WSIM Jilid 2

WSIM Jilid 2
Bab.66


__ADS_3

''Sampe sini aja anterin gue nya Gi'' Ucap Revi, saat dirinya diantar pulang oleh Regi.


''Takut banget gue tau tempat tinggal baru loe itu, sampe minta stop disini'' Ujar Regi


''Bukan gitu Gi, gue cuma-''


''Aduh! Gue harus alasan apalagi yah'' batin revi bingung.


''Apa? Gue ngerti loe gak mau gue tahu, tempat tinggal baru loe sekarang kan?'' Sahut Regi santai. Revi hanya diam tanpa bisa memberi penjelasan, karna apa yang baru saja diucapkan Regi adalah sebuah kenyataan.


''Udah! Gue balik dulu kalo gitu, loe juga balik sana'' Ucap Regi seolah tidak masalah dengan hal tersebut. Revi sampai melihat secara dalam pada Regi


''Kenapa?'' Tanya Regi dengan tawa diakhir kalimatnya.


''Loe gak marah?'' Balik tanya Revi


''Marah? Kenapa gue harus marah. Gak lah santai aja, udah loe balik sana'' Ucap Regi ringan. Hingga mampu membuat hati Revi menghangat


''karna gue bakal mengetahuinya secepat mungkin'' ucap hati Regi tersenyum licik.


''Ok, gue pulang dulu yah. Loe juga hati-hati dijalan'' ujar Revi dengan senyum canggungnya.


Regi mengangkat jempolnya keudara, dan segera pergi dari hadapan Revi, menggunakan motor butut yang baru saja dia sewa.


Revi melihat kepergian Regi, setelah Regi menghilang dari pandangan nya, lantas dia segera pergi kearah yang berlawanan.


Disaat itu juga Regi mulai membelokkan motornya, guna mengikuti langkah kaki Revi. Dengan jarak yang lumayan jauh, agar Revi tidak menaruh curiga.


Butuh waktu setengah jam untuk Revi sampai ke villa milik kenan, Regi sampai tersenyum miris melihat pengorbanan Revi. Yang tidak ingin jika Regi sampai mengetahui tempat tinggal barunya itu.


''Sejauh itu dia minta berhenti, padahal ini masih sangat jauh. Dan kenapa dia masuk ke villa mewah itu?'' gumam Regi yang melihat Revi masuk secara bebas ke villa mewah yang ada ditengah kota itu.


''Gak mungkin dia tinggal disitu kan? Gue coba tanya sama penjaga kebun itu deh'' monolog Regi. Dia pergi kearah villa tersebut setelah mengamankan motor sewaan nya, dia menghampiri seseorang yang sedang membersihkan rumput dibagian belakang villa itu.


''Permisi bang'' sapa Regi ramah


''Iya, kenapa yah?'' tanya si tukang kebun tersebut, yang sudah menghentikan pekerjaan nya.


''Abang tau sama wanita ini gak?'' Regi memperlihatkan ponselnya yang terdapat sebuah poto.


Si tukang kebun itu melihat secara seksama, lalu dia mengangguk tanda jawaban.


''Abang kenal?'' selidik Regi lagi.


''Iya nak, dia kan wanita yang ditolong sama pemilik villa ini, dan juga wanita itu menempati salah satu kamar yang ada disini'' jelas Si tukang kebun tersebut.

__ADS_1


''Pantes loe gak mau gue tau Vi, secara loe tinggal ditempat elit kayak gini''


''Kalo boleh tau, siapa nama pemilik villa ini bang'' tanya Regi yang mulai mencari tahu tentang orang yang membawa Revi pergi, waktu didalam bar.


''Tuan muda Kenan sama Nona Keyla'' ucapnya terus terang.


''Oh, terima kasih informasi nya bang, saya permisi'' pamit Regi


''Iya nak'' balas si tukang kebun itu.


'' Apa orang yang tadi Revi liatin itu Kenan yah'' Regi terus saja menerka-nerka dalam hati. Hingga netra hitamnya melihat sosok Revi yang kembali keluar dari dalam villa itu, dengan cepat dia menyembunyikan dirinya agar tidak ketahuan oleh Revi.


''Mau kemana lagi dia'' gumam Regi penasaran. Terlihat Revi menyewa tukang ojek guna mengantarkan perjalanan nya itu.


Tidak mengulur waktu lagi, Regi juga dengan cepat mengikuti Revi menggunakan motor butut sewaan nya itu.


...****************...


Revi terlihat memantau sebuah perusahaan besar, dia tidak berani masuk hanya melihat dari kejauhan saja.


Begitupun dengan Regi, dia juga tengah memantau Revi saat ini, dengan kebingungan yang besar dikepalanya.


''Kenan ada dikantor gak yah? Rese banget sih tuh penjaga, segala ngelarang gue masuk'' Gumam Revi mendumel kesal, dia tidak ada kerjaan sama sekali hanya dengan melihat perusahaan itu dari kejauhan.


''Huh, liatin dulu lah. Siapa tau Kenan ada keluar dari sana'' Ucapnya lagi. Hingga daun telinganya mendengar suara wanita yang tidak jauh dari tempatnya duduk.


''Aku bawa kue kering nih Mit, kalo kamu?'' balas temannya.


''Aku bawa yogurt sama sup buah, soalnya Satya lagi demen makan buah'' Terang Mita


''Kalo kamu bawa apa Yuri'' tanya mita lagi


''Iya kamu bawa apaan tuh, banyak banget kayaknya'' Sahut Gita


''Ini aku bawain Samuel roti, minuman soda, dan cemilan ringan doang sih'' ucap Yuri menjelaskan.


''Yaudah yuk masuk, kita buat kejutan sama mereka'' ujar Mita dengan semangat dan antusias yang tinggi


''Let's go'' ucap Yuri dan Gita kompak. Mereka tertawa lepas dan segera menyebrang guna sampai diperusahaan besar milik Kenan itu.


Revi bertanya-tanya serta menatap curiga pada ketiga gadis yang masih berseragam SMA itu.


''Satya, Samuel? Siapa mereka?'' gumam Revi yang menatap iri pada mereka, pasalnya ketiga gadis itu bisa dengan mudah masuk kedalam perusahaan tersebut, tanpa harus ditanya ini itu.


''Dan siapa ketiga gadis SMA itu, apa mereka memiliki pacar yang bekerja disana. Tapi kenapa bisa diijinkan masuk? Perusahaan kan melarang hal itu, bahkan peringatan nya tertera jelas didepan sana'' Monolog Revi makin bingung saja.

__ADS_1


''Udahlah, gue jadi pusing sendiri. Gue balik dulu aja deh'' ucap Revi yang sudah bergerak pergi meninggalkan area perusahaan milik Kenan.


...****************...


Sedangkan diposisi lain. Kini Satya dan kedua sodaranya tengah pokus pada pekerjaan nya, mereka akhir-akhir ini sudah mengurangi keluhan nya tentang masalah perusahaan. Mungkin mereka sudah sedikit demi sedikit mulai mengerti dengan alurnya.


Seperti saat ini. Dari awal mereka datang kekantor, hanya ada beberapa kalimat gurauan yang mereka lontarkan, selebihnya mereka sibuk bekerja.


*Tok.


Tok.


Tok*.


''Masuk!'' sahut Satya lantang, dan juga mewakili kedua sahabatnya yang tengah pokus bekerja.


Crekk....


Pintu pun terbuka, menampilkan tiga sosok anggun dan cantik, dengan masing-masing bingkisan ditangan nya. Namun! Sayang keangunan tersebut tidak langsung dapat dilihat oleh Satya dan kedua sahabatnya.


Pasalnya mereka bertiga tengah benar-benar pokus dan tidak bisa diganggu, apalagi hanya untuk sekedar melihat tamunya tersebut.


''Kenapa?'' ujar Satya bertanya dengan pandangan yang masih setia pada layar laptopnya.


Ketiga gadis itu saling pandang dengan senyum indah dimasing-masing bibirnya.


''Mereka lagi serius banget kayak nya'' Bisik Mita pada kedua teman nya.


''Iya. Sampe gak bisa lihat siapa yang dateng'' balas Gita


''Jadi gimana?'' tanya Yuri . Mita tersenyum karna memiliki sebuah ide untuk menyapa para kekasihnya.


''Em. Permisi pak! Ini saya ada laporan penting'' ucap Mita dengan nada formal. Gita dan Yuri pun mengerti dan segera mengikuti apa yang tengah dilakukan oleh Mita.


Satya mengadahkan sebelah tangannya, bermaksud meminta berkas yang dibilang penting itu.


''Mana?'' ujar Satya tegas. Mita segera memberikan bingkisan yang dia bawa ketangan Satya.


Satya mencium aroma parfum yang tidak asing baginya, juga apa yang berada ditangan nya saat ini. Dia pun segera mendongak kearah dimana aroma itu berada.


''Sayang!'' pekik Satya begitu bahagia, yang mana langsung mendekap tubuh kekasihnya secara erat, hingga Mita merasa sesak napas dibuatnya.


''Kak, aku pengap ini'' ucap Mita yang terdengar seperti gumaman, sebab wajahnya yang teredam oleh tubuh tegap sang kekasih.


Bukan nya melepaskan dekapan nya, Satya justru mengecup seluruh bagian wajah Mita secara tergesa namun lembut.

__ADS_1


''Gue kangen sama Loe Mita'' bisik Satya yang sudah menangkup kedua sisi wajah Mita, lantas dia segera ******* bibir Mita secara lembut dan penuh perasaan.


''Iya kak, aku juga kangen sama kakak'' balas Mita tersenyum hangat. Tanpa mereka sadari jika didalam ruangan tersebut sudah tidak ada siapa-siapa selain mereka berdua. Kemana keempat orang yang tadi ada disana? Ah! Mungkin mereka sudah berada diruangan yang privasi, mereka juga ingin melepas rindu dengan kekasihnya saat ini.


__ADS_2