Wonderful Left Time

Wonderful Left Time
Rencana mencuri hati


__ADS_3

Eps 11~


Hai para readers....tetap semangat ya🤭


dan tunggu terus kelanjutan dari Left Time✌


.


.


.


.


.


.


Author Pov*


Renata mulai memasuki rumah nenek penyelamat dengan mengikuti pelayan yang membukakan gerbang untuknya.


Setelah melewati halaman yang cukup luas, kini Renata berada di dalam rumah nenek itu. Ia sudah sangat kangen dengan si nenek. Bahkan, ia sangat rindu dengan rumah yang penuh kedamaian ini.


" Nenek? kau kah itu ? "


" Iya Renata, kemarilah."


Mereka berdua berpelukan seolah sudah tidak bertemu selama bertahun tahun. Bahkan, mereka berpelukan dengan gembira bagaikan ada alunan musik film yang mengiringinya.


" Dasar lebay !! " Ujar salah satu pelayan yang sudah dianggap keluarga oleh nenek.


" Hahaha.." Mereka melepas pelukannya dan duduk di sofa.


" Ada apa kau kemari nak? "


" Apa kau ingin ramuannya lagi? " Tanya si nenek.


" Tidak nek, aku belum memikirkan tentang ramuan itu." jawab Renata.


" Sebenarnya, aku kesini sehubungan dengan misi yang nenek berikan padaku. " imbuh Renata.


" Hah? misi? misi apa? " Tanya nenek linglung.


Kemudian, Pelayan kepercayaan nenek membisikannya sesuatu agar si nenek ingat akan misi yang diberikannya.


" Oh iya, bagaimana bisa aku lupa? " Sahut nenek pada pelayan kepercayaannya dan kembali menatap Renata.


" Jadi, bagaimana hubunganmu dengan cucuku? Dia itu, dari dulu memang memiliki sifat yang tidak baik. Pasti hubungan kalian memiliki masalah kan? "


Tebakan dari nenek benar-benar tepat, Renata hanya mengangguk untuk menjawabnya.


" Oleh karena itu, aku perlu bantuanmu nek. " Ujar Renata dengan penuh keyakinan di wajahnya.


" Hm...Bantuan untuk apa? " Tanya nenek.


" Aku sudah berencana untuk mendapatkan hati Kevin nek. Jadi, aku perlu bentuan nenek untuk mengetahui apa saja yang disukai dan tidak disukai kevin. "


" Oho...aku suka semangatmu ini."


"Baiklah, mari kita mulai dari makanan kesukaan Kevin........"


" Iya ! " Seru Renata yang sudah siap dengan kertas dan penanya.


.


.


.


.


" Bagaimana? sudah selesai mencatat? "


" Hmm..." Renata mengangguk.


" Apa boleh, aku menginap untuk malam ini nek? " Tanya Renata.


" Tentu saja boleh! Besok, nenek akan menyuruh seorang supir untuk mengantarmu kembali " Sahut nenek dengan antusias.


" Baiklah..."


" Em... sebelum itu nek, aku mau bilang sesuatu padamu"

__ADS_1


" Katakanlah..." Ucap nenek sembari melihat Renata dengan penuh kehangatan.


Kemudian, Renata mendekati si nenek dan memeluknya sembari berkata,


" Aku beruntung sekali bisa dipertemukan denganmu nek."


Nenek itu terharu dengan apa yang diucapkan Renata.


" Tidak, justru akulah yang beruntung bisa menemukanmu Renata "


Mereka berdua hanyut pada pelukan yang dipenuhi kasih sayang itu.


" Sekarang, kembalilah ke kamarmu dan tidur dengan nyenyak untuk esok hari." Ujar si nenek dengan lembut sambil mengelus kepala Renata.


" Baiklah nek, aku sayang padamu. "


" Hm..nenek juga. "


.


.


.


.


Keesokan Harinya~


Renata dan nenek sudah berada di depan mobil yang akan mengantar Renata untuk pulang.


" Sampai jumpa nek, nanti aku akan lebih sering main kesini."


" Benar ! Kau harus sering-sering menemani nenek yang kesepian ini. " Ujar nenek sambil menatap Renata dengan tajam.


" Hahaha..iya iya, mana mungkin aku akan membiarkanmu kesepian nek. " Jawab Renata sambil tertawa.


" Oh iya, nenek ingin menyampaikan sesuatu padamu." Tiba-tiba, pembicaraan mereka menjadi sedikit serius.


" Hm..? Apa itu nek? " Tanya Renata penasaran.


Kemudian, nenek menggenggam tangan Renata sembari berkata,


"Begini Renata...Misi yang nenek berikan itu, tujuannya untuk membahagiakanmu. Jadi, jika misi ini menyakitimu, kau dapat mengakhirinya kapanpun."


Mendengar semua itu, air mata Renata mulai menampakkan diri dan membasahi pipinya.


" Terimakasih nek, aku akan selalu mengingatnya."


Renata melepas genggaman tangannya dari tangan nenek dan mulai memeluknya.


" Sekarang, aku akan pergi mencari kebahagiaanku nek. Jadi, tunggulah hingga aku membawa kebahagiaanku padamu." Ujar Renata sembari memasuki mobil.


.


.


.


.


Rumah Renata~


" Terimakasih sudah repot-repot mengantarkan saya pak." Ucap Renata kepada supir yang mengantarnya.


" Udah kewajiban bapak non. Kalau begitu, bapak balik duluan ya."


" Oh..iya pak, maaf mengganggu waktunya."


" Iya non, nggak apa-apa. "


Mobil yang tadi mengantar Renata itu, perlahan lahan menjauhi rumahnya hingga tidak terlihat lagi. Segera, Renata masuk ke dalam rumahnya dan menuju ke kamarnya.


" Huft...sekarang, aku sudah dapatkan apa yang aku perlu. Jadi, sebaiknya aku mulai dari mana ya? " Batin Renata.


" Hm, kurasa aku akan mulai dari makanan kesukaannya saja. "


Renata bergegas menuju dapurnya, ia mengambil bahan-bahan yang diperlukannya untuk membuat sup iga dari kulkas. Untungnya, Kevin membelikan segala macam bahan untuk masakan yang ditaruh di dalam kulkas itu.


" Baiklah, mari kita memasak !!! "


Beberapa waktu kemudian,


" Hiks..akhirnya masakannya sudah jadi, aku kan terharu 😭"

__ADS_1


" Sekarang, aku harus beresin dapur terus siap-siap pergi ke rumah Kevin deh🤭"


" Wish me luck !!! "


.


.


.


.


Renata Pov*


Setelah lama bersiap, akhirnya aku cantik juga wkwkwk. Semoga aja, makanannya belum dingin pas aku sampe ke sana. Tapi...


" Kya...akhirnya aku bakalan ke rumah Kevin lagi. Sumpah aku deg-degan banget." dengan kegirangan tidak karuan.


" Oh, sekarang aku harus minta paman han untuk menjemputku."


" Tring...tring...tring..." Suara handphone Renata berdering.


" Eh? Kenapa Ace menelfonku? " aku merasa bingung tetapi tetap menerima panggilan darinya.


" Halo Ace? " tanyaku dengan nada ragu.


" Hei adik ! aku ada di depan gerbangmu. Cepat kemari dan bukakan gerbangnya untukku ! " pinta Ace dengan nada menyebalkan.


" Siapa kau lancang sekali menyuruhku hah !? " Tanyaku dengan kesal.


" Jika kau tidak kemari dan membukakanku gerbang dalam satu menit, aku akan menabrak gerbangmu menggunakan mobilku agar terbuka ! " Ujarnya dengan sombong.


" Apa kau gila ?! "


" Satu menitmu sudah berjalan selama 20 detik. "


"Oh, sekarang sudah 30 detik "


Aku benar-benar tidak mengerti dengan tetangga yang satu ini. Baru kemarin, kita berbincang dengan seru karena sifatnya yang ramah. Sekarang, apa dia kerasukan iblis?


" Baiklah !!! Diam di sana dan tunggu aku."


Aku mengambil kunci gerbang dan segera berlari menuju gerbang.


" Huft..huft..aku sampai."


" Baguslah, cepat buka ! "


Cih..aku kesal sekali dengannya tiba-tiba. Apa maksud senyumnya itu coba?


" Nih, sudah terbuka." Ucapku dengan nada kesal.


" Eh? Apa maksud penampilanmu yang seperti ini? " Ujar Ace sambil menunjuk-nunjuk ke arahku.


" Aku mau pergi, tapi kau malah menggangguku dan menyuruhku berlari kemari sehingga dandananku luntur. Jadi, ada apa hah? " dengan ekspresi sangat kesal dan marah.


" Pertama, aku tidak menyuruhmu berlari. Aku hanya menyuruhmu sampai kemari dalam waktu satu menit." Jawab Ace padaku.


" Kedua, aku ingin bertanya kenapa kau tidak menelfonku." Imbuhnya dengan serius.


" APA?! " Teriakku kesal.


" Jadi, kau hanya ingin menanyakan kenapa aku tidak menelfonmu? " aku menahan emosiku dalam-dalam.


" Tentu saja karena aku tidak memiliki kepentingan denganmu Ace "


"Sudah terjawab kan? Sekarang pulanglah... dan aku juga harus pergi ke rumah suamiku." Ujarku penuh penekanan.


" Hah? Kau akan pergi ke rumah suamimu?" tanya Ace diakhiri dengan senyum jahatnya.


" Hohoho, baiklah! " Tiba-tiba aku memiliki firasat buruk.


"Sebagai permintaan maaf, aku yang akan mengantarmu kesana." imbuh Ace.


" APA ?!" 😱


.


.


.


.

__ADS_1


BERSAMBUNG


__ADS_2