
Eps 15~
Hai para readers....tetap semangat ya🤭
dan tunggu terus kelanjutan dari Left Time✌
.
.
Jeng Jeng....
Sekarang, Renata sedang berada dalam keadaan yang berantakan. Dia baru saja bangun tidur dan sedang bermalas-malasan di kasurnya yang sangat nyaman, hingga tak dapat memisahkan badannya dari sana.
Drttt....drtt....
" Lho? Siapa yang menelfonku pagi-pagi begini " Gumam Renata sambil mengulurkan tangannya untuk meraih handphonenya.
Kediaman Liston?
" Hallo? "
" Halo nona, maaf mengganggumu. Tapi, jadwal pertemuan nyonya berubah jadi jam 9. Jadi, ia sedang bersiap-siap sekarang dan...bisakah nona datang sekarang? Nyonya bilang, nona sendiri yang akan menjaga tuan muda Ruth."
" Um...tapi, bisakah kau menunggu sebentar? Aku akan segera kesana begitu aku sudah siap."
" Tentu saja nona."
" Baiklah, kalau begitu...aku tutup telfonnnya ya."
Tut...
"Agrhhh....Padahal aku ingin bermalas-malasan hari ini. Dasar mulut terkutukku ini, sukanya membuat janji sembarangan dengan mudah."
Dengan malasnya, Renata berjalan menuju kamar mandi dan membersihkan dirinya yang begitu berantakan. Usai ia membersihkan diri, dengan segera ia memilih baju untuk dikenakan. Saking malasnya, ia hanya mengambil baju yang berada paling dekat dengannya lalu menyisir rambutnya.
Dan...Renata kini berada di depan gerbang kediaman Keluarga Liston. Dirinya sudah berbeda 180° dari Renata yang tadinya berantakan dan malas, menjadi Renata yang rapih dan semangat. Meski semangatnya masih dibuat-buat sih....Ia tentunya tidak ingin meninggalkan kesan yang buruk mengenai dirinya itu.
* Kemana perginya tokoh novel kita yang selalu terkesan baik? Ya, Inilah Renata yang sebenarnya. Ia juga memiliki sifat malas akut yang dapat timbul dan hilang kapan saja, sesuai dengan moodnya saat itu.
Baru saja Renata ingin memencet bel, Si Pelayan Rumah itu sudah membukakan gerbangnya lebih dahulu.
Wow! apa aku diawasi ya? Kok dia bisa tau aku udah dateng?
" Kenapa anda menatap saya seperti itu nona? "
Setelah berpikir sejenak, Si pelayan tau apa yang ada di pikiran nona itu.
" Ohh...aku tau kau sudah datang karena ada cctv kok. Tenang saja, aku bukan peramal "
__ADS_1
" Hehehe, kau tau saja " Jawab Renata malu-malu
" Silahkan masuk nona "
***
" Huh? Kok rumahnya sepi? "
" Iya. Soalnya, nyonya akan pergi selama 2 hari. Jadi, pelayan banyak yang diliburkan. Tuan Lucas juga tidak suka ada banyak pelayan disini."
" Oh..."
" Jadi, langsung saja ya... Ruth ada dimana? "
Tiba-tiba, sesosok anak kecil berlarian menuju ke arahku. Dari caranya berlari,sepertinya ia sedang berada dalam masa aktif seorang balita.
Aww....lucu banget gilak😭
Balita yang diketahui namanya Ruth itu, terus berlari hingga menuju tempat Renata berdiri. Tanpa sengaja, Ruth menabrak Renata dan hampir terjatuh. Untung saja, Renata menangkapnya dengan cekatan.
" Hei, hati-hati kalau berlari cowok kecil " Ucap Renata sembari menggendong Ruth dan menggelitikinya.
Pelayan yang ada disampingnya itu, hanya bengong melihat tuan mudanya yang menyambut Renata. Pasalnya, Ruth biasanya takut mememui orang yang baru dilihatnya. Tetapi, Ruth malah berlari mendatangi Renata seolah-olah ingin memeluknya.
Sebenarnya, selama Renata pindah ke daerah ini. Ia sering berkunjung ke kediaman Liston untuk bercengkrama dengan ibu barunya, yaitu nyonya Liston. Tanpa disadari, Ruth sering mengintipnya dari kejauhan saat ia sedang bermain. Ia senang melihat Renata yang begitu ramah dan dekat dengan neneknya. Rasanya, seperti ia memiliki anggota keluarga tambahan. Jadi, ia tau bahwa Renata adalah orang baik dan tidak ragu menghampirinya.
" Um,kurasa aku akan merawatnya di rumahku saja."
" Ayolah...lagipula, hal buruk apa yang mungkin terjadi jika ia dirumahku? Bahkan rumahku hanya berjarak 10 langkah dari rumah ini."
" Aku mohon🥺 "
" Sigh...baiklah. Tetapi, jika ada sesuatu yang terjadi. Tolong langsung hubungi saya."
" Tentu saja, percayakan lelaki imut ini padaku." Ujar Renata seraya melangkah pergi menuju ke rumahnya.
***
Renata Pov~
*Ugh, aku sudah sampai rumah dan membawa malaikat bersamaku.
Lihatlah dirinya itu, uwu...mataku meleleh melihat kelucuannya, keimutannya, dan tunggu dulu....Aku belum bertanya apakah dia mau tinggal disini. Kalau dia tidak mau bagaimana? Mau tidak mau aku terpaksa harus mengalah dan menginap di kediaman Liston*.
Sekarang, aku menurunkan Ruth dari gendonganku menuju sofa. Kemudian, aku berusaha menyesuaikan tinggiku dengan cara menundukkan badanku. Aku menatap Ruth dan menunggu hingga ia menatapku juga. Sekarang saatnya bertanya!!!
" Ruth...Tadi tante lupa bertanya bagaimana pendapatmu, sayang. Nah...jadi, apakah kau mau tinggal disini bersama tante sampai nenekmu pulang? "
" Jika tidak, tante akan mengantarmu pulang dan tante yang akan menginap disana."
__ADS_1
Mengapa Ruth tidak menjawab? aku jadi gugup begini kan. Semoga saja, dia mau tinggal bersamaku. Hitung-hitung, aku bisa merasakan bagaimana rasanya menjadi ibu dengan anak seimut ini.
Kemudian, Ruth menganggukkan kepalanya untuk menjawabku. Artinya, Ruth telah setuju untuk tinggal bersamaku. Yey..yeah...wow..yes..horay...Aku terharu banget sumpah.
Rasa senangku begitu memuncak, hingga aku tidak bisa menahannya lagi. Akupun menyalurkan kesenangan yang kurasakan dengan memeluk Ruth dengan bahagia sambil menggendongnya berputar-putar. Tak segan, aku juga mencium pipinya yang tembem dan halus itu.
" Selama Ruth tinggal sama tante, Ruth mau nggak panggil tante dengan sebutan mama? " Tanyaku sambil memancarkan mata penuh harapan agar Ruth mau.
" Ma-mama, Ruth punya mama? " Ucap Ruth dengan nada balitanya yang lucu dan wajahnya yang lugu.
😭😭😭🥰😭😭😭
" Tentu saja sayang, sekarang aku adalah mama-nya Ruth."
" Eh, tapi ini rahasia ya....Ruth boleh panggil tante dengan sebutan mama, cuma saat kita berdua aja oke? " Ujarku sambil menyodorkan jari kelingkingku padanya, agar Ruth berjanji.
" Oke mama☺️" Jawab Ruth dan kemudian, ia juga melingkarkan jari kelingkingnya yang kecil pada jari kelingking ku.
Aku tersenyum bahagia,
Setelah janji yang kubuat dengan Ruth, aku mengajaknya untuk menonton film kartun bersama. Kami menonton cukup lama, dengan Ruth yang berada di pangkuanku.
" Apakah kau lapar sayang? Mau mama buatkan sesuatu? " Tanyaku dengan lembut.
" Hmm, Ruth lapar mah....Maukah mama membuatkanku panekuk? "
Ugh...gemas sekali, tidak seperti ayahnya
Aku mengecup kening Ruth,
" Tentu saja sayangku...Ayo, tunggu mama di meja makan, selagi mama membuatkan panekuk untuk Ruth."
Di Sisi lain~
Menjelang waktu dinner, Lucas baru pulang dari kantornya. Ia segera menuju rumah, karena kangen dengan putra kesayangannya yaitu Ruth.
Tetapi, betapa terkejutnya dia ketika menemukan rumahnya sepi dan hanya ada beberapa pelayan tanpa Ruth disana. Dengan khawatir, Lucas menelfon mamanya untuk menenyakan keberadaan Ruth.
Lucas yang mengetahui putranya tengah bersama Renata, langsung bergegas menuju rumah tetangganya itu, untuk memastikan keadaan putra kesayangannya.
Untungnya, Renata belum mengunci gerbang rumahnya hingga Lucas bisa masuk dengan mudah.
Balik Ke Renata dan Ruth
Renata dan Ruth sedang bersenang-senang memakan panekuk buatan Renata. Kemudian, mereka dikejutkan dengan bunyi dobrakan pintu rumah.
Brak !!!
Renata langsung bergegas untuk melihat apa yang terjadi pada pintunya. Ia sempat terkejut melihat sosok dibalik kekacauan itu
__ADS_1
" Lucas !?"
BERSAMBUNG....