Wonderful Left Time

Wonderful Left Time
Meminta Saran?


__ADS_3

Renata POV~


Apa aku langsung bertanya saja ya pada Ace dan Lucas? Lagipula, mereka sedang dalam keadaan tak bisa melawanku dan mereka juga pasti menurutiku kan.


" Ace, Lucas, aku ingin menanyakan sesuatu pada kalian."


Ace dan Lucas yang tadinya sedang fokus pada makanannya pun menoleh ke arahku.


" Ada apa? " Tanya mereka dengan nada malas.


Hei-hei, apa kalian segitu malasnya meladeniku? Harusnya, kalian itu bersyukur dapat menjadi budakku selama sebulan ini. Kan, kalian jadi tidak perlu repot-repot bekerja, dan melayaniku saja, hahaha.


" Aku ingin membuat kafe! " Seruku dengan tegas. Sayangnya, Lucas dan Ace tidak dapat merasakan ketegasanku itu dan hanya mengiraku bermain-main.


" Oh..." Jawab Ace.


" Apa kau bercanda? " Tanya Lucas.


" Hei-hei-hei, tidakkah kalian berdua terlalu meremehkanku? Aku ini sedang serius tau! Aku benar-benar ingin membuka kafe sebagai usahaku. Kalian juga tau kan? Kalau aku ini tidak ada pekerjaan. Jadi, aku memutuskan untuk menjalankan sebuah kafe. Bagaimana menurut kalian? "


"....."


Setelah penjelasanku yang panjang lebar inipun, Ace dan Lucas tetap tidak bereaksi dan malah melanjutkan makanannya.


Hah...mau kujelaskan bagaimanapun juga, sepertinya mereka berdua tidak akan pernah percaya padaku. Membuat orang kesal saja!


BRAK!!


" Ace! Lucas! " Kali ini aku memanggil mereka dengan memukul meja sebagai penambah aksi keseriusanku. Merekapun menelan makanan yang masih dikunyahnya dan mulai memperhatikanku lagi.


" Hei! Apa kau sudah gila ya Renata?" Bisik Lucas padaku.


" Dasar Renata bodoh, orang-orang kan jadi melihat kemari ! " Bisik Ace yang kesal sambil memutupi wajahnya dengan telapak tangannya. ( Dasar Artis yang penuh pencitraan! )


" Mangkanya dengarkan aku! Dasar budak yang tak patuh! " Balasku tak kalah kesal dan melanjutkan pembahasanku mengenai kafe.


" Jadi, kalian akan membantuku untuk mendirikan kafe yang kusebutkan tadi. Kau! ( aku menunjuk ke arah Lucas) nanti kau harus membantuku memilih lokasi kafe yang tepat dengan harga yang termurah. Memilih dekorasi, menyurfei bahan-bahan untuk kafe-ku dan lain-lain.


Sedangkan kau! ( aku beralih menunjuk ke arah Ace ) Kau akan menjadi media promosiku, hehehe. Kapan lagi aku akan mendapat artis terkenal untuk mempromosikan kafeku dengan gratis begini. Hehehe.....


Dan kau! ( aku menunjuk ke arah Ruth yang kaget sebab aku tiba-tiba memukul meja) Astaga! Ruth sayang.. maafkan ibu karena tiba-tiba mengagetkanmu ya? Apa Ruth mau membantu ibu juga? "


Ruth kecil hanya mengangguk dengan antusias sebagai balasan dari pertanyaanku.


" Bagus...Nanti, Ruth bisa jadi pelanggan pertama ibu Renata oke? Kau harus menghabiskan semua uang ayahmu untuk belanja di kafe ibu Renata, hehehe."


" Iya! Ruth akan belanja yang banyak! "

__ADS_1


" Aaaa Ruth sayang... sini ibu peluk." Aku memeluk dan mengelus rambut Ruth kecil yang imut.


" Ck, dasar licik! " Gumam dua orang yang tidak setuju dengan rencanaku.


" Biarin! "


" Ruth sayang, lanjutkanlah makananmu sampai habis oke? "


" Oke bu! "


●●●


Kediaman Liston~


Kami semua kembali ke kediaman Liston setelah Ruth kelelahan dan tertidur selama perjalanan pulang. Malaikat kecilku ini sepertinya kelelahan karena bermain. Dia bahkan tersenyum disaat tidurnya, ugh...lucu banget.


Karena Ruth tertidur di pangkuanku, aku langsung turun dari mobil secara perlahan begitu sampai dirimahnya. Aku langsung menuju ke kamar Ruth untuk menidurkannya, dan kembali lagi ke bawah untuk berbincang dengan Ace dan Lucas.


" Hei, aku ingin curhat dengan kalian..." Ujarku sebelum duduk di sofa bersama dua orang yang telah menungguku.


" Hoo...apa-apaan nada bicaramu itu? Apakah ini benar-benar Renata? " Goda Ace.


" Apakah aku akan mendapat uang dengan mendengar semua ocehanmu itu? " Ketus Lucas.


" Oh, ayolah! Apakah ini sikap Budak terhadap Majikannya? " Lucas dan Ace tiba-tiba memasang wajah kesal yang seolah-olah dapat meledak kapanpun.


" Jadi, aku akan bercerita saja lah....tidak peduli kalian memanggapai atau tidak. Setidaknya, kuping kalian itu masih bisa mendengarkanku kan? "


" Huft... Apa kalian tau kenapa aku balik ke sini lagi?"


" ...."


" Kevin menyuruhku kemari dan katanya dia perlu waktu untuk sendiri, huhuhu. Aku harus bagaimana?"


" Pft.." Ace dan Lucas menahan tawanya. Sepertinya, mereka sangat bahagia mengetahui penderitaanku.


" Cih, jangan sok-sok menahan tawa deh... Katakan saja pendapat kalian! Atau setidaknya, bertanyalah padaku! Tanyakan aku apa saja! "


" Hahaha, baiklah... sebenarnya mengapa suamimu mengusirmu Lagi? " Tanya Ace.


" Yah..I-itu sebenarnya, ya.. kau tau? Aku menolaknya."


" Menolak? " Tanya Lucas tiba-tiba.


" Hem...Sebenarnya, aku menolaknya disaat dia ingin melakukan itu..hehehe. Dan sekarang, aku tidak tau harus bagaimana."


" Hahahaha, aku tak habis pikir padamu. Bagaimana kau bisa menolak suamimu sendiri coba? hahaha... Berdoalah agar suamimu tak menyesal karena telah menikah denganmu." Cemooh Lucas padaku.

__ADS_1


" Ckckckck, aku kasihan pada suamimu. Pasti sulit sekali untuk menahannya selama ini."


Blush...


Wajahku memerah karena perkataan kedua orang ini.


" B-benarkan? Aku tidak menyangka dia akan begitu."


" Cih, memangnya kau tau apa? Kalau aku jadi kau, aku pasti akan langsung meminta maaf padanya."


" Minta maaf..." Gumamku sambil berpikir.


Apa aku saja ya yang mencari Kevin duluan dan meminta maaf? Lagipula, aku tak bermaksud melolaknya pada saat itu. Aku hanya tak ingin memiliki anak pada hubungan ini.


●●●


Rumah Renata~


Sepulangku ke rumah, aku langsung membersihkan badanku dengan harapan pikiranku juga akan ikut bersih. Tapi sayangnya, pikiranku berkata lain dan terus menghantuiku. Akupun memutuskan untuk tidur dan melupakan semua hal yang kupikirkan.


Urgh...pikiranku benar kacau! Dasar Kevin sial*n, berani-beraninya kau memenuhi pikiranku. Sekarang, aku bahkan tidak bisa tidur dengan tenang karena memikirkanmu. Membuat orang merasa bersalah saja!


Aku menatap langit-langit kamarku dan menoleh ke samping. Disana, aku melihat ponselku tergeletak bersama tas dan make-up ku.


*Huh, tunggu dulu....Ponsel! Itu dia! Aku akan menelfon nenek dan menanyakan keadaan Kevin. Kalau bisa, aku juga akan menanyakan keberadaannya pada nenek.


Bagaimanapun juga, aku harus mencari Kevin dan meminta maaf padanya. Pokoknya, pikiranku ini harus kembali jernih dan tidak dipenuhi olehnya*.


Dengan langkah yang berat, akupun mengambil handphoneku dan mulai mencari kontak si-nenek penyelamat. Akupun menelfonnya....


" Halo nek."


" Oh, Renata sayang! Ada apa menelfonku malam-malam begini? "


" Sebenarnya, Kevin selalu memenuhi pikiranku belakangan ini nek. Jadi, aku bermaksud untuk menanyakan kabar sekaligus keberadaannya. Setelah aku pikirkan lagi...kejadian memarin bukanlah kesalahan Kevin sepenuhnya. Jadi, yang ingin aku bilang adalah aku ingin mencarinya dan meminta maaf padanya nek! "


" Hahaha, nenek suka sekali dengan semangatmu ini. Besok jam sembilan, datanglah ke villa nenek. Bawa semua barang yang kau perlukan untuk menemui Kevin. Nenek sendiri yang akan mengantarmu ke sana besok."


" Hah!? Benarkah nek? "


" Iya."


" Baiklah, aku akan bersiap-siap! Terimakasih nek, aku menyayangimu."


" Hahaha, baiklah. Kalau begitu, nenek tutup telfonnya ya... "


" Iya, selamat malam nek."

__ADS_1


BERSAMBUNG


__ADS_2