zara,keadaan gadis berusia 17 tahun itu berbanding terbalik dengan orang-orang lain pada umumnya,ia kelihatan tengah melamun dan mengkhayal tentang kasih sayang kedua orang tua.Kakinya ia gerak-gerakkan di dalam kolam renang,membuat air yang tadinya tenang kini mulai bergerak bergelombang tak tentu arah,cuaca dingin akibat hujan sore tadi tak membuat tubuh Zara kedinginan dan memilih untuk masuk ke dalam rumah mewahnya saja,ia terlihat biasa saja seakan menikmati sunyi dan dinginnya malam ini.


.


Setelah makan malam tadi,ia langsung beranjak dari dapur menuju ke tempat favorit nya—kolam renang,duduk disana dengan hanya ditemani oleh secangkir teh yang membuatnya merasa nyaman.


Hampir setiap malam ia melakukan kegiatan favorit nya tersebut—duduk di tepi kolam renang dengan ditemani oleh secangkir teh dan memulai khayalan-khayalannya tentang kehidupan yang indah.Mungkin orang-orang di sekitarnya iri dan merasa bahwa kehidupan Zara sangatlah sempurna,dengan wajah cantik dan kekayaan yang luar biasa membuatnya banyak disegani oleh orang-orang di sekitarnya.


Tetapi apa yang disangkakan oleh mereka adalah salah menurut Zara,ia merasa kehidupannya sangatlah hampa,bahkan ia kadang iri dan merasa kehidupan orang lain lah yang sempurna,walau tak bergelimang harta,kasih sayang saja sudah cukup baginya.


Zara adalah anak perempuan tunggal dari sepasang suami istri pengusaha,pekerjaan orang tua yang sangat didambakan oleh anak-anak lain pada umumnya.Tetapi,orang tuanya berbeda. Mereka memiliki perusahaan masing-masing dengan cabang yang menyebar di seluruh kota, kesibukan melanda mereka bahkan sejak sebelum menikah,saat gadis mereka lahir dan sampai saat ini,ketika sang gadis sudah menginjak usia remaja kesibukan masih saja melanda mereka,bahkan semakin terus bertambah.



Kesibukan kedua orang tuanya menghalangi kasih sayang yang ada,kasih sayang yang seharusnya dapat disalurkan dan dirasakan oleh anak mereka semata wayang,Jessica Azzara.


__ADS_1


Dari kecil sampai remaja saat ini,Zara tidak pernah merasakan kasih sayang yang hakiki dari kedua orang tuanya,berbeda dengan Bryan yang masih sempat merasakannya walaupun hanya selama 2 tahun.



Kedua orang tua Zara berpikir,bahwa dengan harta yang mereka hasilkan dari perusahaan sudah cukup sebagai gambaran kasih sayang mereka kepada Zara,cukup dengan harta saja sudah membuat hidupnya Zara menjadi bahagia


Namun kenyataannya,mereka salah besar.


Zara tidak pernah membutuhkan harta orang tuanya,ia tak pernah terlalu bergantung dengan harta yang ia miliki,yang ia butuhkan dari kecil sampai saat ini adalah kasih sayang.Kasih sayang yang tulus dan hakiki dari kedua orang tua kandungnya,bukan hanya kasih sayang dari Bi Siti saja,pengasuhnya.



Sama seperti Bryan,ia juga menganggap Bi Siti adalah orang tua pengganti baginya.Bi Siti sangat perhatian kepadanya bahkan ketika umurnya sudah menginjak masa remaja,kasih sayang yang ia berikan mampu mengobati sedikit rasa luka di hati Zara.Sama seperti Bi Asih,terlepas dari kewajibannya ia ikhlas dan tulus menyayangi Zara.



Namun seperti malam-malam yang lalu,itu semua hanyalah angan dan mimpi saja , ia tetap tak akan bisa merasakan kebahagiaan yang hakiki dari kedua orang tuanya.


"Non Zara...Udah malam non,dingin.Masuk yuk,bibi temenin" ,ucap Bi Siti dari pintu kaca pembatas,raut wajah sedihnya sangat menggambarkan perasaannya saat ini,merasakan kesedihan yang dialami oleh anak majikannya tersebut.


"Hmmm...Iya bi" ,ucapnya patuh,Zara langsung beranjak dari posisinya sekarang sambil membawa gelas kosong yang telah ia minum isinya,melangkah dengan langkah kaki yang gontai,seakan tidak punya kekuatan untuk berjalan memasuki rumahnya.


"Bi,temenin Zara tidur yaa" ,pintanya kepada Bi Siti, "iya non,bibi temenin kamu tidur" ,jawabnya tulus,seperti jawaban kepada anak kandungnya sendiri.Mereka berdua langsung melangkah menaiki anak tangga,menuju ke kamar Zara yang berada di lantai 2.


__ADS_1


Setelah memasuki kamar,Zara langsung menaiki nakas nya,meluruskan badan yang ia rasa telah lelah,lelah dengan semua yang terjadi tentang hari ini,ditemani oleh Bi Siti yang duduk di kursi belajarnya,memperhatikan dengan sayang ke arah Zara.



"Bi,temenin aku sampai tidur yaa" ,pintanya lagi kepada pengasuhnya itu, "iya non,pasti bibi temenin sampai kamu tertidur pulas" ,jawabnya sambil mengelus lembut rambut hitam Zara.



Zara menutup kelopak matanya perlahan,berusaha memulai tidur nyenyaknya kembali,bersiap untuk menghadapi dan menjalani kehidupan di hari esok.



Tak lama menunggu,Zara telah tertidur pulas,membuat Bi Siti segera beranjak pergi meninggalkan Zara untuk tidur.Sebelum itu,seperti kebiasaannya yang lalu-lalu,ia memperhatikan lama dengan sayang anak majikannya tersebut,kemudian mencium keningnya lembut,tanda kasih sayang sebagai pengganti peran kedua orang tua kandungnya.



Ya benar,kehidupan Zara begitu saja dari ia kecil sampai saat ini.Tanpa kasih sayang yang tulus dan hakiki dari kedua orang tuanya,bangun tidur disaat keduanya telah berangkat kerja,dan sudah tertidur sebelum keduanya kembali.Begitu juga jikalau berjumpa secara tidak sengaja,tanpa ada percakapan sedikit pun bak orang yang tidak saling kenal.



Bi Siti menuruni anak tangga satu per satu,melangkah menuju ke dapur untuk merapikannya sebentar sebelum ia beranjak ke kamarnya untuk tidur,ia merapikan dapur bersamaan waktunya dengan kepulangan kedua orang tuanya Zara yang pulangnya hanya berselisih 5 menit saja,suara pintu berderit terbuka dan ditutup kembali kemudian langsung dikunci oleh pak Darman,satpam utama rumah setelah kedua majikannya sampai di rumah.



Beni dan Rina,ayah dan bundanya Zara langsung melangkah menuju ke kamarnya yang terletak di pojok rumah,bi Siti yang melihat hal tersebut pun hanya bisa menghela nafasnya yang terasa berat,ia membayangi nasib hidup Zara yang tidak pernah mendapatkan kasih sayang dari kedua orang tuanya secara lengkap.

__ADS_1


Dengan begitu santai nya ayah dan bunda Zara melenggang masuk ke dalam kamar mereka,tanpa sedikit pun berniat untuk naik ke lantai 2 mendatangi kamar anaknya,hanya untuk sekedar mencium pipi Zara atau hanya melihatnya saja,bahkan untuk menanyakan kabar anak mereka saja kepada pembantunya pun tidak mereka lakukan,mereka berdua tampak seperti orang tua yang tak berperasaan sedikit pun,orang tua yang merasa bahwa hidup itu untuk mengurus kehidupan pribadi mereka saja,tanpa perlu mengurus kehidupan orang lain juga,bak orang tua yang merasa tidak memiliki anak sama sekali.


__ADS_2