
Keesokan harinya. Key dan Kenan pergi keluar untuk membeli jajanan kaki lima, mereka mendadak menginginkan jajanan receh namun nikmat tersebut.
Kebetulan hari ini pedagang kaki lima sangat padat dilapak pasar tradisional, Key dan Kenan tidak sungkan untuk menginjak kan kakinya disana.
''Wah, sayang coba lihat. Banyak banget yang jualan nya, aku mau itu'' Ucap heboh Key, yang begitu antusias berada dipasar tersebut. Dia menunjuk salah satu pedagang yang bertuliskan Cimol dietalase depannya.
''Cimol?'' Tanya Kenan memastikan. Key mengangguk cepat sebagai jawaban nya.
''Yasudah, yuk kita beli'' Kenan membawa istri cantiknya itu kearah gerobak pedagang tersebut. Sesampainya disana Key langsung memesan Cimol dengan porsi banyak
Key terus menyelusuri tempat-tempat jajanan yang menurutnya enak, sudah sangat banyak sekali plastik yang berisikan macam-macam jenis makanan ditangan Kenan.
''Sayang! Kita neduh dulu diwarung itu, sekalian beli minum. Gimana?'' Tutur Kenan memberi usul
''Boleh, ayok'' Jawab Key
Mereka pun masuk kesalah satu warung tenda disana, tepatnya disebrang penjual bubur ayam yang padat dengan pembeli. Mengingat ini waktunya untuk sarapan, jadi makanan yang sangat mudah untuk dicari adalah bubur.
''Bu es teh manis nya dua nyah'' Seru Kenan ramah pada sipenjual tersebut.
''Baik Den, ditunggu yah'' ucap sipenjual tak kalah ramah
''iya bu'' balas Kenan.
Key dan Kenan terlihat bahagia hanya dengan menjajal makanan sederhana seperti itu, mereka ingin merasakan bagaimana sensasi makan ditempat yang ramai dan juga padat dengan pembeli serta pedagang.
...****************...
Sedangkan disisi lain. Ada dua orang yang juga tengah membeli salah satu jenis makanan disana. Hanya salah satu saja, tidak seperti yang Key dan Kenan lakukan.
Dia adalah Revi dan Regi, mereka juga tengah membeli bubur ayam yang ada disebrang sana.
Mata tajamnya Revi menangkap sosok yang sangat dia kenal..''Itukan Kenan! Dia lagi sama adeknya, ditempat kayak gini? '' Suara hati Revi menatap tidak percaya, jika Kenan yang notabene nya orang kaya, tidak malu berada ditempat padat dan juga berdesak-desakan seperti ini. Makin terkagum-kagum lah Revi terhadap sosok Kenan
''Vi. Loe mau beli apaan lagi?'' Tanya Regi pada Revi, setelah dia menerima pesanan buburnya. Namun Revi tidak menghiraukan pertanyaan dari Regi, dia masih terus memantau pergerakan dari Kenan dan Key.
''Mereka kok kelihatan mesra banget sih, gak kayak adik sama kakak. Tapi lebih mirip pasangan kekasih'' Revi terus berbicara dalam hati, kala melihat perlakuan Kenan terhadap Key, yang terlihat sangat romantis.
__ADS_1
''Masa seromantis itu sih? Sampe cium tangan segala, gak mungkin kan kalo mereka itu sepasang kekasih''
''Revi.. Woy'' Sentak Regi jengah. Revi tersentak kaget menerima bentakan tersebut.
''Eh, iya Gi. Kenapa?'' Tanya Revi cengo
''Loe dengerin gue ngomong gak? Liatin siapa sih loe'' Selidik Regi dengan raut wajah kesal.
''Jangan sampe Regi tau, kalo Kenan ada disini''
''Gak ada kok, gue cuma lagi liatin orang yang mau nyopet tadi. Udah, itu gak penting, tadi loe ngomong apaan Gi?'' Kilah Revi yang memaksakan senyuman nya dengan mengalihkan pembicaraan nya.
''Mencurigakan'' ucap batin Regi
''Loe gak ada yang mau dibeli lagi, mumpung masih ada uangnya nih'' Ucap Regi seolah percaya dengan ucapan yang dilontarkan oleh Revi. Padahal Regi jelas tau jika Revi tengah berbohong saat ini
''Udah gak ada kok, uang itu buat besok aja. Yuk kita balik sekarang aja'' Ucap Revi seolah tidak ada hal yang dia pikirkan. Namun! Pandangan matanya terus saja melirik tenda warung yang berada disebrang sana
''Siapa yang lagi dilihatin sama Revi, masa orang yang berkemeja putih sama cewek yang mirip berbie itu sih, apa Revi kenal sama dua orang itu'' Batin Regi menelisik curiga.
Mereka meninggalkan area pasar tersebut dengan tanda tanya besar dikepalanya masing-masing. Untung saja tadi Key tidak melihat sosok Revi, jika saja itu terjadi. Sudah dapat dipastikan jika Revi akan dipermalukan oleh Key disana.
''Apa gue tanya aja yah sama pegawai villa, siapa Key yang sebenarnya. Dan punya hubungan apa dia sama Kenan'' Revi bertekad dalam hatinya.
''Secepatnya gue bakalan tau siapa yang Revi liatin tadi'' batin Regi juga bertekad akan mencari tahu siapa dua orang tersebut.
...****************...
''Bang loe kapan mulai kekantor lagi sih? Gue udah mumet banget ngurusin masalah pekerjaan loe dikantor'' Ujar Satya pada Yudha. Mereka saat ini tengah berolahraga dirumahnya, sebelum Satya berangkat keperusahaan Kenan.
''Mungkin seminggu lagi'' Jawab Yudha enteng
''What? Satu minggu. Gila yah loe, pelajaran gue ketinggalan jauh ntar. Kasian cewek gue ngerjain tugas dua kali alias double mulu'' Gerutu Satya yang melayangkan protesnya.
''Kalo mau protes jangan sama gue lah, noh sama mamah. Kan dia yang atur waktunya'' Ucap Yudha
''Ck, yah loe ngomong dong sama mamah, bilang kalo loe mau masuk kerja besok gitu. Loe gak kasian apa sama adik tampan loe ini'' Ujar Satya
__ADS_1
''Kayak loe bukan anaknya mamah aja, loe pasti taulah gimana ibu kita itu. Sekalinya A yah tetep A'' Jelas Yudha, sembari terus mengangkat beban sebesar 10 kg tersebut.
Satya melihat malas kearah kakaknya itu, meski apa yang diucapkan nya adalah suatu kebenaran.
Tak lama Dinda datang membawa dua gelas besar jus jeruk, senyum manisnya terpancar indah untuk suaminya.
''Belum selesai?'' Seru Dinda lembut
''Tanggung sayang sebentar lagi'' Ucap Yudha. Dinda melihat kagum pada tubuh suaminya, yang mana terlihat begitu maco dengan kilatan peluh diseluruh tubuhnya. Ah! Jika saja tidak ada Satya disana, Dinda sudah memeluk tubuh berotot milik suaminya itu.
Ternyata Dinda merupakan wanita yang agresif jika tengah bersama suaminya, tetapi Yudha sangat menyukai hal tersebut.
''Loh. Bukannya Satya harus kekantor yah? Kok masih disini'' Tanya Dinda yang masih melihat adik iparnya masih berolahraga, padahal waktu sudah menunjukan pukul 9 pagi.
''Ini udah kelar kok kak'' Ucap Satya yang mengambil jus yang dibawa oleh Dinda tadi. Dia lantas meneguk minuman segar tersebut, guna menyirami tenggorokan nya.
''Udah, ntar gue ngomong lagi sama mamah deh, biar loe bisa bebas lagi jadi anak remaja SMA, bukan anak kantoran'' Ujar Yudha lagi.
''Harus! Gue gak mau masa muda gue terbengkalai gara-gara urusan kantor, nanti juga kalo udah waktunya gue siap buat kerja'' Balas Satya yang sudah bergerak meninggalkan area gym.
Tanpa mereka ketahui, jika Yani dan Willi sedari tadi mendengarkan interaksi mereka. Senyum lebar menghiasi sudut bibir mereka berdua
''Anak kamu kalo lagi bete lucu banget'' Gumam Yani
''Lucu! Lucu mata mu picek, orang nyeremin gitu dibilang lucu'' Balas Willi yang tidak habis pikir dengan sudut pandang istrinya itu.
''Hi hi. Finalnya gimana pah?'' Tanya Yani dengan tawa jenakanya
''Yasudah besok biarin dia bebas sekolah lagi, lagian cara kerjanya Satya lumayan apik juga''
''Ok. Nanti aku hubungi yang lain buat kasih tau, jadi besok papah yang gantiin dia dikantor nih''
''Iyalah, kan Yudha sama Dinda kita suruh buat honeymoon dulu. Biar mereka bisa cepat kasih kita cucu mah''
''Ok deh, yuk pergi'' Ucap Yani yang sudah menarik lembut tangan suaminya. Meninggalkan Yudha dan Dinda diruang Gym
Yani dan Willi memang sudah berencana dengan para orangtua yang lainnya, bahwa ketiga pengantin baru itu, akan mereka suruh buat berbulan madu sebelum kembali lagi terjun keperusahaan nya.
__ADS_1