
Kenan dan Key, sudah memutuskan untuk hidup mandiri setelah mereka menikah. Dan hari ini mereka resmi menempati rumah yang sudah lama mereka beli itu.
Tidak banyak barang yang harus mereka bawa, karna di rumah baru mereka pun sudah terdapat perabotan lengkap, bahkan disana sudah terdapat asisten rumah tangga, yang selalu membersihkan seluruh ruangan di dalam rumah tersebut.
''Kamu seneng gak?'' Tutur Key pada Kenan, mereka saat ini tengah bersantai didalam kamar nya
''Tentu sayang, ini adalah harapan yang sudah lama aku nantikan. Hidup bersama orang yang aku cintai, yaitu kamu Key'' Balas Kenan yang sudah membawa tubuh Key kedekapan nya. Key tersenyum lebar mendengar jawaban dari suaminya itu
''Em, sayang!'' Sahut Key terdengar ragu-ragu. Kenan melihat manik mata istri nya itu.
''Iya, kenapa Sayang?'' Balas Kenan lembut, sembari meniup pelan anak rambut yang menutupi sedikit mata Key.
''Malam pertama itu sakit atau enggak?'' Tanya Key sekena nya, dengan raut wajah polos dan menggemaskan. Nah kan gimana jawab nya tuh Ken.
''Em''
''Aduh jawab jujur atau enggak yah, kalo dijawab sakit. Ntar dia kagak mau lagi pas di ajak nganu, kalo di jawab enggak sakit. Yang ada gue di tabok nanti, pas kenyataan nya sakit'' Batin Kenan bingung.
''Ih Ken, jawab dong. Malah Em, em aja'' Sentak Key yang penasaran. Kenan menggaruk kepala nya yang tiba-tiba saja terasa gatal, bahkan rasa gatal itu sampai ke kening nya.
''Katanya sih sakit yank, tapi ending nya bakalan enak. Itu juga masih katanya sih'' Tutur Kenan dengan takut-takut.
''Kata momy juga begitu, sakit diawal tapi enak di akhir, eh tengah apa akhir yah? Bodo amat lah, sakit gak sakit kita harus coba sayang, biar cepat punya dedek bayi. Kalo perlu sekarang kita praktekin, gimana mau gak?'' Ucap Key antusias. Sedangkan Kenan sudah melongo melihat hal itu, sungguh di luar perkiraan reaksi yang akan di berikan Key.
''Ya alloh!'' Ujar Kenan terkejut, karna istri cantik nya sudah berada di atas tubuh nya, dengan senyum yang menggoda.
''Mau gak'' Bisik Key lembut, sampai bulu-bulu halus Kenan berdiri kompak saat itu juga. Apalagi tangan halus Key sudah merambat di area leher Kenan, mengelus jakun nya naik turun.
''Ya alloh, aku sampai lupa kalo istriku ini berbeda dari gadis lain. Ini kenapa aku yang gemetaran dan dag-dig-dug yah, harus nya kan kebalik'' Suara hati Kenan menjerit.
Tanpa menunggu waktu lagi, Kenan segera membalikkan keadaan. Kini tubuh Key yang berada di bawah kendali nya.
__ADS_1
''Kamu beneran mau sekarang? Tapi janji loh gak bakal nangis nanti'' Imbuh Kenan memastikan kembali
''Siapa takut, mau berapa babak pun aku jabanin'' Tantang Key, tanpa sedikit pun menunjukan raut takut ataupun panik.
''Ok, tunggu sebentar sayang, aku kunci pintu dulu''
Kenan bergerak cepat kearah pintu, dan langsung menguncinya rapat-rapat. Takut jika suaranya akan meresahkan orang-orang yang berada di rumah nya.
Setelah itu, Kenan segera membuka seluruh kancing kemeja nya, secara tergesa dan penuh semangat. Key sampai terkekeh geli melihat semangat suami nya itu.
''Kamu siap'' Seru Kenan dengan mata yang berbinar. Key mengangguk pasti sebagai jawaban nya. Kenan menyentuh ubun-ubun istrinya, dan melantunkan sebuah do'a. Lalu setelah itu dia meniupkan nya secara lembut.
Key hanya memejamkan matanya, sembari mengaminkan do'a yang dipanjatkan suami nya.
''Ayo Key kamu pasti kuat, jangan kecewakan suami tampan kamu ini Key'' Batin Key menyemangati diri nya sendiri.
Meski key terlihat tegar dan tidak panik, tetapi jujur di dalam lubuk hatinya yang paling dalam, dia merasakan apa yang orang lain rasakan, dalam menghadapi malam pertama. Ralat! Siang pertama tepat nya, karna mereka akan melakukan nya di siang hari bukan dimalam hari.
''Aaaaah, Key kamu mau bunuh aku atau gimana?'' Teriak Key begitu nyaring di dalam kamar itu. Key sampai menjambak secara kasar rambut tebal suaminya, akibat menahan rasa sakit yang kini dia rasakan.
''Maaf sayang, ini aku udah pelan banget loh, katanya kamu bakalan kuat tadi. Kita berhenti aja gimana?'' Balas Kenan yang juga ikut meringis menahan rasa sakit di kepala nya.
''Loh kok berhenti, gak mau ah. Orang ini belum kelar'' Protes Key secara sewot.
''Ck, tapi kalo kita lanjutin lagi, bisa-bisa nih rambut rontok semua, sayang!'' Keluh Kenan.
''Pokok nya harus kelar hari ini, titik. Lagian ini juga salah kamu tau Ken'' Ujar Key yang tetap memaksa, padahal dia sudah tidak sanggup jika di lihat. Seluruh tubuh nya lengket dengan keringat.
''Salah nya dimana sayang?'' Tanya Kenan secara baik-baik. Dia harus ekstra sabar menghadapi istri cantik nya ini, apalagi ini merupakan pengalaman pertama bagi mereka berdua.
''Di adik kamu lah, kenapa bisa dia sebesar itu Ken, coba ukuran nya agak kecilan dikit. Pasti gak sesusah ini buat dia masuk'' Sungut Key merengut sebal.
__ADS_1
''Ya alloh! Punya kamu juga sempit banget sayang, coba di lebaran dikit. Pasti si jony gampang buat masuk nya'' Ucap Kenan yang sedikit frustasi, menghadapi keras nya kepala Key.
''Tau ah. Aaaaaa,. Sshhh, sakit sayang'' Pekik Key yang merasakan kembali rasa perih dan sakit itu, perlahan air mata nya keluar bersamaan dengan keringat nya. Pundak putih Kenan sampai memerah akibat cengkraman maut dari Key.
Kenan tidak menyahuti kalimat istrinya, dia terus pokus pada satu tujuan nya. Bukan dia tidak kasihan pada Key, tetapi mau sampai kapan mereka berdebat, hanya karna Key kesakitan. Padahal waktu sudah sangat banyak termakan oleh mereka, bahkan mereka sampai meninggalkan kewajiban nya sebagai umat muslim. Dari tengah hari hingga menjelang magrib, mereka masih belum selesai melakukan ritual tersebut.
''Momyyy. Ahh, sshh perih sayang'' Jerit Key yang memanggil nama ibunya.
''Tahan sayang, kamu kuat kok. Sedikit lagi ini'' Tutur Kenan sangat lembut. Key menangis terisak, sampai menggelengkan kepala nya kekiri dan kekanan, saking tidak tahan nya.
''Hiiiks, uuhhh, emmhh'' Desis Key sembari terus menangis. Kenan segera menghentakkan tubuh nya kuat-kuat. Dan!
''Aaaaaa'' Pekik Key sekencang-kencang nya, tubuh nya meliuk keatas dengan mata yang terpejam erat.
''Alhamdullilah! Masuk sayang'' Bisik Kenan sembari melemaskan otot-otot nya, hingga terjatuh diatas tubuh istrinya. Dengan napas mereka yang saling memburu kencang.
Key mengusap lembut punggung halus suaminya, dia sangat senang bisa memberikan yang terbaik untuk Kenan. Mata bulat nya melirik jam dinding yang berada di sana.
''Hampir delapan jam sayang'' Ujar Key pelan. Kenan pun bergerak ingin melihat jam dinding tersebut.
''Awss, uhh'' Desis Key
''Masih sakit yank?'' Tanya Kenan panik.
''Ngilu'' Balas Key apa adanya. Kenan mencium kening Key sangat lama, dia ingin memberikan rasa nyaman kepada istri cantik nya itu.
''Terima kasih Key, i love you'' Bisik Kenan
''Sama-sama Ken, and i love you too'' Balas Key.
''Aku boleh gerak?'' Izin Kenan, yang di balas anggukan kepala oleh Key.
__ADS_1
Malam yang indah dengan taburan bintang dan terang nya rembulan, kedua umat manusia yang sudah halal itu, bergulat mesra di bawah selimut. Seakan alam semesta menjadi saksi bersatu nya mereka.