Wonderful Left Time

Wonderful Left Time
Belanja Bersama


__ADS_3

Author POV~


Setelah usai tentang perdebatan kehadiran Ace, Renata, Ruth dan para budak berangkat menuju tempat tujuan mereka. Perjalanan mereka berlangsung dengan Renata yang berduaan dengan Ruth dan Lucas yang didampingi Ace disebelahnya selama menyetir.


Central Mall Shopping~


" YEAY!! Akhirnya kita sampai juga~" Seru Renata dan Ruth yang langsung turun dari mobil. Saking senangnya, mereka berdua langsung masuk kedalam Mall dan meninggalkan Ace dan Lucas berduaan di parkiran.


" Hei, Lucas. Apa kau pernah merasakan eksistensimu tidak dianggap sebelumnya? " Tanya Ace sambil menatap punggung Renata dan Ruth yang meninggalkan mereka.


" M.E.N.U.R.U.T.M.U ?" Jawab Lucas dengan kesal dan marah sambil bergegas menyusul Renata dan Ruth. Ace yang melihat Lucas menyusul Renata dan Ruth, malah berdiam diri dan tidak berniat menyusul mereka.


Yah, tentunya sebagai seorang pewaris perusahaan besar, Lucas Liston tak pernah dihiraukan seperti ini. Tapi, aku puas sekalee melihat wajah kesalnya itu. Hahahaha, aku tak pernah tau seorang Lucas dapat membuat wajah se-lawak itu. ~ Batin Ace sambil menahan tawanya.


" Renata! Ruth! Jangan berlarian begitu! Astaga, bagaimana jika kalian jatuh nanti? Hei! Tunggu aku." Teriak Lucas memperingati Ruth dan Renata.


" Pft..Lihatlah itu, ia bahkan tak bisa menyembunyikan perhatiannya pada Renata. Dasar pria bodoh....Ngomong-ngomong, masker dan kacamata hitamku dimana ya? " Gumam Ace yang menatap Lucas dari kejauhan.


Play Zone~


Renata dan Ruth kini tengah asik bermain capit boneka bersama. Sementara itu, Lucas sibuk membawa boneka-boneka serta tiket yang didapatkan mereka setelah bermain beberapa permainan.


" Ugrh, sebenarnya Ace sial*n itu ada dimana sih? Apa dia sengaja membuatku bekerja sendirian sementara ia melarikan diri? Tidak bisa dibiarkan! Aku pasti akan membalasmu Ace!" Gumam Lucas yang mengepal tangannya dengan kesal.


" Ayah! "


" Lucas! "


" Ayo ikut bermain, kenapa malah diam saja? "


" Ahahaha...Baiklah-baiklah, aku mainnya nanti saja. Kalian lanjutkanlah permainannya, jangan pedulikan aku." Jawab Lucas dengan canggung.


Bagaimana aku bisa bermain jika kalian saja menyuruhku membawa benda-benda merepotkan ini hah?! Bikin kesal saja! ~ Batin Lucas.


Drttt....Drttt....


Lucas yang mendapat telefon, langsung merogoh saku untuk meraih ponselnya.


'*Es Morgan' ( nama kontak Ace Morgan yang disimpan oleh Lucas )


Ck, anak sial*n ini akhirnya menelfon juga*!


" Halo, kau dimana sial*n! Apa kau sengaja meninggalkanku disini?" Sambar Lucas yang sudah terbawa emosi.

__ADS_1


" Astaga, Lucas! Apa penyakit darah tinggimu kambuh lagi? Aku baru saja mau menanyakan lokasi kalian dan kau malah marah kepadaku! Apa-apaan itu? "


" Sudahlah! Cepat datang ke Play Zone, kami semua berada disini sekarang. Jangan membuatku menunggu! "


" Iya-iya, aku akan kesana sebentar lagi. Tunggulah aku dengan sabar disana Tuan Liston. Dan jangan lupa untuk terus menjaga Renata dan Ruth..."


" Huh, apa maksud nada tinggi yang kau gunakan untuk menyebut Renata itu hah? Apa kau menyindirku? Jika sampai aku melihatmu nanti, aku akan... "


" Sial, dia malah mematikan telfonnya. Es Morgan ini sepertinya harus diberi pelajaran! "


5 Menit Kemudian.....


Acepun sampai ke tempat tujannya dengan selamat dan rapih. Syukur saja tidak ada orang yang mengenalinya sedari tadi. Jika tidak, ia tidak mungkin sampai ke Play Zone secepat ini.


Begitu memasuki Play Zone, Ace sudah dapat melihat tiga orang yang dicarinya dengan jelas. Hal itu sudah pasti karena mereka bertiga begitu bersinar diantara semua orang yang ada disana.


" Hei bro, sedang menunggu seseorang? " Ujar Ace pada Lucas yang terlihat kesal dengan segala barang-barang ditangannya.


" Kau dari mana saja sial*an? Apa-apaan juga penampilanmu itu? Masker dan kacamata hitam? Lucu sekali. "


" Hahaha, apa kau sudah lupa Lucas? Aku kan harus ekstra berhati-hati karena aku seorang artis yang terkenal." Ucap Ace dengan bangga.


" Cih...Meskipun kau artis terkenal, bukankah sekarang kau adalah budaknya Renata? Bawalah ini! Aku sudah lelah menemani mereka dan membawa barang-barang ini sedari tadi." Balas Lucas sambil menyerahkan paksa semua barang yang dibawanya kepada Ace dan beranjak pergi.


" Hei! Kau mau kemana Lucas sial*an!? " Tanya Ace tak terima.


" Ha! Lihatlah orang tak tau malu itu bersenang senang dengan anak dan gebetannya. Dasar Lucas bodoh! Apa dia lupa bahwa gebetannya itu sudah punya suami? "


.


.


.


.


" Ibu Renata, ayo kita beli Es Krim! " Ajak Ruth sambil menarik-marik baju Renata.


" Eh? Ruth juga mau Es Krim ya? Kok kita sama gitu sih? Ayo kita beli Es Krim dibawah! Ibu tau tempat yang menjual Es Krim paling enak disini." Sahut Renata yang tiba-tiba bersemangat.


" Lucas! Ace! Ayo kita pergi ke tempat selanjutnya! " Ujar Renata pada dua pria yang tengah duduk kelelahan akibat bermain.


Ruth dan Renata pun beranjak menuju toko Es Krim langganan Renata, diikuti dengan dua pria yang sudah kelelahan di belakangnya.

__ADS_1


Ice Cream Corner~


" Dua es cream double combo ya mbak, ekstra toping. "


" Apa kalian juga mau es Krim? " Tanya Renata yang menoleh pada kedua pria dibelakangnya.


" Tidak! " Jawab Keduanya dengan serempak.


Pria macam apa coba, yang akan menerima tawaran es krim dari seorang wanita? Hal itu melukai harga diri kami tau! Dimana-mana, yang ada juga pria yang memberikan es krim kepada wanitanya.~ batin Ace dan Lucas.


" Em, kurasa cukup dua itu saja mbak."


" Baiklah, mohon ditunggu ya..."


●●●


Setelah 2R (Ruth dan Renata) mendapatkan es krimnya, mereka semua memutuskan untuk mampir ke kafe yang ada di samping toko es krim untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan. Seperti mengotori barang-barang yang dijual di toko, ataupun lelehan es krim yang terjatuh di baju. Sekalian, mereka juga memesan makanan untuk mengisi perutnya yang keroncongan.


Selagi menunggu makanannya datang, Renata tak sengaja menatap ke arah luar dari kaca di kafe ini. Ia pun mengingat sebuah insiden yang terjadi lebih dari sebulan yang lalu.


" Hei Lucas! " Panggil Renata pada Lucas yang tengah sibuk bermain ponsel.


" Emm? " Jawab Lucas dengan setengah hati.


" Apa kau ingat tempat itu? " Tanya Renata pada Lucas sambil menunjuk tempat yang dimaksudnya.


" Tidak tuh? Memangnya ada apa? " Jawab Lucas pura-pura tidak tau.


" Hei~ hei~ Tuan Liston, apa kau sedang pura-pura tidak tau? Disana kan tempat kita pertama kali bertemu."


" Aku bahkan ingat pada saat itu kau dipukuli karena dibilang merebut pacar orang, hahaha." Goda Renata.


" Wah-wah, jangan cerita hal seru tanpa diriku dong~" Ujar Ace yang baru balik dari kamar kecil.


" Kau bilang apa tadi, Renata? Lucas merebut pacar orang? Keberatan jika menceritakannya padaku?" Tanya Ace dengan wajah penasarannya.


" Cih, tidak mau! Ini kan cerita pribadiku dengan Lucas. Jadi, aku tak akan memberitahumu bagaimanapun juga. Karena, pertemuan pertamaku dengan Lucas adalah rahasia yang harus disimpan baik-baik. Iya kan tuan Liston?"


" Hmm, terserah." Jawab Lucas yang berusaha agar terdengar tidak peduli. Padahal, Lucas sangat senang karena Renata mengingat pertemuan pertama mereka dan menganggapnya sebagai hal yang istimewa, sampai tak menceritakannya pada orang lain.


BERSAMBUNG.....


Halo semua😭 author balik lagi nih....

__ADS_1


Sebelumnya, author minta maaf banget karena updatenya ini telatttt banget. Udah hampir satu bulan, hehehe.


Sebenernya, selama ini aku kalap karena baca novel di wattpat. Dan gak kerasa aku udah keterusan selama hampir 3 minggu. Jadi, aku lupa deh sama novel sendiri🤣🤣. Dimaafin ya kawan-kawan~


__ADS_2