
Hujan deras masih mengguyur kota Jakarta,yang membuat kota terasa sepi karena sedikitnya kendaraan yang melintas,cuaca yang mendung ditambah dengan petir yang menggelegar makin membuat Jakarta seperti kota mati.
Uap panas dari kopi milik Bryan mengepul mengenai wajahnya,namun hal itu tidak membuat Bryan terganggu dari khayalannya,Bryan memandang kosong jauh ke depan,memandangi tetes demi tetes air hujan yang mengguyur membasahi tanah,tampak kerutan tipis di dahi Bryan yang menandakan bahwa saat ini ia tengah memikirkan sesuatu,memikirkan sesuatu yang membuat hatinya menjadi bingung,khayalan yang ditemani oleh secangkir kopi dan cuaca yang dingin.
Pikiran Bryan sedang kacau,memikirkan satu nama perempuan yang sukses membuat hatinya bingung untuk memilih.Terlihat Bryan memijat dahinya pelan,mungkin saja pikirannya itu membuat kepalanya menjadi sedikit sakit.
Kalimat Zara tadi sore masing terngiang-ngiang dengan sangat jelas di kepala Bryan,bagaimana tidak ? Kalimat pengakuan Zara tadi sore yang mana ia mengutarakannya dengan sangat luwes itu mampu membuat hati milik Bryan menjadi bingung.
Bryan bingung harus mengatakan apa,ia tidak tahu bagaimana kelanjutannya,hatinya juga bimbang seperti ada dua beban pilihan yang harus dipilih diantara keduanya.Mencintai atau menjauhi.
Ya,benar.Bryan saat ini berada di antara dua pilihan,tetapi hatinya masih bimbang di antara keduanya.
Mencintai.Bryan masih tidak mengerti entah datang dari mana perasaan sukanya kepada Zara.
Menjauhi.Bryan juga masih bingung apa alasannya untuk menjauh dari Zara yang sudah tulus mengutarakan isi hatinya.
"Hufft...Kok jadi ribet gini yaa hidup gue" ,ucap Bryan pelan sambil mengacak pelan rambut lebatnya.
__ADS_1
Malam itu,malam dingin yang ditemani oleh hujan deras serta petir yang menggelegar,Bryan menyudahi khayalannya dan beranjak menuju ke king size miliknya,satu kegiatan yang saat ini sangat dibutuhkannya untuk menenangkan hati dan pikirannya adalah Istirahat.
Setelah bersih-bersih sebentar di kamar mandi,hanya berselang 5 menit saja,akhirnya Bryan sudah selesai bersih-bersihnya,langsung saja ia menaiki king size miliknya dan mulai merebahkan badannya di atas king size tersebut,rasa nyaman mulai menyelimuti dirinya kala badannya benar-benar telah berada di dalam posisi yang pas,yaitu posisi terlentang persiapan untuk tidur,waktu pun terus bergulir bersamaan dengan Bryan yang juga mulai terlelap dalam tidurnya.
*Keesokan harinya
Bryan melaju cepat dengan motor sportnya menuju ke rumah Andre,motornya melaju cepat membelah jalanan kota yang masih lengang,jaket yang dikenakan Bryan tampak berkibar-kibar disapu oleh angin yang dibelah arusnya oleh motor sport milik Bryan.
Setelah sarapan sejenak dan kemudian pamit kepada bi Asih,Bryan langsung cepat melajukan motornya menuju ke rumah Andre yang terletak agak jauh dari rumahnya,walaupun hari masih pagi buta,Bryan tetap melajukan motornya cepat,selain supaya untuk menghemat waktu,ada hal penting yang ingin disampaikannya kepada Andre.
"Eh yan,tumben pagi-pagi gini lo ke rumah gue,kenapa ha ?" ,tanya Andre langsung setelah Bryan turun dan memarkirkan motornya di halaman luas rumah Andre
"Hahaha...Iya-iya,lo duduk aja langsung,mau minum apa yan ?" ,tanyanya setelah terkekeh pelan melihat pernyataan sahabatnya itu barusan,
"Air putih aja deh ndre,haus gue capek" ,jawab Bryan setelah menghempaskan bokongnya ke salah satu kursi di teras rumah Andre,
"Yaudah entar gue ambilin" ,pamit Andre memasuki rumahnya untuk mengambil air putih.
Tak lama menunggu,akhirnya Andre datang dengan membawa secangkir air putih untuk temannya tersebut,setelah membiarkan sejenak Bryan untuk minum,Andre kembali bertanya kepadanya dengan pertanyaan yang sama, "ada apa yan ? Tumben lo pagi-pagi udah kesini" ,tampak Bryan menarik nafasnya agak panjang dan langsung menghembuskannya secara perlahan.
"Ndre,gue mau curhat sama lo" ,ucapan Bryan barusan sontak membuat mata Andre terbelalak kaget.Bagaimana tidak ? Bryan yang terkenal dengan julukannya si es batu,Bryan yang terkenal sangat cuek dengan keadaan sekitarnya,dan Bryan yang terkenal dengan sifat pendiamnya ternyata bisa juga untuk curhat.
"Udah lo gausah terkejut gitu,gue manusia juga kali bisa curhat" ,ucap Bryan sedikit kesal melihat respon sahabatnya tadi,
__ADS_1
"Hahaha....Sorry yan,emang lo mau curhat tentang apaan ?" ,tanyanya setelah memperbaiki posisi duduknya menjadi posisi yang menurutnya nyaman, "hmm...Tentang Zara ndre" ,jawabnya setengah menunduk,mungkin pikiran semalam kembali membayang-bayangi dirinya,
"Ha ? Zara ? Lo..Lo suka samanya yan ?" ,tanya Andre setengah tidak percaya dan setengah memastikan ucapan yang dilontarkan Bryan barusan,
"Gue gatau ndre,masih bingung gue" ,jawaban dari Bryan barusan langsung membuat Andre paham akar permasalahan yang ada,dia sangat mengenal sahabatnya ini luar dalam,bahkan semenjak mereka masih duduk di bangku sekolah dasar.
"Udah yan,lo cerita aja ke gue,gue pasti bantuin lo buat keluar dari kebingungan lo ini,ingat yan gue ini sahabat lo sejak lama,percaya aja lo sama gue" ,ucapnya panjang lebar menasehati dan mencoba memberikan pertolongan kepada Bryan,ia tahu apa yang membuat diri sahabatnya tersebut berada di dalam keadaan bingung.
Memang tidak mudah bagi seseorang untuk membuka kembali hatinya setelah sekian lama ia tutup rapat,apalagi untuk kejadian yang sama. Mencintai seseorang.
Pagi itu,pagi yang sangat cerah,pagi yang disinari oleh mentari dengan angin sepoi-sepoinya itu menjadi saksi bisu curahan hati seorang introvert cool kepada orang kepercayaannya,Andre sahabatnya sejak kecil.Curahan hati tentang perasaan yang ada,tentang rasa cinta yang sudah terkubur dan kembali bangkit dalam jarak waktu yang lama,dan tentang hati yang bimbang dalam menentukan pilihannya di antara dua fakta kehidupan cinta yang saling bertolak belakang,berbeda satu sama lain.
Pukul 06.55 pagi,setengah jam lagi adalah waktu les pertama sekolah akan dimulai,waktu dimana gerbang sekolah juga akan ditutup untuk mengetahui siapa yang datang terlambat,maka karena itu curhatannya Bryan terpaksa dihentikan sementara,karena jikalau dilanjutkan maka pasti mereka berdua akan terlambat masuk ke kelas.
"Andre,gimana kalau gue lanjut curhatnya di kantin sekolah ? Kayaknya kalau gue lanjut disini yang ada kita malay terlambat,males gue dihukum-hukum" ,ucap Bryan menawarkannya kepada Andre sahabatnya tersebut,ia tahu jika terlambat pasti akan kena hukuman,dan ia sangat malas jika harus menerima dan melaksanakan hukuman tersebut,oleh karena itu lah ia menawarkan lanjutan curhatnya di kantin sekolah saja,karena yang pasti mereka tidak akan masuk ke jejeran murid-murid yang terlambat.
"Oke yaudah,kita lanjut di kantin aja,gue juga belum sarapan nih,mama gue belum masak" ,ucap Andre menyetujui tawaran dari Bryan barusan,apalagi selama ia mendengarkan curhatan Bryan nanti ia bisa sekalian sarapan juga,
"Bentar ya,gue ambil tas dulu,bareng aja deh kita" ,ucap Andre izin kepada sahabatnya tersebut,tak perlu menunggu lama akhirnya Andre telah muncul kembali dengan membawa tas sekolahnya yang bisa dibilang sangat ringan.Ya benar,alibi Andre saja membawa tas ke sekolah,yang mana sebenarnya ia hanya membawa satu buah buku tulis saja untuk semua mata pelajaran setiap harinya,ia memakai tas agar kelihatan rajin dan agar tidak ketahuan guru saja,namun beberapa kali ia sudah ketahuan dan juga telah dihukum dengan berbagai hukuman yang berbeda-beda.
Tetapi yang namanya Andreansyah,ia tetap tidak pernah kapok terkena hukuman setiap ia ketahuan,malahan apa yang ia buat itu akhirnya menjadi sebuah hobi baginya,sungguh patut untuk tidak ditiru ya.
Langsung saja setelah itu,mereka pun langsung menaiki motor sport milik Bryan setelah sebelumnya pamit terlebih dahulu kepada mama nya Andre,mereka pun memulai perjalanannya menuju ke sekolah,dengan kecepatan yang stabil di jalanan kota Jakarta pagi ini.
__ADS_1