Wonderful Left Time

Wonderful Left Time
Ke rumah nenek


__ADS_3

Eps 10~


Hai para readers....tetap semangat ya🤭


dan tunggu terus kelanjutan dari Left Time✌


Author Pov~


Akhirnya, Lucas mengeluarkan mobilnya dan berhenti tepat di depan Renata.


" Hei !!! Tuan Putri, jangan berdiri saja dan masuklah ke dalam mobil " Ucap Lucas sembari menurunkan kaca mobilnya dan melihat Renata yang masih diam berdiri disana.


Renata tidak berkata apa apa dan langsung berjalan ke arah mobil Lucas.


" Tunggu dulu !! " Seru Lucas, Langkah Renata langsung terhenti seketika.


" Jangan bilang....."


" Kau menungguku untuk membukakanmu pintu ? " Tanya Lucas pada Renata.


Renata hanya mengangguk untuk membalas pertannyaan itu.


" Pft....hahahahaha🤣 kau lucu sekali" Ejek Lucas.


" Kau benar-benar berharap aku memperlakukanmu seperti tuan putri? sungguh naif dirimu itu Renata"


Mendengar ejekan itu, Renata mengepal tangannya dengan kesal untuk menahan amarahnya agar tidak memukul Lucas.


" Cepatlah naik ! "


" Iya tuan yang kurang ajar " sahut Renata geram.


Renata sudah duduk di kursi mobil yang ada di samping Lucas.


" Apa yang kau maksud dengan Tuan kurang ajar ? " tanya Lucas.


" Apa kau tidak sadar, betapa baiknya aku ketika menawarkan untuk mengantarmu ke Villa yang jauh itu? "


Renata terdiam sejenak mendengar perkataan Lucas.


' Hm..dia ada benarnya juga. Untuk apa seorang Lucas Liston yang sibuk mau mengantarkanku.' ucap batin Renata.


" Baiklah tuan, aku akui kali ini kau memang tengah berbaik hati padaku. Jadi, aku minta maaf telah mengataimu kurang ajar. " Renata menyesali perkataannya tentang Lucas.


" Hm..lain kali jangan kau ulangi lagi. "


' Hah? tunggu dulu...jangan ulangi lagi? Kenapa aku merasa diperlakukan seperti anak kecil? ' Protes batin Renata.


" Tentu saja Tuan Lucas Liston. Aku kan bukan anak kecil, jadi aku tau mana yang benar dan mana yang salah. "


" Asal kau tau saja" Gerutu Renata.


Tanpa banyak bicara lagi, Lucas menjalankan mobilnya dan menjauhi kompleks perumahan itu.


Dari sinilah, tokoh utama kita hampir mati lagi akibat suasana yang begitu canggung dengan Lucas.


Renata Pov~


Astaga Tuhan, situasi apa ini? Aku bahkan tidak bisa bernapas dibuatnya. Pokoknya, aku harus menghentikan situasi mematikan ini.

__ADS_1


" Em.."


" Apakah tempat Nenek masih jauh ? " tanya Renata dengan ragu.


" Iya, sekitar satu setengah jam perjalanan lagi, baru kita akan sampai." jawab Lucas dengan tenang.


* Keadaan sebenarnya


Lucas sangat terkejut karena Renata memulai pembicaraan terlebih dahulu. Ia mengira, Renata tau bahwa dirinya sengaja memilih jalan yang lebih panjang untuk ke tempat tujuannya. Sebenarnya, Lucas sengaja agar dirinya bisa menemukankan waktu yang tepat selama perjalanan untuk meminta maaf pada Renata.


" Oh...satu setengah jam ya? Baiklah."


Apa !? satu setengah jam? semoga saja aku dapat sampai ke rumah nenek penyelamat dengan nyawa yang utuh. Situasi ini sungguh membunuhku.


" Apa kau memerlukan sesuatu? Jika kau mau, didepan sana ada supermarket. " Ujar Lucas.


" Huh? Boleh juga "


Sepertinya, aku perlu sedikit udara segar dan beberapa camilan agar tidak membusuk di mobil ini.


Author Pov~


Beberapa Menit setelah berbelanja.


" Yey!!! Rasanya seperti telah terlahir kembali ke dunia " Seru Renata.


" Hei, apa kau sesenang itu hanya karena belanja?" Tanya Lucas.


" Tentu saja ! Jika tidak, nyawaku bisa berada dalam bahaya tau! " Omel Renata.


" Huh, baiklah. Tapi, awas jika kau sampai mengotori mobilku dengan semua makanan dan minumanmu itu !!! Aku akan membunuhmu di saat itu juga ! " Ancam Lucas pada Renata.


" Siap komandan ! " Tungkas Renata dengan posisi lengan hormat kepada Lucas.


Sekarang, Renata sudah tidak setegang tadi. Ia duduk sambil memakan snack yang dibelinya.


" Apa kau mau juga Tuan Lucas? " Tanya Renata sambil menyodorkan beberapa biji snack yang tengah dimakannya ke Lucas.


" Tidak. " Jawab Lucas sambil menggelengkan kepalannya.


Nampaknya, Renata menjatuhkan satu snack kecilnya itu di dekat kerah bajunya Lucas, atau masih dekat dengan pundaknya. Lucas tidak menyadarinya, jadi Rekha memutuskan untuk mengambilnya secara diam diam sebelum Lucas sadar.


Renata menggeserkan badannya perlahan-lahan, sehingga wajah dan tangannya kini berada di dekat wajah lucas.


' Hehehe...kalau dekat begini, Lucas tampan juga ya '


' Oh, aku harus segera mengambil snack kecil yang nakal itu sebelum ketahuan. Astaga, kenapa snack itu berjalan semakin jauh saja? '


Lucas mulai merasa tidak nyaman, hingga akhirnya ia menoleh ke arah Renata.


" Kau ini ada ap..a? " Lucas merasa kaget karena sekarang posisi wajah mereka begitu dekat.


Secara spontan, Lucas mengerem mobilnya sehingga Renata ikut tidak seimbang.


" Pluk "


Wajah Renata berasa seperti terdorong setelah Lucas mengerem secara mendadak. Tanpa sengaja, wajah mereka jadi bertabrakan dan bibir keduanya menempel. Setelah mereka berdua tersadar akan hal yang tengah terjadi, Pipi Renata memerah dan dirinya segera memalingkan wajahnya.


Lucas hanya terdiam setelah apa yang terjadi.

__ADS_1


" Grep " Ia merasa tangan besar milik Lucas memaksa wajahnya untuk menoleh.


" Apa yang kau lakuk...umh " Pertanyaan Renata terputus.


Lucas menarik wajah Renata lebih dekat dan menciumnya dengan ganas. Bukan salahnya jika nafsu itu tiba tiba muncul. Sebelumnya, nafsunya ini tidak pernah bangkit pada wanita manapun, setelah kejadian 4 tahun yang lalu.


Lucas melanjutkan ciumannya itu sampai dirinya benar benar puas. Sementara, Renata terengah-engah dan mencoba melepaskan diri dari ciuman itu.


Lucas merasakan bahwa Renata mulai kesulitan bernafas dan menciumnya secara halus dan lembut.


Lucas melepas ciumannya sejenak,


" Akan kuajarkan kau cara berciuman yang baik agar kau tidak mengecewakan suamimu. "


Ia melanjutkan ciumannya lagi hingga Renata dapat menyesuaikan diri dan tidak terengah-engah selama berciuman.


Ciuman panas mereka pun diakhiri oleh Lucas dengan mengecup kening Renata.


" Maafkan aku..." Ucap Lucas dengan nada menyesal.


" Untuk apa? ciuman ini ? " Jawab Renata dengan nafas yang masih tersenggal-senggal.


" Tidak...tapi untuk semua perbuatanku yang sudah menyinggungmu dan membuatmu terluka. "


" Setelah aku amati, ternyata kau tidak seburuk wanita lainnya" tambah Lucas sambil memuji Renata.


" Baiklah, tidak masalah bagiku. "


" Lagipula, kau sudah baik mau mengantarku dan bahkan kau mengajariku cara berciuman. " Jawab Renata dengan polos.


" Pft..hahaha.." Lucas tertawa mendengar jawaban dari Renata.


' Bukankah wanita ini seharusnya marah atau menamparku? Aku kan sudah mengambil ciuman pertamanya, yang seharusnya ia berikan kepada suaminya. ' Batin Lucas


" Nampaknya kau benar benar polos ya? Pasti dulu kau sering ditipu orang. " Ujar Lucas sambil memandangi Renata.


" Hei !!! Aku ini pintar tau, tak ada yang bisa menipuku !!! " Kesal Renata pada Lucas.


" Baiklah-baiklah, ayo kita lanjutkan perjalanannya."


Akhirnya, mereka tiba di tempat Nenek Penyelamat, yaitu di Green Leaf Villa.


" Sudah, sampai sini saja Tuan Lucas. Terimakasih atas tumpangannya. " Ucap Renata sambil beranjak turun dari mobil Lucas.


" Tunggu sebentar !!" Seru Lucas.


" Hm...ada apa lagi tuan? " Tanya Renata yang tadinya sudah mau turun.


" Panggil aku Lucas saja . " Ujar Lucas dengan malu malu.


" Hah?...baiklah Lucas, tapi jangan salahkan aku jika lupa dan memanggilmu tuan. " Jawab Renata dengan senyum manis di wajahnya.


Lucas tersipu malu dan menyuruh Renata untuk masuk ke dalam.


" Sana, masuklah ! Aku akan pergi saat melihatmu masuk. "


Tak lama, seorang pelayan membukakan pintu gerbang setelah Renata memencet bel yang ada di pagar. Lucas menyalakan mobilnya dan memutar balik.


" Dah Lucas!! hati hati di jalan. " Ucap Renata sambil melambaikan tangannya.

__ADS_1


Lucas diam-diam tersenyum di mobilnya dan mengemudi menjauhi Villa itu.


BERSAMBUNG...


__ADS_2