
Eps 18~
Hai para readers....tetap semangat yaðŸ¤
dan tunggu terus kelanjutan dari Left Time✌
***
Renata Pov~
Hmm....tidak rugi juga menginap disini. Tapi, aku jadi nggak enak sama Lucas. Dia jadi bayarin aku hotel mahal-mahal. Padahal, aku bisa aja nginep di rumahnya dan nggak buang buang uang. Ugh, ini semua salah gengsiku yang terlalu tinggi !!
" Aku mau breakfast dulu ah~ "
" Um, kurasa lebih baik aku langsung kebawah deh. Sekalian mau beakfast di cafe nya."
Dengan hati yang gembira, aku melangkahkan kakiku keluar dari kamar hotel. Ku tunggu lift dihadapanku untuk terbuka dan membawaku ke lantai dasar yang menjadi tempat tujuanku.
Begitu aku sampai di lantai dasar, pintu lift terbuka dan menampilkan sesosok lelaki di hadapanku.
" Huh, kau? " Tanyaku kebingungan.
Kediaman Liston~
Keluarga Liston kini telah lengkap kembali. Lucas, Ruth dan juga Nyonya Liston tengah makan bersama di ruang makan yang cukup megah itu.
" Apa Renata kembali ke rumah suaminya? Ku lihat pintu rumahnya sedang diperbaiki disana. Apa dia kemalingan ya? Dia tidak dibunuh kan? " Tanya Nyonya Liston pada anak laki-lakinya itu.
Lucas yang tadinya tengah fokus pada acara makannya pindah memparhatika ibunya itu.
" Ibu sendiri, kenapa bisa pulang lebih cepat? Bukankah seharusnya kau pulang besok? "
" Ayolah nak, kau pasti mengetahui alasannya. Aku tidak menyangka pria brengsek itu juga akan datang kesana. Jadi, aku pulang duluan tanpa memberitahu siapapun." Jelas Nyonya Liston.
Di tengah-tengah perbincangan mereka, Ruth tiba-tiba bertanya dan membuat mereka syok. Pasalnya, Ruth mewarisi sifat ayahnya yang dingin dan tidak banyak bicara.
" Ayah, dimana ibuku? Dia bilang akan mengajakku jalan-jalan hari ini."
" Ekhm, Ruth. Siapa yang kau sebut sebagai ibumu nak? Mengapa tidak pernah beritahu nenek? " Tanya Nyonya Liston pada cucunya.
Ruth menggelengkan kepalanya,
__ADS_1
" Ruth lupa kalau itu rahasia. Jadi, kemana perginya tante Renata yah? "
Secara tidak langsung, Ruth telah menjawab bahwa yang dirinya sebut sebagai ibu adalah Renata. Kedua orang dewasa yang tengah bersamanya itu menjadi penasaran kenapa hal tersebut dirahasiakan oleh Renata.
" Hmm, nanti ayah akan menjemputnya untukmu. Jadi, Ruth tidak boleh nakal selama ayah mencarinya ya? janji? "
" Hmm, aku janji yah ! "
Castle Hotel~
Lucas kini telah berada di Castle Hotel, tempat renata menginap. Ia berpura-pura bahwa ia sedang melakukan pengawasan langsung di hotelnya itu. Padahal, ia sedang mencoba untuk mencari Renata disana.
" Baiklah, aku rasa semua baik-baik saja. Sekarang, aku akan melihat-lihat ke lantai atas." Ujar Lucas usai memeriksa beberapa dokumen yang diberikan pegawainya.
" Baik tuan, silahkan dilanjutkan."
Lucas Pov~
Aku menyusuri lantai demi lantai yang ada di hotel ini. Perjalananku sengaja kumulai dari lantai dasar hingga sampai ke lantai 5, tempat Renata menginap. Semua itu kulakukan perlahan-lahan agar tidak ada yang curiga jika aku mencari Renata.
Sekarang, aku berada tepat di kamar nomor 117 ini. Sebenarnya, kamar ini adalah kamar president suite milikku. Hanya aku yang bisa menginap di kamar yang memang khusus untukku ini. Tapi, tanpa sadar aku malah membawa Renata untuk menginap di kamar ini.
Kamar hotel ini memiliki arti yang spesial untukku. Nomor 117 dan berada dilantai 5, menandakan hari kesialan yang membuatku jatuh hingga ke tempat yang terdalam. Tetapi, juga merupakan hari spesial yang membuatku bahagia.
Pada tanggal 5 Januari 2017 lalu, aku berencana melamar pacarku yang sudah melahirkan anakku, Ruth. Aku sengaja merahasiakan hal ini darinya untuk membuat kejutan yang sangat romantis. Segalanya sudah aku persiapkan dengan matang dari jauh hari.
Tetapi, yang aku dapat sebagai balasan malah tamparan darinya. Dia bilang bahwa aku adalah laki-laki brengsek yang tak pantas memilikinya. Entah apa sebabnya, dia juga meninggalkan Ruth padaku karena tak sudi memiliki hubungan apapun denganku. Akhirnya, aku berusaha menyembunyikan keberadaan Ruth untuk sementara di kamar ini. Tapi itu tidak berlangsung lama karena ibuku dapat langsung mengetahui informasinya dari para pegawai.
Throw back end~
Tanpa banyak berpikir lagi, aku mengeluarkan kunci cadangan dari kamar hotel ini yang memang sudah aku miliki sejak awal. Aku sengaja memberinya kamar ini agar aku bisa bebas menemuinya kapanpun aku perlu.
Wah, betapa terkejutnya aku melihat kondisi kamar ini.
" BAGAIMANA BISA KAMARKU MENJADI KAPAL PECAH HANYA DALAM SEMALAM ?! DASAR CEWEK JOROK !!! "
Author Pov~
Karena kesal dengan kamar kesayangannya yang hancur. Lucas langsung segera menuju meja resepsionis untuk mengetahui apakah Renata sudah pergi dari hotel ini atau belum. Jika ia sudah pergi, Lucas juga bisa menemukan informasi tambahan mengenai tempat tujuan Renata.
Brak...
__ADS_1
Lucas menghantak meja resepsionis dengan penuh emosi.
" Cepat kirim seorang petugas kebersihan untuk membersihkan kamarku !! Kenapa diam saja? Cepat !! "
" B-baik tuan " jawab salah seorang pegawai di resepsionis dengan gelagapan.
" Oh iya, kemana perginya wanita yang menginap di kamar itu ? " Tanya Lucas dengan suara lantang.
" Tu-tunggu sebentar tuan, s-saya akan memeriksanya terlebih dahulu."
" Baiklah, tolong segera temukan."
" Eum, tuan. Nyonya Renata sedang berada di kafe bawah tuan. Dan..." Ucapan pegawai itu terputus ketika akan menyampaikan kelanjutan dari kalimatnya itu. Karena, Lucas langsung pergi dengan amarahnya yang membara menuju kafe tempat Renata berada.
Drap...Drap...Drap...Drap....suara langkah kaki lucas terdengar jelas di sepanjang jalan menuju kafe yang terletak dibawah hotel ini. Orang-orang dan para pegawai yang melihatnya saja, dapat merasakan amarah sang pemilik suara langkah kaki tersebut.
Dengan cekatan, Lucas membuka pintu utama untuk memasuki kafe. Kemudian, matanya berkeliling untuk menemukan keberadaan wanita yang membuatnya marah.
" Itu dia si pembuat onar. Dia sedang duduk di meja paling pojok dengan..... Ace Morgan? "
Sialan, kenapa Renata bisa kenal sama Ace brengsek itu? Ck, aku lupa kalau dia juga tetangganya.
Dengan segera, aku menghampiri meja yang tengah ditempati mereka. Dan membuat sedikit keributan?
" Brengsek !! " Aku mengangkat kerah baju Ace Morgan dan mulai menghajar wajahnya.
Kulihat, Renata bangkit dari tempat duduknya dan mencoba untuk melerai kami. Yah, kami berdua tentu tidak memperdulikannya dan terus saling memukuli satu sama lain sampai kami puas.
" Mengapa kau berani menampakkan diri kemari hah?! Sudah berapa kali aku bilang, JANGAN MENAPAKKAN KAKI KOTORMU ITU KE PROPERTI MILIKKU !!! " Teriakku di depan wajahnya.
Sedangkan, Ace Morgan ******** ini malah tersenyum seperti menantangku.
Brug....
Sialan !!!
Gerakannya terlalu cepat, Ace Morgan kini lebih unggul dariku. Sepertinya dia sudah berlatih mati matian untuk bisa melawanku. Dia terus-terusan meninju bagian perutku tanpa ampun, karena tau perut memang titik lemahku.
Sepertinya, hari ini akan berakhir dengan peristiwa berdarah. Lihatlah, aku memukuli wajahnya itu sampai babak belur dan bibirnya berdarah. Sepertinya dia tidak akan mendapat tawaran syuting lagi, hahaha.
" KALIAN BERDUA, CEPAT HENTIKAN INI !!!!! "
__ADS_1
BERSAMBUNG