
***
"Jangan bersiap-siap seperti cewek ya,Tuan Liston! Aku paling tidak suka menunggu lama! Dan semua itu karena ulahmu yang membiarkanku menunggu ber jam-jam di luar sana." Keluhnya dengan kesal padaku.
" Iya, dasar cerewet ! "
***
Eps 30~
Lucas Pov~
Karena tak mau membuat mereka menunggu lebih lama lagi, aku mempercepat gerakanku dan bahkan mengambil pakaian yang terdekat dariku. Untunglah wajah tampan ini selalu menyertaiku, aku jadi tetap terlihat oke meskipun mengambil baju awur-awuran.
"Okay, sekarang aku sudah siap untuk pergi kemanapun juga."
Kemudian, aku berjalan menuju ruang tamu dengan penuh percaya diri dan berwibawa seperti biasanya. Anehnya, aku juga merasakan perasaan senang yang sedikit menjanggal untukku. Habisnya, aku tidak mengerti sebab dari rasa ini. Apakah karena menghabiskan waktu dengan Ruth? Atau...Renata? Agrh! Jangan sampai! Pasti rasa senang ini karena akhirnya aku bisa jalan-jalan santai dengan anakku satu-satunya, iya! Pasti begitu.
" Hey all, Im done! Ready to go? " Ucapku penuh kegirangan sebelum aku menyadari situasi di ruang tamu ini.
" Uh? Kenapa ada Ace sial*n disini? " Tanyaku dengan kesal. Habisnya, aku berpikir hari ini akan menjadi hari bahagiaku dengan Ruth dan Renata. Eh, dengan Ruth saja maksudku.
" Hey, Tuan Liston! Tolong jaga ucapanmu didepan anak kecil ya." Sinis Renata padaku.
" Wow! Untuk pertama kalinya, aku setuju dengan nenek lampir ini. Ayah macam apa yang berkata kasar di depan anaknya ha? " Timpal Ace yang semakin membuatku kesal.
" Ck, kalau memang ayah yang tidak baik kenapa? Yang terpenting, aku ini bertanggung jawab pada Ruth dan dia menyayangiku apa adanya. Iya kan Ruth sayang? Sini peluk ayah." Ujarku sambil membuka kedua lenganku untuk memeluk putraku yang lucu.
Dengan lugunya, Ruth yang sangat ku sayangi menghampiriku dengan berlari penuh semangat. Dia memelukku dan bahkan membelaku di depan dua orang mengesalkan ini.
" Iya! Ruth kan anaknya ayah yang paling pintar. Jadi, Ruth tidak mungkin akan meniru tindakan ayah yang jelek-jelek. Iya kan yah? "
" Iya dong sayangku! " Seruku pada Ruth sambil mengacak-ngacak rambutnya.
" Tuh, denger apa yang dibilang oleh Ruth." Ujarku sambil menoleh kepada dua orang di depanku yang kalah berargumen.
" Urgh! Kau mempengaruhinya!" Balas Renata yang tak terima kalah berargumen dengaku.
" Siapa suruh kau bukan ayahnya ha? Apa kau mau ibunya saja, agar kau bisa mempengaruhinya juga?" Balasku lagi dengan spontan.
Hah? Tunggu! Apa yang baru saja mulutku ini katakan? Apa kau mau jadi ibunya?
Oh My God! Aku pasti sudah gila karena mengatakannya. Shit my mouth!
__ADS_1
Aku harus mengalihkan pembicaraan demi harga diriku.
" OH, ASTAGA! Aku lupa masalah terpenting disini. Kau, Ace Morgan! Kenapa kau bisa ada di sini huh?!"
" Aku? " Tanya Ace yang bodoh sambil menunjuk dirinya sendiri.
" Tentu saja aku ikut dengan kalian! Apa lagi coba? "
" WHAT! WHY? "
" Nenek lampir itu yang mencariku pagi-pagi dan menyeretku kemari." Jawabnya sambil menunjuk Renata.
Throw Back*
Ace Pov~
Ah, satu lagi pagi tenang yang sempurna di rumahku ini. Cahaya matahari yang pas, udara yang segar, serta suasana yang sangat menenangkan. Benar-benar kesempurnaan yang cocok untuk seseorang sepertiku ini.
Hmm...lihatlah bayangan tampan yang terpantul dari pintu kaca balkon ini. Kau memang sangat tampan Ace, dimana ada lagi coba pria setempan diriku? Baru bangun tidur saja sudah tampan~
Ckckck, tak ku sangka moodku sangat baik hari ini. Kurasa, sekalipun ada hal buruk yang menimpaku, moodku akan tetap baik-baik saja. Hahaha...Tapi, kurasa tak mungkin ada bencana di hariku yang sempurna ini kan?
Drttt....drttt....
" Halo? "
" Keluar kau Ace brengsek! Apa kau itu tuli hah? Aku sudah membunyikan bel rumahmu sedari-tadi dan kau tak kunjung muncul juga! Apa kau ingin mati ?!"
" What the hell, cewek ini!...Ugrh! " Astaga, sabar Ace... Sabar... Aku tidak ingin moodku yang sedang baik ini, tiba-tiba rusak karena perempuan gila yang sedang kesasar di rumahku pagi-pagi begini.
" Huft...Ngapain kau kemari pagi-pagi buta begini sih, nenek lampir? Kau tau kan ini jam berapa? Ini baru jam 6 pagi Renata! "
" Maafkan aku yang telah mengganggumu ini, tuan Ace Morgan. Tapi, kurasa kau harus selalu siap kapanpun aku memerlukanmu mulai saat ini."
" Entah kau lupa, atau bagaimana ya Ace...Kau kan sudah resmi menjadi budakku mulai saat ini."
"....." Ah, sial*n! Bagaimana bisa aku lupa hal itu coba? Ini kan hukuman yang diberikan ibu.
" Apa kau mulai mengingatnya, Tuan Ace Morgan? Kenapa kau malah diam saja? Apa kau masih disana? Halo? "
" Baiklah kalau begitu....aku akan melaporkanmu pada Nyonya Liston! " Ujar Renata yang mulai ngambek.
" Eh! T-tunggu disana. Aku akan keluar sebentar lagi." Aish, perempuan gila ini benar-benar cerdik rupanya. Aku seharusnya tidak meremehkan nenek sihir ini dari awal.
__ADS_1
Hiks...Selamat tinggal hari-hariku yang sempurna. Sampai berjumpa satu bulan lagi sayangku.
Satu hal lagi, aku menarik kata-kataku tentang hari ini. Karena, moodku yang tadinya sangat baik dan tak terhancurkan oleh apapun. Ternyata dapat dihancurkan oleh nenek sihir pembawa petaka ini.
" Nah, gitu dong. Cepetan gih! Aku udah kedinginan diluar."
" Iya.."
Panggilan berakhir...
Dengan sangaaaaat berat hati, akupun berjalan menuju pintu masuk rumahku. Begitu aku membuka pintu itu, aku dapat melihat wajah Si-perempuan gila mulai memancarkan senyum iblisnya.
" Ada apa?!" Tanyaku dengan nada ketus.
" Nanti aku jelaskan. Sekarang, bukakan dulu pintu gerbang sial*nmu ini." Jawabnya dengan memukul-mukul gerbang besar didepannya.
Huft...aku merogoh saku di celanaku dan mengeluarkan sepaket kunci yang dapat membuka tiap gembok yang ada di rumahku ini. Begitu aku sampai di depan gerbangnya, aku sengaja berlama-lama dalam memilih kunci yang tepat untuk membuka gerbangnya.
" Hey! Apa kau sedang menguji kesabaranku? Cepat buka gemboknya! Aku perlu menggunakan kamar mandimu."
" Iya bawel! Jadi, kau kemari hanya untuk menumpang ke kamar mandi huh? " Tanyaku yang kemudian memindahkan gembok yang berhasil dibuka. Tak perlu repot-repot untuk membuka gerbangnya lagi, Renata sudah menerobos masuk dan langsung mencari lokasi kamar mandi.
" Ace! Aku lupa letak kamar mandinya! " Teriaknya dari dalam rumah.
" Astaga, dasar cewek pelupa! Lurus saja sampai kau menemukan dapur. Disana kau akan menemukan satu maid yang sedang memasak! " Jelasku yang sengaja tak memberitahunya arah menuju kamar mandi.
" Apa aku terdengar seperti menanyakan letak dapur kepadamu, Ace? " Tanya Renata dengan kesal. Rupanya, dia telah kehilangan akal sehatnya sebab menahan pipis, hehehe.
" Kau kan bisa menyuruh maid itu mengantarmu bodoh! "
" Baiklah, terimakasih.Oh iya, Pokoknya kau harus sudah selesai bersiap-siap saat aku kembali dari kamar mandi. Gunakanlah pakaian kasualmu! Aku akan melaporkanmu pada Nyonya Liston jika kau tidak melakukannya! "
" What?! Ugh...Whatever." Berani-beraninya dia menyuruhku seenaknya.
5 Menit Kemudian~
" Wah, kau cepat juga ya Ace. Ayo kita pergi ! " Ujar Renata yang tiba-tiba muncul lagi dan menyeretku pergi.
" Hey, tunggu dulu! Kita mau kemana hingga kau menyeretku begini? "
" Sudahlah, diam saja dan jangan bawel! "
Urgh....aku benci diperlakukan seperti anak kecil begini.
__ADS_1
BERSAMBUNG