
Eps 16~
Hai para readers....tetap semangat ya🤭
dan tunggu terus kelanjutan dari Left Time✌
.
.
Brak !!!
Renata langsung bergegas untuk melihat apa yang terjadi pada pintunya. Ia sempat terkejut melihat sosok dibalik kekacauan itu
"Lucas !?"
***
Renata Pov~
"Jadi, kau kemari hanya karena khawatir Ruth menghilang? " tanyaku jengkel. Pintu rumahku yang tadinya berdiri kokoh, kini penyok akibat dobrakan pria ini.
" Ck, kau tidak pernah tau bagaimana kekhawatiran seorang ayah ketika putranya tidak ada di rumah." Tungkasnya tanpa merasa bersalah.
" Lalu? Bagaimana denganku? Disini, akulah pihak yang paling dirugikan, tau !!!!" Jawabku dengan kesal.
" Itu salahmu sendiri nona. Kaulah yang membawa anakku dan membuatku khawatir. Jadi, ini tidak sepenuhnya salahku." Jelas Lucas dengan santai.
" Apa kau bilang? Dasar Lucas sialan!!! "
" Kaulah orang yang tidak mengerti situasi saat ini.
Pertama, ibumu pergi menemui teman-temannya selama dua hari. Kedua, dia meliburkan banyak pelayanmu dan menitipkan Ruth padaku. Ketiga, aku menjaga Ruth dengan sepenuh hati dan tidak menculiknya atau apalah yang kau pikirkan itu. Dan yang terakhir, kau malah menghancurkan pintu rumahku !? "
" Itukah balasanmu kepadaku? Bahkan setelah aku menjaga anakmu yang berharga. Cih, tidak tau diri "
Jelasku panjang lebar sambil melotot kepada Lucas dan menunjuk nunjuk wajahnya.
" Ck, dasar cerewet !!! " Balasnya singkat.
" Biarin....." Tungkasku tak peduli.
" Sekarang, rumahku dalam keadaan tidak aman untuk dijadikan tempat tinggal. Bagaimana caramu bertanggung jawab, Tuan Lucas Liston yang terhormat? " Imbuhku seraya mengejaknya.
Untung saja Ruth sudah dibawa oleh pelayan kediaman Liston. Kalau tidak, dia akan menyaksikan kelakuan ayahnya yang tidak bertanggung jawab ini. Semua ini sungguh tidak baik untuk dilihat anak seimut Ruth. Dia harus jadi pria yang baik kelak, tidak seperti Si-Lucas ini.
" Aku akan panggilkan tukang untuk memperbaiki semua ini besok. Untuk sekarang, tinggallah di Kediaman Liston dulu. Kau boleh kembali saat pintu rumahmu sudah diperbaiki." Ujar Lucas sambil menatap kerusakan pada daun pintu yang hampir copot.
__ADS_1
" Lagipula, pintu jenis apa ini? Kenapa mudah sekali rusak? Pastinya, ini adalah jenis pintu murahan." gumam Lucas sambil memegang dagunya. Tetapi, gumaman tersebut masih bisa terdengar oleh ku, karena Lucas memang hanya mengecilkan sedikit dari volume suaranya yang sebenarnya.
Aku dibuat sangat kesal, sampai-sampai aku harus menggertakan gigi-gigiku.
" Siapa yang sudi tinggal di rumahmu? Kau pikir aku mau hah? Pesankan aku sebuah kamar hotel berbintang lima didekat sini !!! Kau akan ku bunuh jika tidak melakukannya sekarang juga." Ujarku dengan penuh api emosi yang memancar.
" Kau pikir aku juga mau kalau kau menginap di rumahku? Aku hanya melakukannya karena aku bertanggung jawab atas kejadian ini. Asal kau tau saja, aku benci saat ada wanita asing dirumahku."
Aku hanya diam dan malas menanggapi ucapan pria didepanku ini lagi.
" Tunggulah sebentar, aku akan mengambil mobilku dan mengantarmu ke hotel." Ucap Lucas yang kemudian pergi menuju ke arah rumahnya.
Tu-tunggu, dia sendiri yang akan mengantarku hotel?
Apakah orang lain tidak akan salah paham mengenai kami nanti?
Cih, mengapa aku peduli? Dia nya saja sama sekali nggak mikirin tentang hal itu. Kalau aku sih, nggak masalah dianterin siapa aja.
Lucas Pov~
Sial !!! mengapa aku bilang akan mengantarnya sih? Apalagi, aku mengendarai mobil yang sama dengan yang saat itu. Semoga saja, dia sudah melupakan saat aku menciumnya di mobil ini.
TINNN....TINNN......
Aku menekan klakson mobilku beberapa kali. Siapa yang peduli jika ini sudah malam dan tetangga lain akan terganggu? Aku suka sekali melihat wajah kesalnya Renata saat dia merasa diperintah olehku.
Tunggu, apa aku barusan bilang suka? tidak..tidak..aku tidak suka kepadanya. Aku hanya senang saat menjahilinya.
Pft...lihatlah wajah kesalnya itu. Sungguh reaksi yang memuaskan dari seorang bernama Renata.
Astaga, sadarlah Lucas....jangan terlalu memparhatikannya. Nanti, dia malah kira aku suka lagi sama dia. Lagipula, suami orang ini kemana coba? Masa dia ditinggalkan oleh suaminya.
Brak...
Dia menutup pintu mobil dengan sangat kasar. Sepertinya, dia sangat marah saat ini. Aku hiraukan saja lah, lebih baik aku segera terlepas dari orang ini.
Di Tengah-tengah perjalanan
Author Pov~
Renata kini sedang duduk diam di dalam mobil Lucas sambil mengamati jalanan yang mereka lewati. Tiba-tiba saja, sebuah memori terlintas di pikirannya. Tanpa pikir panjang, ia langsung mencurahkan pikirannya itu kepada Lucas.
" Eh, Lucas " Renata menoleh ke arah Lucas
" Hmm, apa kau mau ke kamar kecil hah? " Ejek Lucas.
" Tidak..tidak..bukan itu. Kau ingat tidak, kemarin-kemarin kau pernah menciumku di mobil ini." Tanya Renata.
__ADS_1
Deg...
Sial ! Ternyata dia masih mengingatnya. Aku harus pintar-pintar mengelak, karena kejadian itu sungguh memalukan bagiku. Bagaimana bisa Seorang Lucas Liston mencium istri orang? Benar-benar memalukan!
" Masa sih? Mana mungkin aku sudi mencium bibirmu yang penuh kotoran itu! " Elak Lucas.
" Aish, kau jangan pura-pura lupa begitu tuan. Aku bahkan masih ingat rasa dari bibirmu itu, sungguh empuk dan kenyal. Aku bahkan ingin menggigitnya tau! "
" Jadi, kau jangan melupakannya oke? Coba ingat-ingat lagi. Kau harus ingat karena itu adalah ciuman pertamaku. Aku bahkan bersyukur karena orang pertama yang menciumku setampan dirimu." Jelas Renata panjang lebar.
Blush...
Pipi Lucas memerah.
Bagaimana bisa ia mengatakannya dengan terus terang begitu? Apakah ia tidak punya malu? Dia bahkan masih mengingat rasa bibirku? Apa-apaan maksudnya? Dia pasti sedang mencoba menggodaku saja.
Meskipun berulang kali mencoba tidak salah paham akan perkataan Renata. Pipi Lucas tetap saja memerah dan tak kunjung padam. Dengan terpaksa, perjalanan mereka diisi dengan Lucas yang hanya diam dengan pipinya yang memerah. Dan Renata yang mengocehkan segala hal yang ada dipikirannya saat itu, kepada Lucas.
Castle Hotel ~
Setelah perjalanan mereka yang cukup lama, akhirnya mereka tiba di hotel yang akan ditempati Renata.
Mobil milik Lucas kini telah terparkir di area parkir yang sudah disediakan pihak hotel. Tentunya ia tidak akan memarkirkan mobilnya di tempat regular, melainkan tempat parkir VVIP.
Dengan segala pesona yang dimilikinya itu pun, Lucas segera turun dari mobilnya. Ia berjalan dengan percaya diri dan berwibawa layaknya seorang pemimpin.
" Oh, lihatlah gaya berjalannya yang angkuh itu. Apa dia berpikir bahwa ini hotel miliknya? " gumam Renata dengan pelan.
" Hey, orang aneh ! Apa yang kau tunggu lagi? Ayo cepat masuk ! " Titahnya pada Renata dan terus berjalan tanpa melambatkan langkahnya.
" Iya, tunggu aku bodoh ! " Renata segera menjauhi area parkir dan berjalan mengikuti arah Lucas pergi.
" Hey! Tunggu aku! " Renata yang mulai tertinggal kini berlari mengikuti langkah kaki lenjang milik Lucas.
Dasar pria sialan !!!
.
.
.
.
BERSAMBUNG...
__ADS_1
Ruth Liston👆 ❤
Balitanya daddy Lucas, umurnya baru 4 tahun, rambutnya blonde mirip mamanya. Tapi, mamanya siapa? Kasian dedek Ruth ditinggal mamanya😭