
kendaraan mewah dan ber merek membawa seorang pria dewasa kembali ketempat ya singgah,bangunan mewah itu kini telah di tapak nya,.
''huhhh cape banget nih hari''keluh nya pelan,merasa tubuh nya begitu lelah pada hari ini,..
tak lama datang lah seorang wanita paruh baya menyapa nya,.
''aden udah pulang,,mau bibi buatkan apa?''sapa nya ramah pada pria yang jauh di bawah nya itu,.
''iya nih bi,,mau dong di buatin kopi yah,nanti antar aja ke atas''balas nya sembari melangkah
''baik den''ucapnya patuh
dia pun segera naik ke lantai atas,di mana letak kamar nya berada,,namun di tengah tangga dia teringat akan sesuatu,..
''bi,bi hanum,''panggil nya kembali pada wanita paruh baya itu
yang di panggil pun segera berbalik guna menanyakan.''ada perlu lain den?''tanya nya sopan
''sini dulu bi''balas nya mengkode bi hanum supaya lebih dekat,menurut bi hanum mendekatkan diri pada sang majikan guna mengetahui hal apa yang tengah di inginkan tuan mudanya ini,.
''paham kan''ucap nya setelah berhasil membisikan sesuatu pada bi hanum,.
bi hanum tersenyum dan segera menjawab,,..''beres den dio,,siap laksana kan''sambungnya tersenyum lebar,...
tak lama bi hanum pun turun ke dapur guna membuatkan sang majikan minuman,di samping itu dias terlihat tengah menggosok pakaian di ruangan khusus yang terhubung langsung pada dapur,yang hanya berjarak beberapa meter saja,.
''aduh,,kenapa tiba-tiba jadi pusing begini,''ucap bi hanum agak keras supaya terdengar oleh dias,sembari sedikit sempoyongan,.
dan benar saja dias mendengar keluhan bi hanum dan segera menghampirinya..
''bibi kenapa?''tanya dias penuh khawatir
''bibi mendadak pusing neng,,''balas bi hanum sembari terpejam dan memijit sedikit pangkal hidung nya,.
''ya sudah bibi istirahat aja kalo gitu,atau mau dias belikan obat?''tawar dias simpati
''gak usah neng,biar bibi saja yang beli di warung depan,''tolaknya halus
''oyah neng bisa bantu bibi?''tanya bi hanum
''apa bi?''balas dias
''tadi den dio pesen kopi neng,bisa tolong kamu antarkan ke atas,itu sudah bibi siapkan''ucap bi hanum
sedikit ragu dias menjawab,..''b-aik bi''ucap dias pelan,.
tanpa menunggu waktu lagi bi hanum segera pergi dari dapur dan segera keluar dari dalam rumah mewah itu,ingin menunjukan jika dia benar-benar sudah tak kuat dengan keluhan nya,..
hembusan nafas berat di keluarkan dias,kini tinggal dia bersama dio di dalam rumah besar ini,dan sial nya dia harus berurusan lagi dengan dio,karna harus mengantarkan minuman yang di pesan nya kedalam kamar pribadi dio..
''ya alloh semoga tidak terjadi sesuatu nanti''gumam dias yang segera membawa nampan berisi kopi dan cemilan untuk dio kelantai atas,.
sesampai nya di sana dias memberanikan diri mengetuk pintu kokoh itu,.
__ADS_1
tok
tok
tok
terdengar sahutan dari dalam yang mana menyuruh nya segera masuk,.
crekkk
''permisi tuan,,saya mau antar kopi''sapa nya ramah dan tertunduk tak berani menatap wajah dio
''bawa sini''titah dio mengarahkan
dias menurut dan segera menaruh nya di nakas dekat kasur,.
''saya permisi keluar dulu tuan''pamit nya yang ingin segera pergi dari dalam kamar sang majikan
dio tak menjawab kalimat dari dias,dia membiarkan apa yang ingin di lakukan oleh asisten rumah tangga baru nya ini,.
cklek. cklek .
''kenapa pintu nya gak bisa di buka,,apa mungkin rusak''gumam dias yang tak berhasil membuka pintu kamar dio,sedangkan dio sudah tersenyum miring melihat kebingungan dias,.
pelan tapi pasti dio menghampiri dias yang masih berusaha membuka pintu,.
''kenapa?pintu nya gak bisa di buka nyah''bisik dio tepat di telinga dias,,seakan terhentak dias mendadak gugup setengah mati saat ini,mengetahui jika dio berada tepat di belakang tubuh nya,.
''mau gue bantu?''
tak menjawab dias hanya menganggukan kepala nya,.
''hadep sini''titah dio tegas,.
dias menggeleng tanda jawaban..
''ya sudah kalo loe gak mau keluar dari sini,,atau loe pengen berduaan sama gue''tuduh dio mencari cara supaya dias mau menghadap pada nya,tanpa paksaan..
''t-idak tuan,maaf''jawab dias pelan,.
''ya udah hadep sini''ulang dio tak sabaran
dias pun dengan enggan menghadap ke arah dio yang mana telah mengurung tubuh nya di balik pintu yang tertutup rapat itu,.
''maaf tuan''ucap dias meminta maaf entah karna hal apa
''buat apa''desak dio yang heran dengan ungkapan maaf dias
''tolong buka pintu nya,dan jangan seperti ini''pinta dias memberanikan diri melihat wajah dio walau sekejap
sebelum menjawab dio tersenyum remeh pada dias,.''sorry gue gak bisa,kecuali loe mau penuhi syarat dari gue''tantang dio
''syarat''ulang dias yang mana kini melihat wajah dio yang ada di atas nya,.
__ADS_1
''apa itu tuan''sambung nya ingin tau?
''mudah kok,,loe cukup tutup mulut soal gue pulang malem ke mommy dan daddy,dan.''ucap dio sengaja menggantung kalimat nya
''dan''sambung dias penasaran
''layani gue dulu malam ini,baru loe bisa bebas''terang dio menjelaskan,..namun
plak
suara tamparan di pipi kiri dio,,siapa pelakunya?yah dias menampar dio karna kesal dan sudah keterlaluan pikir nya,,sedangkan dio sudah memejamkan mata nya menahan emosi,,karna baru kali ini ada gadis yang berani memukul wajah tampan nya,apalagi ini hanya seorang pembantu,.
''jaga bicara anda tuan''geram dias yang kelewat kesal
''kenapa loe nampar gue bocah?''sentak dio tak terima dan juga merasa kesal
''karna kamu udah keterlaluan tau gak''dias balas membentak dio,,hilang rasa takut dan segan nya terhadap sang majikan saat ini
''loe..berani banget yah,,apa keterlaluan loe bilang,,memang nya salah gue minta di layani sama pembantu,toh bi hanum juga sering gue suruh kok,dan dia bersedia tanpa berontak kayak loe''bentak dio menjelaskan
dias melototkan mata nya tak percaya dengan apa yang baru saja dia dengar,..
''gak mungkin''lirih dias menggeleng
''apa yang gak mungkin?''desak dio masih marah
''tuan pasti bohong kan,jangan coba-coba membodohi saya tuan,''ucap dias masih tak percaya
''maksud loe apa sih bocah,,membodohi loe..membodohi apa maksud loe''tanya dio mulai kembali normal
''tuan kan bilang kalo bi hanum bersedia melayani tuan itu gak mungkin,,saya kenal betul bi hanum gak seperti itu,dia begitu setia terhadap suami nya di kampung,juga tuan gak mungkin kan tega sama pembantu nya sendiri,.apalagi bi hanum kan udah tua,yah walaupun belum tua-tua banget,,dan tuan pasti bohong kan,tuan bicara begitu karna ingin menghukum saya kan'' cerocos dias panjang lebar, yang mana dio melihat bibir dias saat berbicara,.
repleks dio menyentuh bibir mungil yang berwarna pink soft dari lispstik itu,,dias melotot mendapat sentuhan dari jari dio,.
''tu- tuan ''lirih dias tercekat,.sedangkan dio sudah paham kenapa dias marah hingga sampai menamparnya tadi,.
''dasar bocah,,loe salah paham ternyata''ucap dio santai,mata nya tak lepas dari bibir dias
''apa yang salah paham''jawab dias
''loe mikir nya ngeres,sedangkan gue enggak,''terang dio berbelit
''maksud nya''
''maksud gue,,gue tuh mau di pijitin sama loe,,soal nya badan gue pada pegel,bi hanum juga sering pijitin gue,kalo mommy sedang cape,itu maksud gue minta di layani,bukan melayani nafsu gue,lagian gue mana nafsu sama bocah kaya loe,,atau loe yang mau hah''terang dio tersenyum pongah merasa lucu dengan tanggapan dias
''ouh begitu,,maaf tuan saya gak tau'' dias lagi-lagi merasa malu akan tindakan nya yang selalu cepat dalam menyimpulkan sesuatu,.
''gue maafin,kalo pijitan loe enak,tapi sebalik nya,ok''ucap dio yang sudah melangkah kearah kasur nya dan segera menidurkan tubuh nya dengan posisi tengkurap,.
tanpa banyak bertanya dias pun segera melakukan apa yang di minta sang majikan nya ini..
niat hati dio ingin mengerjai dias sampe dias lelah malah jadi dia yang kena tampar,,namun aneh nya dio tak begitu kesal atau pun marah terhadap dias,.hemm ada udang di balik selimut kayak nya
__ADS_1