
Author POV~
Dipagi hari, Renata terbangun dengan adanya sosok asing disampingnya. Sosok tersebut tak lain adalah Kevin, suaminya yang tengah menyapanya dengan senyuman.
Bisa dipastikan, usai ciuman panas mereka semalam, seseorang telah mengajak untuk tidur bersama. Sehingga, mereka dapat berakhir pada ranjang yang ada di kamar yang sama.
" Morning Darling...." Sapa Kevin.
" Ewwww....Apa otakmu mengalami gangguan? Darling? Panggilan macam apa itu? Geli banget tau nggak sih." Cemooh Renata.
Tiba-tiba, ide jahil muncul di pikiran Kevin. Ia menatap Renata yang berada di sebelahnya dan tersenyum lagi padanya. Tetapi bedanya, senyum yang satu ini adalah senyum licik.
" Wait! K-kamu mau kemana? A-ayo kita tidur bersama disini." Ujar Kevin dengan nada yang dibuat seperti suara wanita.
Blush....
Mendengar ejekan Kevin, pipi Renata langsung memerah karena malu. Bisa-bisanya, semalam ia menahan kevin yang hendak pergi kekamarnya dan memintanya untuk tidur bersama dengannya. Sungguh memalukan!
Untuk menyembunyikan wajah malunya, Renata menutupi wajahnya dengan dengan bantal yang ada disampingnya.
" K-kau, cepat keluar dari sini! "
" Wah-wah...bisa-bisanya aku diusir setelah dimanfaatkan begini. Sungguh tak tau terimakasih." Sindir Kevin pada Renata.
Saking malu dan kesal, Renatapun memukul Kevin dengan bantal yang digunakannya untuk menutupi wajah dan mulai mendorongnya keluar kamar.
" Pokoknya kau harus keluar! "
" Baiklah-baiklah nona... Hilangkan rasa malumu itu, dan mandi sana! Aku akan mengajakmu ke sesuatu tempat sebelum kita kembali. See u downstair! "
" Iya Bawel ! Keluar aja dulu dari kamarku ! "
●●●
Setelah beberapa lama berada di kamarnya dan bersiap-siap, Renata akhirnya sudah memantapkan mental dan turun untuk menemui Kevin di lantai bawah.
Tak seperti perkiraanya, ternyata Kevin tidak menunggunya dibawah dan tidak terlihat dimanapun saat ini. Entah mengapa, Renata merasa kecewa begitu tau bahwa Kevin tidak menunggunya disana.
Tidak peduli lagi dengan perkara Kevin menunggunya atau tidak, Renata mencari dimana keberadaan big baby-nya saat ini. Ia penasaran bagaimana reaksi Kevin saat menihatnya berdandan untuk... suaminya?
__ADS_1
Selang beberapa menit mencari dan tidak menemukan Kevin, Renata mulai pasrah dan berjalan ke arah pantai untuk menjernihkan pikirannya. Siapa sangka, ia justru dapat menemukan bayi besarnya di saat-saat terakhir ia mulai pasrah.
Renata berjalan perlahan-lahan mendekati Kevin agar tidak ketahuan dan bermaksud untuk mengagetkannya. Sayangnya, ia lebih dahulu tertangkap basah begitu Kevin menoleh ke arahnya dan tersenyum.
" You're absolutely stunning darling. Kau sangat cantik."
Sekali lagi, Kevin berhasil membuat wajah Renata berubah menjadi berwarna kemerahan karena pujiannya itu.
" Dan kamu adalah orang yang membuatku merasa bahagia Kev. Everytime im with you, aku selalu merasakan perasaan-perasaan aneh yang belum pernah kurasakan sebelumnya. And im sure, itu semua dapat membuatku bahagia."
" So, kita pergi sekarang? " Tanya Kevin sambil mengulurkan tangannya dan berlutut dihadapan Renata.
" Big Yes! Kau sangat romantis hari ini Kev." Seru Renata sambil menerima uluran tangannya.
" Apa kamu menyukainya? Disaat aku romantis? " Tanya Kevin dengan polosnya.
" Tentu saja Kev! Tidak ada perempuan yang tak suka pasangannya romantis. Dasar bodoh! " Renata menjitak kepala Kevin.
" Awww! Okay-okay, i got it. Let's go! "
Mereka berdua lekas berdamai dan berjalan di hamparan pasir putih pantai. Seolah waktu berjalan dengan cepat, Kevin dan Renata telah sampai di tempat tujuannya tanpa terasa sama sekali. Dan untuk pertama kalinya, mereka berdua sama-sama merasakan perasaan yang aneh dan mengikat mereka berdua.
" Hahaha, sepertinya ada yang salah dengan pemikiranmu itu. Semua wanita pasti akan senang kalau kuajak kemari, you know? "
" HAH!? Yang bener aja? Ini kan cuma pantai pasir putih biasa, yang dilengkapi dengan dua kursi dan satu meja biasa, dan sepi....." Suara Renata semakin pelan disaat menyebut kata 'sepi'.
Blush...
" Apa? kenapa suaramu semakin tak terdengar? Hey, lihatlah wajah merahmu itu! Ckckck." Goda Kevin.
" Jadi, apakah kau mengerti maksud dari tempat ini?.....istriku...? "
Wajah Renata semakin memerah disaat Kevin menyebutnya sebagai istri. Dengan rasa syok dan bahagia yang berlebihan, Renata hanya bisa menundukkan kepalanya dan menutupi wajahnya dengan kedua telapak tangan kecilnya.
Tiba-tiba saja, Renata merasakan telapak tangan yang lebih besar menggenggam tangannya. Telapak tangan itu, menarik lengan Renata hingga memaksanya untuk memperlihatkan wajah merahnya kepada sang pemilik telapak tangan.
" Istriku...aku mengajakmu kemari bukan untuk membuatmu malu. Aku mengajakmu kemari, untuk membuatmu bahagia bersamaku. Apa kau paham sekarang? " Ujar Kevin dengan menyentuh ujung hidung Renata dengan jarinya yang besar.
Renata mengangguk paham akan perkataan Kevin.
__ADS_1
Kevin yang sudah gemas dengan kelakuan istrinya, langsung meluncurkan serangannya dan mencium bibir ranum milik istrinya. Hari ini, sudah bisa dipastikan sebagai hari kebahagiaan bagi mereka berdua. Semoga saja, tidak ada hal buruk yang dapat memisahkan mereka.
Sementara itu, disisi lain.....
Ace dan Lucas sedang sibuk dengan tugas-tugas yang diberikan Renata untuk pembukaan kafenya. Mereka bahkan harus menggantikan tugas Renata yang menghilang secara tiba-tiba itu.
Sudah berpuluh-puluhan kali, dan bahkan beribu-ribu kali mereka mencoba untuk menghubungi Renata tetapi tidak bisa. Hingga akhirnya, mereka merasa bahwa Renata sengaja mengerjainya dengan menghilang tiba-tiba.
" Argh! Renata nenek sihir sial*n! Apa dia tidak tau aku sudah memiliki banyak pekerjaan di kantor? Mengapa dia harus menambah pekerjaanku lagi dengan Kafe sial*n yang ingin dibukannya ini?! " Gerutu Lucas yang emosi.
" Hei-hei...Apa kau pikir aku tidak sibuk? Aku ini kan seorang pengusaha, aktris, dan seorang model terkenal! Apa kau pikir pekerjaanku tidak banyak? BAHKAN LEBIH BANYAK DARIMU TAU! " Sahut Ace yang tak kalah kesal.
" MENGAPA KAU MENYALAHKANKU?! " Kesal Lucas.
" Sudah-sudah! Bisakah kalian berhenti bertengkar? Aku jadi tambah pusing mendengarkan kalian tau! " Cela Calista yang terlibat dalam urusan Kafe karena Renata.
" UGRH! " Kesal Ace dan Lucas.
" Sepertinya, projek ini akan selesai dalam tiga hari." Ucap Calista percaya diri.
" Apa kau bercanda?! " Ace dan Lucas berteriak.
" Apa kau tau? Dari pertama kali kau kemari, kau hanya menyusun rencana yang gila dan menyuruh kami mengerjakannya! Kau bahkan mengatakan hal gila lainnya lagi saat ini! Kau pikur aku akan percaya padamu? " Protes Lucas pada Calista.
Tak terima dengan Lucas yang protes padanya, Calista berbalik dan menoleh ke arah Ace.
" Ace, babe... Kau setuju denganku kan? " Tanya Calista dengan puppy eyes-nya.
" Ugrh...Calista, sudah berapa kali aku mengatakannya padamu. Jangan menatapku dengan mata penuh harapan seperti itu...." Gerutu Ace yang membuat Lucas senang, karena berpikir Ace ada dipihaknya.
" Aku kan jadi tidak bisa menolaknya." Sambung Ace yang membuat Lucas ternganga-nganga dan Calista bersorak senang.
" Hei, bukankah ini sedikit tidak adil Ace? Kau lebih memilih pacarmu dari pada kakakmu sendiri? U Kidding Me? " Ujar Lucas tak terima.
" Yah...mau bagaimana lagi? Kau akan merasakannya nanti disaat memiliki pasangan yang kau cintai...Kakak yang single." Ejek Ace dengan senyum liciknya.
" Ck! Jangan menceramahiku ! "
" Hahahaha" Tawa Ace dan Calista yang melihat Lucas kesal.
__ADS_1
BERSAMBUNG