
Eps 12~
Hai para readers....tetap semangat yaðŸ¤
dan tunggu terus kelanjutan dari Left Time✌
.
.
.
.
Renata Pov*
Hmm...sepertinya, suamiku perlu diberi sedikit pelajaran oleh istrinya yang cantik ini.
" Emang apa salahnya kalau istri menemui suami hah? "
" Aku kan kangen sama kamu kevin, kamu juga kangen kan sama aku" Ucapku sambil mendekati Kevin dan memeluknya.
Sekarang, aku akan menatapnya
" Kok nggak dijawab sih sayang? Kamu nggak kangen ya sama aku? "
Sementara itu, Kevin masih membatu di dalam pelukanku.
Ck, Kevin kurang seru nih....kayaknya aku harus nambah satu adegan lagi. Menurut nenek, Kevin suka cewek yang agresif kan? maka akan aku lakukan untukmu.
Aku melepaskan tangan kananku dan mengarahkannya ke dagu milik Kevin. Dengan gugup, aku menarik dagu Kevin sehingga ia jadi melihat ke arahku. Sekarang saatnya !!!!
" Tara !!!! " Aku melepas tanganku yang ada di dagu Kevin dan menarik tanganku yang satunya lagi ke arahnya.
Di tangan kiriku, aku masih memegang rantang yang aku bawa sedari tadi.
" Aku kesini membawakanmu makanan. Jadi, ayo kiga makan bersama dulu, baru kamu boleh pergi." Seruku dengan menambah senyuman di akhir kalimat.
Segini harusnya cukup, aku sudah jadi agresif dengan memberinya makanan tepat didepan wajahnya. Hehehe betapa pintarnya aku menjadi istri.
Kevin masih berdiri dengan posisinya tadi, wajahnya sedikit memerah dengan posisi yang merunduk setinggi Renata. Badannya juga kaku akibat rasa syok dari perbuatan Renata ini. Tadi, Kevin sangat kaget karena berpikir Renata akan menciumnya. Tetapi Renata malah tidak peka dengan perbuatannya dan langsung berlari ke arah meja makan.
" Ck, dasar gadis merepotkan..." Gumam Kevin.
" Hei ! Kemarilah Kevin." Panggil ku yang telah duduk manis usai menyiapkan makanannya.
" Ayo kita makan "
" Huft...Baiklah, tapi setelah ini kau harus pergi." Jawab Kevin dan melangkah dengan berat hati.
__ADS_1
" Hei..hei..Aku baru saja datang, dan kau malah menyuruhku pulang begitu saja? Suami macam apa kau ini? "
" Kaulah yang datang disaat yang tidak tepat."
" Kenapa? "
Emangnya siapa yang salah disini? Aku bahkan tidak diberitahu kalau tidak boleh datang sekarang.
" Karena aku akan menemui seseorang yang penting malam ini." Jawab Kevin dengan santai.
" Kalau begitu, ajak juga aku menemui orang itu. Aku kan istrimu."
Enak saja kau mau meninggalkanku. Pokoknya sehabis bertemu orang itu, aku akan memaksamu untuk mengajakku jalan jalan.
" Apakah kau sanggup menemuinya? Aku bisa mengajakmu jika kau memaksa."
"Benarkah? "
Ternyata Kevin tidak seburuk yang kukira. Buktinya dia mau mengajakku untuk jadi partnernya.
Tiba-tiba, Paman Han menyahut ditengah perbincangan kami.
" Tapi tuan, anda tidak bisa mengajak nona kesana!"
" Biarkan saja, Paman. Lagipula, ini keinginannya kan? Jadi, dia tidak boleh menyesal. Benar kan istriku? " Tanya Kevin yang kemudian menatapku.
Aku tersipu malu ketika Kevin menatapku,
Sepertinya, kevin mulai menerimaku. Dia bahkan memanggilku dengan sebutan istri untuk pertama kalinya. Mana mungkin aku akan melewatkan kesempatan emas untuk pergi bersamanya kan?
Kevin kemudian mengambil mangkuknya dan memakan sup iga buatanku.
Syukurlah dia terlihat menyukainya, bahkan dia tidak berkomentar apapun. Berarti, sup igaku sudah sukses besar karena tidak mendapat kritikan. Wah..wah...wajahnya itu, begitu tampan walaupun sedang makan. Aku jadi makin semangat untuk mendapatkan sedikit cintanya.
" Baiklah, aku sudah selesai makan. Paman! tolong siapkan mobilnya, aku dan istriku akan pergi ke pertemuan penting itu." Titah Kevin.
" Eh...sudah selesai ya? " Tanyaku linglung. Sedari tadi, aku tidak fokus pada hal sekitar, karena terlalu fokus dengan wajahnya.
" Iya, bawalah barang-barang yang sekiranya kau perlukan." Ujarnya dingin.
" Tenang saja, semua sudah ada di tasku." Ucapku sambil membanggakan tasku yang serba guna.
" Kalau begitu, ayo kita pergi " Ajaknya dengan suara dingin dan wajah datar.
" Ayo ! "
.
~Meskipun suasana selama perjalanan begitu canggung dan mengerikan. Akhirnya kami sampai ke tempat tujuan dengan selamat.
__ADS_1
Grand Hotel~
" Wah, sebenarnya siapa yang kau temui di hotel semewah ini? " Tanyaku penasaran.
" Nanti kau juga tau "
" Ck, baiklah...Aku akan menganggapnya sebagai kejutan."
Kejutan huh? Kita lihat saja seberapa terkejutnya dirimu itu. Aku harap, kau memiliki hati yang kuat untuk menahan kejutannya. ~ batin kevin
Kami sampai di tempat yang telah dipesan. Tempat ini adalah sebuah restoran terkenal, yang berada tepat diatas hotel mewah tadi. Kami menempati sebuah meja, yang awalnya dipesan untuk dua orang. Melihat keadaan sekeliling, sepertinya restoran ini telah dipesan khusus agar tidak ada tamu lain yang mengganggu.
Tapi, pertanyaannya adalah...Apakah aku termasuk salah satu tamu yang mengganggu itu? Lagipula, sepenting apa tamu ini, sampai-sampai Kevin harus memesan satu restoran? Aku merasa ada yang janggal. ~ batin Renata.
" Tap..tap..tap.."
Datanglah seseorang yang kami tunggu sedari tadi. Seorang wanita, yang usianya tidak jauh berbeda denganku. Terlihat sangat cantik, dengan gaun merah dan juga rambut bergelombang. Make up yang tidak terlalu tebal, tapi tetap membuatnya cantik. Badan yang sexy layaknya para model, sangat layak mendapat sebutan bidadari.
*Wow !! Apakah orang sesempurna ini adalah rekan bisnis Kevin? Tunggu dulu...gaun merah? rambut bergelombang? kulit putih? tubuh sexy? 😱 **itu semua kan tipe idealnya kevin yang nenek kasi tau!!!!
Hiks..hiks..lihatlah, mereka berdua saling bertatapan. Mengapa aku ada dalam situasi ini TUHAN? Sungguh tidak bisa dilewatkan hehehe. Akhirnya, aku dapat pengalaman baru.
Jadi gini rasanya diselingkuhin sama suami? Kok biasa aja ya? Apa karena aku gaada rasa sama Kevin? Udahlah ya, aku nikmatin aja drama cinta yang terjadi diantara mereka. Rasanya kayak nonton bioskop 3D hehehe. ~ batin Renata*
" Calista, aku sudah lama menunggumu sayang! " Sapa Kevin penuh cinta.
" Kevin !!!! Aku juga rindu padamu sayang." Balas Calista, pacar Kevin selama 5 tahun sebelum Renata datang dan merusak hubungannya.
" Hehehe....hai nona! " Sapaku pada nona selingkuhan.
" Eh....Sayang, siapa perempuan itu? " Tanya Calista pada Kevin.
" Istriku." Sahutnya dengan singkat.
" Oh !!! Jadi, kamu Renata ya? Orang yang udah dinikahin sama Kevin, tapi malah disuruh tinggal terpisah. Kasian banget sih...." Ejek Calista.
" Biarin, yang penting aku suka disana." Sahut Renata.
Hahaha....aku yakin sekali, dia pasti sedang menangis di dalam hatinya. Lihat saja ekspresinya itu...mana ada kan, seorang istri yang tersenyum senang bertemu selingkuhan suaminya? Hatinya pasti sedang terpukul banget, sampai sampai ia bahagia melihat pacarku. ~ Batin Kevin
" Hm...Apa aku boleh berada disini selama kalian pacaran? " Tanyaku pada mereka, karena takut kehadiranku mengganggu.
" Tentu saja kau boleh disini. Asalkan kau tidak terganggu tentunya " Sahut Calista, sementara Kevin hanya menikmati pertunjukannya.
**Hmm...Kenapa ekspresi Kevin puas sekali? Apa dia sangat senang aku bisa akur dengan selingkuhannya?
Oh...sepertinya aku harus baik-baik kepada Calista ini, karena Kevin terlihat seperti akan menjadikannya istri kedua. Aku kan juga gamau kalau harus bertengkar.
" Kalau begitu, aku akan duduk disini nona Calista, terimakasih atas izinya." Sahutku dengan ramah.
__ADS_1
" Hah? kenapa dia ramah begitu pada Calista? Benar benar diluar dugaan." Gumam Kevin.
BERSAMBUNG