Wonderful Left Time

Wonderful Left Time
Serumah dengan selingkuhan


__ADS_3

Eps 20~


Hai para readers....tetap semangat ya🤭


dan tunggu terus kelanjutan dari Left Time✌


***


" Ck, dasar kau ini. Naikkan kepalamu itu ! Kita akan makan siang dibawah. Semuanya sudah siap sedari tadi " Ujar Kevin dengan sok tegas. Padahal, ia sedikit gemas melihat tingkah Renata.


" Hmm, baiklah..."


***


Author Pov~


Kevin dan Renata akhirnya turun bersamaan menuju ke meja makan. Ternyata, disana sudah ada seseorang yang duduk dan menunggu kedatangan kami.


Siapa ? ~ batin Renata


Renata tidak bisa mengenali sosok perempuan tersebut, karena ia duduk membelakangi arah mereka datang. Karena begitu penasaran, Renata beralih menatapi Kevin berharap ia akan memberi tahu dirinya, siapa perempuan itu.


Seolah-olah tau maksud dari tatapan Renata, Kevin langsung berkata,


" Ck, apa kau tidak bisa menunggu kita sampai di meja makan itu dan melihat wajahnya langsung? "


" Oh, jadi aku mengenalnya ya? " Tanya Renata sambil menunjuk dirinya sendiri.


" Hmm begitulah, ternyata kau cukup pintar juga ya untuk memahami ucapanku." Puji Kevin pada Renata.


" Mengapa aku merasa bahwa pujianmu itu adalah hinaan untuk ku ya? Apa kau pikir aku sebodoh itu? " Ujar Renata yang menghentikan langkahnya di salah satu anak tangga yang sedang mereka lewati.


Kevin tidak memperdulikan Renata yang berhenti tiba-tiba dan terus berjalan hingga tiba di meja makan. Kemudian, Kevin menarik salah satu kursi yang terletak didekat perempuan itu dan duduk disana.


Dasar, suami macam apa coba yang seperti itu pada istrinya sendiri? ~ batin Renata


Renata kemudian menyusul Kevin dan tiba di meja makan. Sebenarnya, Renata ingin mengomeli Kevin dan marah-marah disini karena ia ditinggal begitu saja oleh Kevin. Tetapi, ia teringat dengan tujuan awalnya ke meja makan ini. Yaitu, untuk melihat siapa perempuan yang tengah duduk dengan suaminya. Seketika, Renata menoleh pada perempuan itu dan begitu terkejut setelah mengetahui wajah familiarnya.


" Calista ? Kyaaa!! Akhirnya kita ketemu lagi." Ucap Renata kegirangan dan memeluk Calista.


" Cup,cup,cup...Iya sayang, aku ada disini." Sahut Calista sambil menepuk-nepuk pundak Renata yang tengah memeluknya.


" Aaa, aku seneng banget sumpah. Akhirnya, aku ada temen perempuan untuk diajak bicara biar nyambung." Ujar Renata.


Ya Lord, Apa aku ini transparan? Mereka berdua asyik mengobrol seolah-olah aku tidak ada di dunia ini. Aku ini siapa? Aku dimana? Aku itu apa? ~ batin Kevin


" Ekhem, istriku...Bisakah kau selesaikan acara makan siangnya terlebih dahulu?" Tanya Kevin untuk membubarkan obrolan Renata dan Calista yang terlihat seperti tiada habisnya.


" Hmm " Balas Renata dibarengi dengan anggukan.


***

__ADS_1


Begitu acara makan siang selesai, Renata langsung berdiri dari bangkunya dan menghampiri Calista.


" Calista, Ayo kita kekamarku." Ajak Renata dengan semangat dan menyodorkan tangannya ke Calista sebagai bentuk ajakan.


" Hmm." Calista mengangguk dan memakan suapan nasi terakhirnya.


" Eh, sebentar dulu." Renata tiba tiba berhenti dan beralih pada Kevin.


" Suamiku sayang~Boleh ya, kalau Calista tidur di kamarku." Rayu Renata dengan nada manja dan puppy eye nya.


Glek...


Kevin meneguk ludahnya, ia khawatir jika Calista bermalam bersama Renata, ia akan menceritakan semua kedok dan kebohongannya.


Kemudian, Kevin menatap Calista untuk mengisyaratkan agar dia tidak menceritakan apapun pada Renata. Tatapannya itu pun, dibalas Calista dengan tanda oke yang dibuat menggunakan jarinya.


Huft...Kevin menghela nafas lega.


" Baiklah, tapi kau tidak boleh macam-macam dengan Calista."


" Tentu saja. Lagipula, apa yang bisa kulakukan terhadap wanita cantik itu ?" Jawab Renata seraya menggoda Kevin dan mengedipkan matanya.


Tiba-tiba saja, Kevin menjadi kesal karena Renata tidak cemburu sedikitpun dengan kehadiran Calista.


" Sudah..sudah..cepat pergi sana ! " Titah Kevin dengan nada kesal.


" Siap Tuan Kevin William ! " Balas Renata dan memberi hormat pada Kevin.


Di sisi lain~


Lorong Rumah Sakit~


" Aw..aw..aw..berhenti mah. Nanti kalau ada yang lihat gimana? Masa CEO dari Liston company dicubitin sama mamanya? " Ringis Lucas yang dicubit oleh Nyonya Liston.


" Ihhh, habisnya mama kesel banget sama kamu !!" Seru Nyonya Liston yang kemudian menjitak kepala Lucas dari belakang.


" Aduh, sakit mah. Aku janji deh nggak ngulangin lagi." Pinta Lucas pada mamanya.


" Ck, nggak bisa dimaafkan. Mama nggak pernah ngajarin kamu untuk melukai wanita Lucas ! "


" Bagaimana bisa kamu sama Ace tega mukulin Renata? Dia itu, satu-satunya wanita yang cocok jadi menantu mamah. Paham nggak? " Tanya Nyonya Liston yang hanya dibalas anggukan oleh Lucas.


" Kalau Renata nggak mau ketemu kalian lagi gimana? Dia pasti sedang ketakutan saat ini. " Ujar Nyonya Liston khawatir.


" Tenang aja mah. Aku yakin cewek gila yang mama sebut sebagai wanita itu baik-baik aja." Jawab Lucas sambil memutar kedua bola matanya.


Pletak...


" Hisss...Kenapa dijitak lagi sih ma ? Aku udah bilang ini sakit. Apalagi Renata juga mukulin aku disiti." Rengek Lucas.


" Denger ya Lucas, semua cewek itu pasti rapuh. Jadi, Renata juga pasti sedang menderita saat ini."

__ADS_1


" Mama nggak mau tau, pokoknya kamu harus minta maaf ke Renata tepat didepan mata mamah ! " Titah Nyonya Liston.


Lucas hanya bisa pasrah mengikuti perkataan ibunya yang marah itu.


" Iya, iya nanti aku minta maaf ke Renata. LANGSUNG DI DEPAN MAMA." Sahut Lucas penuh penekanan.


" Nah, ini baru anak mama." Puji Nyonya Liston sambil mengelus rambut putranya itu.


Tanpa mereka sadari, Ace Morgan berada tepat di belakang mereka dan melihat semua kejadian memalukan itu.


" Pft, hahaha dari dulu kau itu emang anak mami ya bro? " Celetuk Ace yang didampingi sekertarisnya.


Lantas, kedua orang yang ada didepannya itu langsung menoleh ke belakang.


" Ace? Dasar begundal, nampaknya kau belum puas ku hajar ya bocah? " Remeh Lucas pada Ace.


" Benarkah? Berati kau juga belum puas juga dong mendapat pukulanku ? " Sahut Ace yang malah jadi pertanyaan.


" Tentu saja, haruskah kita lanjutkan ini? " Balas Lucas dengan posisi siap untuk berkelahi lagi.


" Didepan mama? " Tanya Ace sambil melirik ke arah Nyonya Liston.


" Kau takut ? " Remeh Lucas.


" Nope, tentu tidak ! " Balas Ace yang mulai mengambil posisi untuk bertarung lagi.


" Sudah..sudah..Kalian berdua sudah bonyok begitu juga. Masa kalian mau saling jotos sampe muka kalian nggak dikenali lagi? "


" Besok mama akan minta Renata untuk ke rumah. Jadi, pastikan kalian sudah kumpul di rumahku pada saat itu. Mama mau kalian minta maaf secara langsung kepadanya." Sambung Nyonya Liston yang beranjak meninggalkan mereka berdua dan sekertaris Ace disana.


Setelah Nyonya Liston berbalik, Ace menyenggol Lucas dan berbisik padanya.


" Well, sepertinya kita salah menilai Renata."


" Kau benar Ace, pukulannya tadi benar-benar mematikan" jawab Lucas dengan berbisik juga.


" Hmm, badanku sakit semua."


" Aku juga "


Mereka berjalan bersama dan mulai meninggalkan UGD rumah sakit ini ke mobil masing masing.


Kamar Renata~


Renata menceritakan semua kejadian perkelahiannya dengan Lucas dan Ace pada Calista yang tengah menemaninya. Renata juga menceritakan bagaimana ia meninju habis dua orang yang meremehkannya itu. Sementara, Calista hanya bisa terkagum-kagum mendengar pengalaman Renata itu.


Calista memandangi tubuh Renata,


Bagaimana bisa lengannya itu menghajar dua pria sekaligus? Dia bahkan tidak menceritakan rasa sakitnya. Apa dia malu ya, menceritakan jika dia kesakitan?


Calista tersenyum, Renata terus menerus menceritakan betapa heroiknya dirinya itu sampai mereka berdua akhirnya tertidur di kamar Renata yang nyaman.

__ADS_1


BERSAMBUNG


__ADS_2