Wonderful Left Time

Wonderful Left Time
Jalan-jalan part 2


__ADS_3

Eps 22~


Hai para readers....tetap semangat ya🤭


dan tunggu terus kelanjutan dari Left Time✌


***


Di tengah perjalanan~


" Em..kau sebenarnya mau mengajakku kemana sih? Kafe-kafe yang bagus sudah kau lewati tadi."


" Apakah ada, orang yang ke kafe sepagi ini? Kalau memang ada, pasti mereka hanya memesan kopi atau membeli roti untuk sarapan. Sedangkan, kita kan mau jalan-jalan, bukan mau breakfast."


" Oh, kau benar juga. Jadi, kita mau ke pantai? atau ke puncak? jangan-jangan, ke taman hiburan ya? "


" Uhuk, yah...kau sepertinya sudah mengetahuinya."


" Hahaha, kau ini klise sekali. Lain kali, ajaklah aku pergi untuk mencoba terjun payung. Kau tau sendiri kan, aku ini tidak sama seperti wanita-wanita manis yang sering kau kencani. Aku lebih senang kencan yang sedikit ekstrim dan sepi tentunya."


" Ck, selain tidak menghargaiku. Kau juga membuatku jadi malu tau. Masa seorang suami tidak mengerti istrinya sendiri? "


" Kau kan bisa lebih mengenalku lagi nanti. Kita pelan-pelan saja, aku tak ingin kau melewatkan semua sisi buruk yang akan kutunjukkan."


" Pft, baiklah..Aku akan menantikan semua kejelekanmu itu."


Taman Hiburan~


Kevin Pov~


Aku sudah merencanakan semua ini dari semalam. Pertama, aku akan membukakannya pintu mobil layaknya seorang princess. Tetapi, apalah daya istriku itu orang yang mandiri. Dia sudah turun duluan sebelum aku berhasil sampai ke pintu mobil itu dan berjalan masuk duluan.


Rencana pertama gagal, lanjut ke rencana lainnya. Pada rencanaku yang kedua, aku akan menggengam tangan Renata selama perjalanan, agar dia tidak terjebak di kerumunan.


Awalnya, dia sempat protes karena aku memegang tangannya. Aku juga jadi sedikit berdebat dengannya, agar dia mau kugenggam tangannya. Pada akhirnya, rencana kedua berhasil.


Rencana ketiga, aku akan mengajaknya naik wahana yang disukai para gadis di film-film.


Dan ini dia...


Aku sudah berada tepat di depan wahana komidi putar. Kulihat, banyak sekali gadis-gadis yang menaiki wahana ini bersama pacarnya disana. Dan aku sangat yakin, Renata juga ingin menaiki wahana ini.


" Kamu mau naik? " Tanyaku basa-basi. Padahal, aku sengaja mengajaknya kesini untuk menaiki wahana ini.


" Apa? Aku? " Tanyanya menunjuk diri sendiri dengan ekspresi yang sulit dijelaskan.


" Siapa lagi, menurutmu?"


" Hahaha, Kev." Ia menepuk pundakku dengan sebelah tangannya dan mulai menatapku dengan tatapan serius.

__ADS_1


" Apa aku terlihat ingin menaikinya? Kau tau? Wahana ini adalah wahana yang paliiiiiing membosankan. Kita hanya akan berputar-putar disini, tapi tidak melihat pemandangan yang bagus, seperti saat menaiki ferris wheel. Jadi, aku TIDAK MAU! "


" A-apa? Kamu tidak mau? "


Baiklah, kurasa aku tidak akan mengerti wanita ini dalam hal selera. Tapi, sekarang aku harus bagaimana?


Sesaat kemudian, Renata mengulurkan tangannya padaku.


" Ayo! Aku tunjukkan wahana yang seru-seru."


Aku tersenyum, ternyata wanita ini memiliki cara yang berbeda untuk mengejutkanku.


" Ayo!" Kemudian kugenggam tangannya yang diulurkan padaku dan mengikutinya.


***


Apa-apaan ini? Seharusnya aku dapat menduganya dari kemarin. Roller Coaster? Inilah yang disukai Renata. Cih, cocok sekali dengannya !


" Kau hanya menyukai wahana ini? " Tanyaku dan dibalas dengan anggukan singkat darinya.


" Aku juga mau main yang lain lagi sehabis ini." Ujarnya dengan tegas.


" Baiklah, ayo kita naik! "


" Siapa takut! "


" Hei, kamu sakit? kenapa senyum-senyum begitu."


Aku pun tersadar dari lamunanku itu.


" Ah! Tidak apa-apa. Kira-kira, berapa lama wahana ini berakhir? "


" Ntahlah... yang jelas, ini pasti akan seru! " Jawab Renata yang diakhiri dengan smrik menyeramkannya.


Hah? Apa maksud dari senyum itu? Apakah dia juga punya rencana?


Renata Pov~


Huhuhu, aku akan mendahuluinya kali ini. Entah mengapa, aku yakin sekali dia ingin hari ini menjadi kencan Romantis kami. Oleh karena itu, aku akan memberinya kejutan yang akan membuatnya kaget. Kejutan yang tak biasa dan akan membuatnya malu tentu saja.


Kamipun duduk di bangku roller coaster itu. Sebelum naik, aku sengaja menarik lengan Kevin agar kami lebih cepat dan bisa duduk di tempat yang paling depan. Tentunya, ini kulakukan untuk menambah kesan pada rencanaku.


3...


2...


1...


Roller coasternya mulai meluncur. Bukannya melihat kedepan, aku malah memperhatikan wajah Kevin yang ada disampingku. Mengapa dia terlihat begitu tenang? Apa dia tidak takut? Ck, suamiku ini memang sungguh pemberani.

__ADS_1


*Kenyataannya, Kevin saat itu sedang memikirkan hal lain sampai lupa dengan roller coasternya, dia sedang sibuk memikirkan rencananya untuk mencium Renata di ferris wheel. Dia tidak sadar istrinya itu juga akan meluncurkan rencananya pada saat itu.


Sekarang, aku akan mulai memainkan rencana kejutanku. Perlahan-lahan, aku mulai menyentuh rahang kokoh milik Kevin itu. Merasakan sentuhanku, Kevin langsung menoleh sesuai dengan dugaanku. Aku tersenyum manis padanya dan mencoba untuk sedikit menggodanya. Yah, kadang-kadang cewek memang perlu sedikit agresif kan?


" Kev, bibirmu indah sekali." Wajah Kevin seketika merah padam mendengar ucapanku itu. Hehehe, reaksi yang memuaskan.


" Apa aku boleh mencuimnya sayang? " Godaku dengan nada yang sedikit sensual.


Huh? Mengapa ia hanya terdiam? Apa masih kurang ya?


Cup...


Kevin mulai mengecup bibirku. Kukira, dirinya akan berhenti setelah itu. Tetapi, ia menempelkan bibirnya itu lagi, dan kami mulai melakukan ciuman yang sesungguhnya.


Untuk pertama kalinya, aku merasa sangat senang karena sebuah ciuman. Sebuah ciuman panas, bersama dengan pasangan hidupku. Sungguh, rasanya aku tidak ingin mengakhiri ini.


Namun, kami mulai kehabisan nafas dan menghentikannya. Aku yakin sekali, wajahku saat ini pasti sangat merah. Padahal, aku sengaja memilih untuk duduk didepan agar orang-orang melihatnya. Siapa yang tau, kalau aku akan malu sendiri pada akhirnya.


Lantas, bagaimana dengan orang-orang yang dibelakang? Sebagian dari mereka ada yang bersiul-siul, ada yang pura-pura batuk, ada yang menutupi mata anaknya, dan bahkan, ada yang masih sibuk menjerit ketakutan karena roller coasternya.


Siapa yang peduli dengan orang orang itu? Kali ini, akulah yang mengambil inisyatif untuk menciumnya lagi, karena belum puas dengan yang tadi.


" Bolehkan aku menciummu lagi sayang? Aku belum puas dengan yang tadi."


" Apapun untukmu, Renata.."


Kami melanjutkan ciuman kami hingga roller coasternya berhenti. Tanpa disangka, Kevin memelukku dengan mesra usai kami berdua turun dari roller coaster itu.


" Kau unik sekali istriku..." Itulah kalimat yang diucapkan oleh Kevin padaku.


" Kenapa? " Tanyaku sok polos.


" Tadinya, aku pikir kita akan kiss di ferris wheel seperti pasangan pada umumnya. Tapi, kau malah memberiku sesuatu yang jauh berbeda dari biasanya. Dan, entah mengapa aku menyukainya."


Ah...Siapa yang menyangka aku akan tersentuh dengan ucapan itu. Selama 20 tahun aku hidup, baru kali ini orang memuji keanehanku, hehehe.


" Aku tau kau akan menyukainya." Jawabku sambil menyentuh kedua pipi Kevin dengan kedua tanganku. Kemudian, Kevin mulai melepas pelukannya dan menerahkan tangannya untuk menyentuh wajahku. Sayangnya, ini tidak akan berjalan semudah itu untuknya.


Aku menghindari sentuhannya dan berlari menjauh.


" Hei pria tampan! Kejarlah aku kalau kau bisa! " Teriakku yang sudah berlari tak jauh dari Kevin.


" Baiklah, tunggu aku disana nyonya kecil !"


" Enak saja! Kalau aku menunggumu, yang ada kau bisa menyusulku."


Akhirnya, aku dan Kevin saling kejar-kejaran sampai ke wahana selanjutnya, layaknya dua orang bocah.


BERSAMBUNG

__ADS_1


__ADS_2