
Eps 14~
Hai para readers....tetap semangat yaðŸ¤
dan tunggu terus kelanjutan dari Left Time✌
.
.
.
***
Masih di tempat sama, Renata, dan Calista sedang duduk berhadap-hadapan.
" Hahahaha " Suara tawa dari kedua wanita, yaitu Renata dan Calista.
" Kau bisa saja Renata, bagaimana bisa coba mereka melakukan hal yang hampir sama? " Tanya Calista.
Throw back~
" Kalau begitu, aku akan duduk disini nona Calista, terimakasih atas izinya." Sahut Renata dengan ramah.
Drttt.....drtt.....
" Oh, maaf. Sepertinya ini penting. " Ujar Renata yang kemudian mengambil handphonenya.
Secara tidak sengaja, mata Calista tertuju pada layar handphone milik Renata yang bergetar.
Orang yang menelfonnya ACE MORGAN ?! Bagaimana bisa ?
Kemudian, Renata menutup telfonnya dan kembali fokus pada pertemuan itu.
Calista yang kelewat penasaran,ingin menanyakan tentang orang yang menelfon Renata pada Kevin. Tetapi, Kevin sedang menemui salah satu rekan bisnisnya yang menginap di hotel ini. Ia pergi disaat mereka sedang memilih menu makanan yang akan dipesan. Jadi, Calista memutuskan untuk menanyakannya sendiri.
" Akhem, siapa yang menelfonmu ? Kok tulisannya Ace Morgan ? "
" Oh, dia tetanggaku di rumah yang dibelikan Kevin " Jawab Renata tanpa rasa ragu.
" Selingkuhan ? " Tanya Calista dengan tatapan mengintimidasi
" Bukan....Kalau kamu, baru selingkuhan. Dia cuma mau mengganguku saja. Lagipula, dia sangat kekanak-kanakan dan cukup nyaman juga sih diajak bicara " Sahut Renata Blak-blakan.
" Wah, kamu tidak kenal takut ya? Bagaimana kalau Kevin mengetahuinya ?"
" Itu kan salahnya. Siapa suruh minta aku tinggal sendiri di rumah itu. Kan begini jadinya. "
__ADS_1
Karena Renata menjawab semua pertannyaan yang diberikan Calista dengan tenang. Calista jadi tidak curiga padanya dan merasa semua omongan yang dikatakan Renata benar.
" Oh, tadi kau bilang Ace Morgan seru kalau diajak bicara. Bisa certiakan lagi ? "
" Tentu saja "
Pada akhirnya, mereka berdua membicarakan Ace Morgan hingga berujung pada Lucas Liston. Calista juga menceritakan beberapa pengalamannya disaat berpacaran dengan Kevin. Sekarang, mereka lebih terlihat seperti sahabat yang sedang curhat dibanding seperti istri bertemu selingkuhan suami.
Throwback end ~
" Hm...kenapa Kevin lama sekali ya ? " Tanya Renata.
" Wah...wah...Renata, kau sekarang terdengar seperti istri sejati " Goda Calista.
" Pft...Kau bisa saja Calista. Bagaimanapun juga, kaulah yang mengenalnya lebih baik dari pada aku "
" Ck, kau ini tidak seru ! Mana ada coba, istri yang biasa aja saat melihat suaminya bersama selingkuhan ? Apa kau bodoh ? " Ejek Calista.
" Aku hanya tidak ingin membuat keributan. Justru, aku sudah siap jika Kevin menjadikanmu istri keduanya. Lagipula kita kan sudah akrab, hehehe " Jawab Renata dengan seadanya.
" Dasar istri bodoh, mana tega aku merebut Kevin dari dirimu " Gumam Calista dengan pelan.
Kemudian, suara langkah kaki mulai mendekat. Kevin yang tadi pergi, sudah kembali dari cakap-cakap dengan klien bisnisnya. Awalnya, mereka berdua belum menyadari kedatangan Kevin dari belakangnya. Kevin terheran-heran melihat kedekatan Calista dan Renata.
Apakah orang itu tidak cemburu melihatku membawa selingkuhan? Ia malah merebut selingkuhanku untuk dijadikan temannya. Dasar wanita aneh ! Berani-beraninya dia tidak cemburu karena ini. ~ Batin Kevin
Mereka bertiga kembali duduk bersama. Kevin yang baru datang, memilih untuk duduk di samping Calista dari pada duduk di samping Renata. Acara makan malam itu, berakhir tanpa ada percakapan lagi dari ketiga pihak.
Begitu mereka berdua sampai, Paman Han langsung menghampiri mereka untuk menyambut kedatangannya.
" Paman! tolong antarkan Renata ke kamarnya." Titah Kevin.
" Eh, tidak usah paman." Tungkas Renata sambil menggoyangkan kedua tangannya tanda tidak mau.
" Aku akan langsung pulang paman, jadinya tidak menginap. Soalnya, aku ada janji sama tetanggaku besok." Ucap Renata sembari melirik ke arah Kevin.
Hm...sepertinya, Kevin kecewa karena aku tidak menginap disini. Sebaiknya aku memberinya hadiah kecil agar dia tidak terlalu kecewa.
Cup..
Renata mengecup pipi Kevin dari samping. Sementara, Kevin terkejut dan menoleh seketika. Kemudian, dilihatnya Renata tengah tersenyum lebar usai mengecup pipinya.
" Jangan marah ya, aku sudah terlanjur janji sama nyonya liston."
Blush..
Pipi Kevin menjadi merah padam setelah mendapat perlakuan dari istrinya itu. Ia sempat terusik karena jantungnya juga berdetak dengan kencang.
__ADS_1
" Ck, kau pikir aku anak kecil apa? " Ucap Kevin seraya mengelap pipinya.
" Pergi saja sana! Kau pikir aku akan peduli padamu?"
" Dan satu lagi, jangan pernah melakukan hal seperti tadi lagi ! Jika kau berfikir aku akan mencintaimu hanya karena itu, maka kau salah besar !"
" Iya..iya..Suamiku ini cerewet sekali " Goda Renata pada Kevin.
" APA KAU BILANG ?! " Tanya Kevin dengan mata yang berapi-api.
" Hiiiiiy, santai aja napa? Kalau gitu, aku pulang dulu ya...Suamiku sayang." Ujar Renata seraya mengedipkan sebeleh matanya dan berbalik menuju ke arah mobil.
" Dasar istri kurang ajar " Gumam Kevin dengan pipi yang masih berwarna merah padam.
" Paman Han, panggilkan supir untuk mengantarnya pulang."
" Baik tuan."
Renata yang sudah di dalam mobil, hanya terkekeh melihat tingkah suaminya itu. Hingga, ia tidak sadar bahwa supir yang akan mengantarnya telah masuk ke dalam mobil.
" Nona, tolong kenakan sabuk pengamannya ya." Ujar sang supir hingga berhasil menyadarkan Renata dari lamunannya.
" Lho? Paman Han? Bukannya, tadi Kevin suruh supir yang biasa buat nganter aku?" Tanya Renata keheranan. Pasalnya, Paman Han adalah orang kepercayaan Kevin. Pastinya, Kevin jauh lebih membutuhkannya dari pada Renata.
Bukannya menjawab Renata, Paman Han malah tersenyum melihat nonanya itu dan menyalakan mobilnya. Perlahan-lahan tapi pasti, mereka meninggalkan Rumah Kevin menuju ke Rumah Renata.
Ditengah-tengah perjalanan, Paman Han melirik Renata yang sedang duduk melihat jalanan yang mereka lalui.
" Kau tau nona, tuan Kevin tersentuh dengan perlakuanmu padanya."
" Hah!? Benarkah Paman?" Tanya Renata tak percaya.
Tetapi, dengan segera Renata menepis pemikirannya itu. Karena, masih terlalu dini jika ingin Kevin jatuh hati padanya.
" Ck, pasti Paman sedang membohongiku kan? Agar aku tidak sedih. Tenang saja paman, aku tidak akan sedih dengan perlakuan Kevin kapadaku. Lagipula, aku yakin hatinya akan luluh perlahan-lahan."
" Iya, kau benar nona. Tuan itu sebenarnya sulit menyadari perasaanya sendiri. Ia selalu beranggapan bahwa setiap orang baik, pasti akan berujung menipunya." Jelas Paman Han.
" Hm...Aku mengerti. Pasti sulit baginya untuk mempercayaiku kan Paman? "
" Oh iya! Aku ingin bertanya sesuatu padamu paman"
" Tanyakanlah nona, aku akan menjawab jika mengetahuinya."
" Paman pasti tau kan, wanita yang ditemui Kevin tadi? Kevin bilang, Calista itu pacarnya selama 5 tahun. Apa menurut Paman, aku merusak hubungan mereka dengan pernikahan ini? Kevin tidak akan membenciku kan? "
" Maaf nona, saya tidak bisa menjawabnya dengan pasti. Yang jelas, saya yakin tuan tidak membenci nona. Mengenai hubungan mereka, kurasa nona akan sedikit kecewa. Pasalnya, sampai sekarang pun nona Calista masih menjadi pacarnya tuan Kevin. Jadi, nona harus berusaha agar tuan tidak direbutnya." Jelas Paman Han.
__ADS_1
" Oh, baguslah aku sudah akrab dengannya. Sekarang, aku tidak perlu khawatir akan terjadi perselisihan antar istri, untuk merebut cinta sang suami" Gumam Renata.
BERSAMBUNG