
***
" Ka-Li-an A-kan Ta-mat." Aku mengejakan kalimat ini pada Lucas dan Ace dengan suara yang bahkan tak terdengar. Tetapi, mereka pasti mengetahui ucapanku dari mimikku yang sangat jelas.
***
Eps 29~
Author Pov~
Sesuai dugaan Renata, Lucas dan Ace mengetahui kalimat yang diucapkannya tadi. Tetapi, mereka berusaha tidak terpengaruh oleh ucapannya itu, seolah-olah merasa tidak takut.
Lagipula, harga diri mereka sebagai lelaki terlalu tinggi untuk takut dengan ancaman dari seorang perempuan.
Glek...
'Entah mengapa, aku punya firasat yang buruk mengenai ucapannya itu. Dia terlihat sangat yakin dan juga percaya diri didepan ibu. Dia bahkan berani mengancamku terang-terangan begitu.' ~ Batin Lucas.
'Semoga perempuan ini tidak merencanakan apapun yang buruk kepadaku, Ya Tuhan. Terakhir kali aku terlibat dengannya saja, wajahku hampir hilang dibuatnya. Sekarang apa lagi yang akan dibuatnya hilang...hiks.'~ Batin Ace
" Hei kalian! " Panggil Nyonya Liston pada Lucas dan Ace, sehingga membuat mereka terkejut dan keluar dari lamunannya masing-masing.
" Kenapa masih duduk di sana sih ?! Cepat kemari dan meminta maaf pada Renata! "
Dengan satu perintah dari Nyonya Liston ini, Lucas dan Ace langsung bangun dari tempat duduknya dan berjalan dengan perlahan menghampiri Renata.
Begitu posisi mereka bertiga sudah dekat, Renata mulai tidak dapat mengontrol kebahagiaannya dan tersenyum-senyum sendiri. Melihat hal itupun, Lucas dan Ace jadi merasa kesal sehingga membuat mereka merasa sangaaaat berat hati untuk meminta maaf.
" Apa kalian berdua masih perlu dibimbing untuk meminta maaf saja? Anak kecil saja bisa melakukannya sendiri !" Kesal Nyonya Liston yang memperhatikan mereka bertiga.
Mendengar ejekan dari Nyonya Liston, membuat Ace dan Lucas mulai bergeming. Mereka mulai mendekatkan telapak tangannya ke arah Renata dengan kaku, lantaran sangat berat hati dalam meminta maaf pada Renata si nenek lampir.
Melihat kebodohan dua orang lelaki dihadapannya, Nyonya Liston bangkit dari posisinya menuju ke tempat Lucas dan Ace berdiri.
" Nih, begini cara melakukannya! Apa sulitnya sih?" Gerutu Nyonya Liston yang mempercepat gerakan tangan Lucas dan membuatnya berjabat tangan dengan Renata. Kemudian, ia juga melakukan hal yang sama pada Ace.
" Sekarang, cepat katakan maaf dan kalian telah menyesali perbuatan kalian !"
" M..ma..maafkan kami Renata...Kami, kami sangat menyesal dengan perbuatan kami padamu." Ucap Ace dan Lucas dengan wajah kesal dan menahan rasa malu.
__ADS_1
" Pft, iya..iya..aku sudah memaafkan kalian kok. Tapi, karena luka memar ini membuat tangan dan kakiku sakit, aktivitasku menjadi sedikit terganggu." Sahut Renata.
" Oleh karena itu, Ibu mengizinkanku untuk menghukum kalian dengan membuat kalian sebagai budakku selama sebulan ini." Tambahnya lagi.
APAA!! WHAT THE HELL!? JADI BUDAKNYA? ORANG SEPERTI KAMI JADI BUDAKNYA? NENEK SIHIR INI BENAR-BENAR PANDAI DALAM MENGAMBIL KESEMPATAN RUPANYA ! TAPI, AKU TAK BISA MEMBANTAH JUGA, KARENA IBU TELAH MENYETUJUINYA. SIAL! SEPERTINYA BULAN INI AKAN MENJADI BULAN TERBURUK DALAM HIDUPKU. ~ Batin Ace dan Lucas
" Mohon bantuannya ya, Ace, Lucas hehehe."
" Hahaha, tentu saja..." Jawab Ace dengan senyum palsu di wajahnya.
" T-tidak masalah bagiku " Jawab Lucas seolah tak terbebani.
***
Renata Pov~
" Terimakasih untuk hari ini bu, aku akan pulang dulu kalau begitu~" Aku berpamitan pada Nyonya Liston yang ada di sampingku sambil memegang tangannya dengan bahagia.
" Hmm, hati-hati ya..." Jawab Nyonya Liston sambil mengelus rambutku. Ugh, rasanya seperti disayangi oleh ibuku sendiri.
" Iya bu, aku menyayangimu." Ujarku dan memeluk Nyonya liston sebagai salam perpisahan hari ini.
" Salam untuk Lucas dan Ace ya bu...Aku akan menunggu kehadiran mereka di rumahku, besok~"
" Hahaha, pastinya~ "
***
Keesokan harinya
Lucas Pov~
" Ugh, silau sekali...Siapa yang buka tirainya ya? " Gumamku sambil menyesuaikan diri dengan cahaya ini.
" Huh? Ruth? Apa kau kangen dengan ayah nak? Ingatlah, anak laki-laki tidak boleh manja pada orang tuanya. " Ucapku begitu melihat sosok kecil dari arah datangnya cahaya.
Kemudian, sosok kecil itu mengangguk dan menghampiriku. Ternyata, sosok itu benar adalah anakku, Ruth Liston. Ia kemudian naik ke atas ranjangku dan memelukku dengan erat, seolah-olah mengekspresikan kebahagiaanya.
Tapi kenapa? Hanya hal ini yang terlintas di benakku saat ini. Sebab, Ruth tidak biasanya bermanja-manja padaku seperti anak kecil pada umumnya.
__ADS_1
" Wah tuan Liston, tidakkah kau terlalu keras dalam mendidik putramu satu-satunya? Bagaimana jika ia benci padamu nanti? Sayangilah dia selagi masih kecil, sebab disaat seperti inilah anak-anak perlu kasih sayang yang lebih dari orang tuanya." Celetuk seorang wanita yang ternyata ada di dekat sumber cahaya tadi.
Deg...
What? Bagaimana bisa ada seorang wanita masuk ke kamar laki-laki yang sudah memiliki anak? Kecuali, wanita itu adalah*....
" Nenek sihir? Bagaimana kau bisa masuk ke sini? Apa kau tidak punya malu? " Akupun menyadari bahwa aku sedang bertelanjang dada dan segera meraih selimutku untuk menutupinya.
" Aish..Tuan Liston, tak perlu malu seperti itu denganku. Lagipula, badanmu tidak buruk juga kok~" Ujarnya dengan nada menggoda dan mengedipkan sebelah matanya
Hiyyy! Dasar perempuan gila yang mesum
" Apa suamimu tak akan marah jika mengetahui hal ini hah? " Tanyaku dengan maksud membuatnya sadar bahwa dirinya tak boleh seperti ini lagi.
Huh? Kenapa tiba-tiba ekspresi wajahnya berubah? Ohhhh, aku mengerti....
" Hahaha, Apa suamimu akhirnya marah dan menyesal telah menikahimu? "
" Sembarangan saja kau kalau bicara! Lagian, aku akan memastikan dia tidak menyesal kok! " Belanya dengan tegas.
" Sudahlah, tak perlu dipastikan juga dia pasti sangat menyesal. Dasar! Kalian itu seperti pasangan yang dijodohkan saja. Suamimu tidak menyukaimu, Kalian sering bertengkar, Kau sering tinggal sendirian, jangan-jangan....suamimu tak ingin kau tinggal bersamanya ya, hahaha....Lucu sekali." Ucapku melantur.
" Kau...Apa maksudmu berkata seperti itu?! Apa kau pikir kehidupan pernikahanku seburuk itu hah?! " Elak Renata pada perkataan Lucas.
What? Apa dia marah karena aku melantur hal-hal tak jelas mengenai suaminya?
" Hei..hei...Kenapa kau tumben sekali cepat marah sih? Lagian, aku kan cuma bercanda saja. " Ujarku berusaha meluruskan kesalahpahaman.
" Ck! Apa kau pikir itu lucu? Padahal, aku kesini dengan niat baik untuk memenuhi janjiku pada Ruth. Aku berjanji untuk menemani Ruth jalan-jalan denganmu ke tempat yang seru."
Astaga! Sepertinya aku sudah melakukan kesalahan pagi-pagi begini dan sepertinya hal itu menyakiti hatinya.
" Baiklah, aku minta maaf soal itu....Jadi, bisakah kau keluar dulu dengan Ruth, dan membiarkanku untuk bersiap-siap? " Tanyaku berusaha tidak menyinggungnya lagi.
" Emm.." Renata menggangguk dan menggendong pergi Ruth yang ada di sebelahku.
" Jangan bersiap-siap seperti cewek ya,Tuan Liston! Aku paling tidak suka menunggu lama! Dan semua itu karena ulahmu yang membiarkanku menunggu ber jam-jam di luar sana." Keluhnya dengan kesal padaku.
" Iya, dasar cerewet ! "
__ADS_1
BERSAMBUNG