Wonderful Left Time

Wonderful Left Time
pria asing


__ADS_3

Eps 7~


Hai para readers, tetap semangat ya......πŸ˜‰


jangan lupa tunggu terus kelanjutan dari Left TimeπŸ‘ŒπŸ˜ˆ hohohoho


.


.


.


.


.


.


Author Pov*


Renata masih terpaku bingung dengan pertanyaan yang diajukan oleh pria, yang baru saja ditolongnya.


" Saya tidak peduli pandangan anda terhadap saya yang sok berani ini. Yang jelas, saya tidak bisa diam saja melihat orang tak bersalah yang menderita "


Renata mengulurkan tangannya kepada pria itu untuk membantunya berdiri.


" Wajah anda pasti sakit ya? memar akibat pukulan orang tadi cukup parah... "


Renata memandangi wajah pria itu cukup lama, kemudian ia menarik lengan pria itu menuju apotek yang ada di dalam Mall itu.


" Tunggu disini, sebentar saja kok " Renata bergegas memasuki apotek itu.


Sementara, si pria masih menunggu diluar sambil menaruh kecurigaan pada Renata.


' Ck, satu lagi wanita sok perhatian ada disekitarku '


Pria itu berbalik badan dan pergi dari apotek tempat Renata memintanya untuk menunggu.


Setelah Renata selesai berbelanja, ia mencari pria yang terluka tadi sambil membawa minuman dingin dan obat salep.


" Hmm....? kemana perginya orang itu? " Renata melihat lihat sekitarnya.


" Sigh...pria menyebalkan, untungnya ia belum terlalu jauh. "


Renata berlari untuk mengejar pria itu.


" huft...huft...huft..."


" Mengapa kau pergi ? " tanya Renata dengan terengah-engah.


" Ini untukmu! " Renata memberikan minuman dingin dan salep yang dibelinya kepada pria itu dengan paksa.


" Ingat dioleskan ya tuan !!! " Renata pergi untuk melanjutkan belanjanya sambil melambai kepada pria itu.


Pria itu masih terdiam di tempatnya tadi sambil memandangi minuman dan salep yang diberika Renata. " Dia pasti memiliki tujuan lain, hingga bersikap sok baik dan sok polos di hadapanku. "


.


.


.


.


Renata Pov*


Karena nanti aku akan berkunjung ke rumah tetangga baru, jadi aku harus beli beberapa barang untuk dibawa.


" Sepertinya, aku harus beli buah yang banyak untuk dibagi ke tetangga baru. "


" Oh...mungkin, aku juga harus membeli beberapa roti dan kue untuk dibawa ke rumah tetanggaku. "


~


Huft.... sekarang aku tidak tau harus membeli apa lagi, semua sudah tersedia di rumah. Jadi, aku tidak perlu membeli sayuran dan keperluan sehari hariku.


" Tapi....dirumah tidak ada camilan, sebaiknya aku membeli yang banyak untuk persediaanku menonton film "


After a Big Shopping~

__ADS_1


" cklek " Suara pintu terbuka.


"Aku pulang...."


" Huft...lelah juga pergi shopping sendiri, nggak ada yang bantuin ngangkat barang"


Aku mau tidurrr......tapi, mau mandi dulu biar seger.


.


.


.


Sesudah mandi biar seger ala Renata~


Sekarang aku harus pakai baju yang rapiiiiii banget, soalnya ini adalah kali pertama aku berkunjung ke rumah tetangga.


Hmm...aku harus menciptakan image yang bagus, supaya kita bisa deket 🀭


" Oke...semua udah selesai, sekarang aku tinggal bawa buah dan roti yang sudah kubeli tadi "


Author Pov*


Renata keluar dari rumah tetangga sebelahnya, menuju rumah tetangga yang ada tepat di depan rumahnya.


Segera, Renata memencet bel yang ada di pagar rumah itu. Rumah besar dan mewah, yang memiliki kesan klasik dengan cat berwarna krem, yang sekaligus merupakan rumah terbesar di komples ini.


Selang beberapa lama, seorang pelayan perempuan membukakan gerbang yang ada didepan Renata dan mempersilahkannya untuk masuk.


" Silahkan nona, tuan dan nyonya Liston ada di dalam. "


Renata tersenyum kepada pelayan itu, " Terimakasih " ucapnya singkat.


Selama perjalanannya di dalam rumah itu, Renata hanya mengekori pelayan yang ada didepannya. Segera, Renata sampai pada ruang tamu di rumah itu.


" Silahkan duduk, nona " Pinta pelayan itu dengan lembut.


Pelayan yang telah menuntun Renata pergi, dan datanglah pelayan lain yang membawakan teh serta banyak camilan.


" Nyonya sedang bersiap kemari, jadi tolong tunggu sebentar. "


" Sudah kewajiban kami nona "


.


.


.


Sekarang, tinggal Renata seorang diri disana.


Tak lama kemudian, datanglah seorang wanita paruh baya, yang masih terlihat cantik dengan senyum diwajahnya.


Renata berdiri untuk menyambutnya dan berkata


" Selamat malam nyonya Liston, maaf menggangu. "


" Hohoho...tidak apa, jarang sekali aku mendapat tamu di rumah sepi ini." Ucapnya sambil berancang untuk duduk di sofa.


Renata duduk kembali di sofanya tadi, dan menatap nyonya Liston yang ada dihadapannya.


" Halo nyonya, anda cantik sekali. Perkenalkan, saya Renata . Saya adalah tetangga baru nyonya. " Ucap Renata dengan penuh senyum dan semangat.


" Ah...kau terlalu memujiku "


" Oh...kau yang tinggal didepan ya nak? "


" Ia nyonya, saya baru saja habis berkunjung ke tetangga yang ada di samping rumah. Eh...tapi orangnya lagi pergi..hehehe "


" Kalau yang tinggal di samping rumahmu, emang jarang ada di rumahnya. Jadi, kalau perlu apa apa datangnya ke sini saja. "


" Haha..anda baik sekali nyonya. "


" Ck, jangan formal begitu....panggil aku ' ibu ' saja agar lebih nyaman. "


" Eh...apa boleh begitu nyonya? "


" Tentu saja "

__ADS_1


" B..baiklah ibu😊 "


Tiba tiba, nyonya itu bangkit dari sofanya.


" Eh..ibu mau kemana? "


" Aku mau mengambilkan mu puding buatanku tadi."


" Sigh...tidak perlu repot-repot bu, aku akan langsung pulang sehabis ini. Tidak enak juga disini lama-lama karena sudah malam. "


" Justru karena itu, ibu harus mengambilnya untuk kau bawa pulang"


" Baiklah...bagaimana jika, ibu diam disini dan aku yang mengambilnya di dapur ? "


" Huft...ya sudah, pudingnya ibu letakkan di kulkas. Hati hati saat membawanya ya. "


" Iya ibu nyonya "


" Hahahaha..." Mereka semakin akrab dan tertawa bersama.


Renata Pov*


Wow, untunglah dapurnya tidak terlalu jauh. Jadi, aku bisa mengambil pudingnya dan kembali dengan cepat.


Saat kembali membawa puding, aku melihat ada dua orang yang sedang duduk di sofa tadi. Yang satunya adalah nyonya Liston dan....mungkin disebelahnya adalah tuan Liston.


Tanpa rasa ragu, aku langsung kembali ke sofa tadi dengan tidak memperhatikan Tuan Liston.


" Ibu...aku dapat pudingnya. "


" ah.."


Bukankah orang ini terlalu muda untuk menjadi tuan Liston?


" Hai..Tuan Liston" aku tersenyum dengan canggung.


Anehnya, Tuan Liston menatapku seolah ia menaruh dendam kepadaku.


" Renata, perkenalkan ini anakku ( sambil menepuk pundak anaknya ) Lucas Liston. "


" Bu...bisakah aku bicara berdua dengannya? "


" Oh...tentu saja, kalau begitu ibu duluan ya Renata "


" Iya bu...hati-hati "


.


.


.


" Glup..." aku menelan ludahku.


Ada apa tuan ini sampai mengajakku bicara berdua. Anehnya, ia tidak mengucapkan sepetah katapun dari tadi.


" Anu...tuan...sepertinya saya harus pulang, ini kan sudah mulai larut malam. Jadi, saya permisi dulu "


Tuan Liston malah menatapku dengan semakin tajam dan berkata,


" Nampaknya kau sangat ahli berpura pura. Kau bahkan telah mengelabui ibuku. "


" Tunggu sebentar tuan....wajah anda terlihat familiar dan luka didahi anda...."


" Anda pria yang di Mall tadi !? " teriakku tak percaya.


" Tolong kecilkan volume suara anda nona. "


" Sekarang...pergilah dan jangan pernah kembali untuk mempengaruhi keluarga saya. Saya tidak akan pernah tertarik dengan gadis seperti anda. " bentak tuan itu sambil menyeretku keluar dari rumahnya.


" Tunggu...tuan "


Ia melemparku begitu saja menuju keluar rumah.


" Brak..." suara pintu rumah itu ditutup tepat didepanku.


" Astaga....sebenarnya salahku apa? ia bahkan tidak menjelaskan apapun. "


BESRAMBUNG ~

__ADS_1


sekian dulu ya guys ✌


__ADS_2