
Revitha sudah sampai di lantai 27,di mana letak ruangan kenan berada,dia melihat ada dua ruangan di sana.
Yang pertama bertuliskan asisten manager dan yang paling ujung bertuliskan presiden/CEO.
''Ruangan kenan yang mana yah?ini atau yang itu''gumam nya sembari menunjuk dua pintu ruangan tersebut.
''Asisten manager sama presiden,coba ketuk yang ini dulu deh''monolog nya bingung dan memilih untuk mengetuk salah satu pintu tersebut.
*Tok
Tok*
''Permisi''ucap nya setelah mengetuk pintu,namun.
Hening!tidak ada suara yang menyahuti kalimat nya.itu tanda nya ruangan yang dia ketuk kosong tidak ada orang di dalam nya.
''Kosong kah?''
Revie bergerak menuju ruangan yang satu nya lagi,dan kali ini dia yakin ruangan itu pasti berpenghuni,tangan nya sudah terangkat guna mengetuk pintu tersebut.sebelum ada suara yang menghentikan nya
''Cari siapa''seru orang yang melihat kehadiran revietha.seketika dia berbalik guna melihat siapa pemilik suara itu.
''Yudha?kok loe disini''balas nya senang kala mengetahui,jika orang yang menyapa nya adalah yudha.
''Ck,harus nya gue yang tanya itu ke elo.loe ngapain di sini?kok bisa loe masuk tanpa kartu karyawan''cecar yudha ketus.pasal nya dia tidak menyukai wanita yang tengah berdiri di hadapan nya kini.terkesan polos namun penuh tipu muslihat di wajah nya.
''Gue kesini mau ketemu sama ken.dan soal gue bisa masuk kesini,itu karna gue bilang kenal sama kenan.loe kerja di sini juga ternyata''terang revie tanpa rasa malu dan sok akrab dengan yudha.
''Benar-benar nih cewek,segitu nya pengen ketemu sama ken.dan key sekarang pasti ada di dalem deh,gue musti bawa nih racun keluar sebelum kenan atau key tahu dia ada di mari'' batin yudha berbicara.
''Loe mau ketemu kenan?''tanya yudha lagi
''Iya''balas nya singkat
''Dia lagi gak ada di sini,sekarang ikut gue dulu''ucap yudha yang sudah membuka pintu ruangan nya
''Ini ruangan loe yudha?bukan nya tadi kata penjaga di bawah ruangan disini cuma ada dua,yaitu milik dio sama kenan.kok loe bisa masuk kesini?''ocehan revie yang sedikit heran.namun begitu dia masih terap mengikuti yudha masuk kedalam.
''Gue satu ruangan sama dio,ini meja gue dan itu punya dio.''terang yudha dengan malas dan di jawab anggukan paham oleh revitha.
''Yud,tuan putri minta loe buat cek froposal yang kemarin''seru dio saat dirinya baru tiba di sana.
''Eh buset!kok ada bunglon di mari''sambung dio dengan sedikit kaget,kala melihat ada sosok lain selain yudha di ruangan nya.
Dio buru-buru membekap mulut nya,karna sudah keceplosan dalam berbicara,meski itu suatu kebenaran menurut nya.
__ADS_1
Dio langsung mengerti kenapa wanita itu ada di perusahaan nya kenan sekarang,tanpa harus di jelaskan oleh siapa pun.
''Hai dio''sapa revie ramah yang tidak tersinggung dengan ucapan dio,atau mungkin dia tidak merasa menjadi bunglon.
''Hm''balas dio sekena nya.
''Ok,ntar gue cek deh''sahut yudha yang menanggapi kalimat dio tadi.
''Gue kapan bisa ketemu sama kenan yudha,dia masih lama sama urusan nya?''tanya revie tidak sabaran,yudha dan dio mendadak jengah dengan sikap wanita ini.siapa dia bagi kenan?
''Ya mana gue tahu.gue kan bukan sekertaris nya dia''balas yudha ketus
''Paling dua jam lagi dia kelar sama urusan nya''timpal dio santai.tanpa revie tahu jika saat ini kenan sudah berada di dalam ruangan nya bersama key.
''What?dua jam.terus gue musti diem diri di sini selama itu.cih''pekik nya terkejut sembari melontarkan protes pada dio
''Eh kok loe ngegas nya sama gue sih,gila yah loe''sentak dio tidak suka.
''S-sorry.gue terbawa suasana''ucap revie pelan.
''Mending loe balik dah,percuma kesini juga,toh kenan nya juga kagak ada''ujar yudha memberi saran,namun itu adalah sebuah trik untuk mengusir secara halus mahluk egois satu ini.
''Masa gue balik dengan tangan kosong sih,kenapa susah banget sih pengen ketemu doang'' batin nya kesal
''Hm''balas yudha tanpa menoleh kearah revitha
''Besok gue kesini lagi''ujar nya saat sudah berada diambang pintu.
''Terserah dah''balas yudha dan dio tidak perduli.
Saat revie keluar dari ruangan tersebut,dia tidak sengaja menabrak seseorang yang kebetulan akan masuk kedalam ruangan yudha dan dio.
''Aw''
''Aw''
Ringisan kedua nya terdengar,saat kepala mereka saling beradu lalu mental satu sama lain.
''Aduh.sakit kening gue''pekik revie sembari mengusap-usap kening nya,lalu melihat sengit kepada orang yang telah bertabrakan dengan nya.
''Gue juga sakit''sentak nya tidak kalah tinggi
''Loe!'' tunjuk kedua nya berlawanan.
''Ngapain sih loe ada di sini?loe ngikutin gue yah''tuduh revie angkuh saat mengetahui jika orang yang berada di hadapan nya kini, merupakan orang yang sama saat dia di tabrak di depan villa.
__ADS_1
''Cih,gak minat.awas loe gue mau masuk''balas key sengit tanpa mau bertanya tentang urusan wanita yang menurut nya angkuh itu.apalagi wanita ini yang sudah berhasil membuat nya tidak percaya diri beberapa waktu.
Key menerobos tubuh revie dan segera masuk ke dalam ruangan dio tanpa mau mendengar ucapan yang akan di lontarkan revie pada nya.
Merasa geram dengan sikap berani key,revie pun ikut masuk kembali guna memberi pelajaran pada lawan bicara nya.
''Eh cewek kampung,loe selain norak juga gak punya sopan santun yah.cuma karyawan di sini aja belagu loe''revie membalikkan badan key untuk menghadap kearah nya.dio dan yudha melolot dengan apa yang mereka lihat saat ini,segera mereka menghampiri key dan revie.
''Loe bilang gue norak?''ucap key mulai emosi.dio dan yudha langsung memeluk tubuh key hingga tidak terlihat oleh revie.mereka tahu jika key marah semua akan kena imbas nya,termasuk mereka berdua.
''Iya loe norak''balas revie tanpa rasa takut dengan tatapan tajam dari dio dan yudha.
''DIAM!''sentak dio marah sedangkan yudha sudah membawa tubuh key kearah sofa untuk menenangkan nya.
''Kok loe bentak gue sih''ucap revie kesal
''Keluar dari ruangan gue sekarang''usir dio yang tidak bisa melihat adik nya di hina.siapa wanita gila ini berani mengucapkan kata 'kampungan'terhadap seorang key.
''Gue belum selesai ngomong sama tuh cewek''ujar nya berani,entah punya kekuatan apa si revietha ini,hingga seberani dan berkuasa sekarang ini.tanpa dia tahu jika pemilik perusahaan ini adalah calon mertua dari gadis yang dia sebut norak itu.
''Loe punya masalah apa sama gue,hah?''tantang key yang terus di tenangkan oleh yudha
''Tenang dek''pinta yudha pelan,dia sedikit kewalahan membujuk key sekarang.
''Lo-''
''KELUAR''bentak dio lagi memotong cepat kalimat wanita bunglon itu.mau tidak mau revie keluar dengan perasaan marah serta malu.dia menunjuk key sebelum keluar.
''Apa loe nunjuk-nunjuk''sentak key yang sudah kembali berdiri,namun dengan cepat pula yudha mendudukan nya lagi di sofa.
Setelah kepergian revie barulah yudha membebaskan key untuk bergerak.mereka sudah siap mendengar kan kemarahan adik sepupunya itu.
''Kenapa dia ada disini.siapa dia?kakak kenal sama tuh cewek gila?kenapa mau kenal sama orang angkuh kayak gitu,hah?''pertanyaan beruntun dari key.meski pun nada bicara nya pelan tetapi dio dan yudha tahu jika key tengah marah besar sekarang.
''Kenapa dia ada di sini,dia ingin bertemu dengan kenan.dan siapa dia,dia adalah revietha,wanita yang di tolong ken waktu di club.''jelas dio apa ada nya.
''Dan kita kenal sama dia karna kejadian itu dek,kita kepaksa kenal sama tuh cewek''timpal yudha.
''Jadi itu cewek yang di ceritakan oleh kenan,numpang aja belagu.gak tau dia villa yang dia tinggali punya siapa''ucap key yang sudah mengerti dan paham sekarang.ternyata wanita itu bukan lah saingan nya sangat jauh berbeda dengan key.
''Iya key''balas dio
''Ok.nih kak dokumen sama froposal yang harus di cek ulang''ujar key yang sudah kembali pada mood ramah nya.
''Ok key,gue cek sekarang''balas yudha yang sudah menerima berkas tersebut.dengan key yang sudah pergi dari ruangan tersebut.
__ADS_1