
Kenan berlari kecil kearah dapur miliknya, dimana disana ada Key yang tengah memasak.
Saat Kenan tiba, terlihat sudah ada Bi Ira yang membantu Key disana. Rupanya Bi Ira sudah selesai dengan pekerjaan nya dibelakang, sedangkan Bi Sari tengah pergi kepasar diantar oleh mang Didi.
''Sayang! Udah tinggal aja itu nasi goreng nya'' seru Kenan setelah dirinya tiba didapur.
''Loh! Kenapa Ken? Kan ini belum siap nasi gorengnya'' Key balik bertanya pada suaminya itu.
''Mommy sama Daddy kesini, tuh mereka udah ada diruang tamu'' jelas Kenan
''Tamu yang tadi mereka? Sepagi ini mereka berkunjung'' ucap Key yang sudah membuka celemek serta mematikan kompornya.
''Gak tau, mungkin mereka rindu sama kamu sayang'' balas Kenan sembari membantu Key mencuci tangan nya.
''Yaudah yuk, kita kedepan''
''Ayo. Oyah! Bi tolong buatkan minum untuk Mommy sama Daddy yah'' ujar Kenan memberi perintah pada asisten rumah tangga nya itu.
''Beres Den!'' balas Bi Ira
Key dan Kenan berjalan beriringan menuju ruang tamu, sesampainya disana. Mereka bisa melihat sosok Aulia dan Kevin.
''Mom. Dadd!'' seru Key yang sudah berlari kecil untuk memeluk kedua orang tuanya itu.
''Sayang! Kami rindu sekali'' balas Aulia lembut.
''Bagaimana kabar kamu, hm'' lanjut Aulia
''Key baik banget kok disini Mom. Bagaimana dengan kalian?'' balas Key yang juga menanyakan kabar tentang keadaan orangtuanya itu.
''Kami baik-baik saja kok sayang'' balas Aulia
''Kamu gak diapa-apain sama Kenan memangnya?'' sahut Kevin tiba-tiba.
''kakak!'' desis Aulia gemas
''Ya, diapa-apain lah Dadd. Kan sekarang kita udah halal'' sela Kenan apa adanya. Dia tahu ayah mertuanya itu tengah membahas keperkasaan nya sebagai seorang lelaki.
''Bagus!'' balas Kevin tersenyum puas dan mengajungkan jempolnya pada Kenan.
''Loh?'' Key terlihat kebingungan saat ini, dia sama sekali tidak mengerti dengan apa yang sedang suami dan ayahnya ucapkan.
Dia harus meminta penjelasan dari Kenan nantinya, perihal drama yang sering Kenan dan Kevin mainkan. Untuk saat ini dia akan memilih diam dulu.
''Silahkan diminum tuan sama nyonya'' tiba-tiba Bi Ira datang bersama minuman nya
''Terima kasih Bi'' balas Aulia ramah.
''Sama-sama nyonya, saya permisi'' ucap Bi Ira sangat sopan.
''Sayang! Kita bawain kue kesukan kamu sama Ken loh, nih khusus buat kalian'' ujar Aulia sembari membuka paperbag yang dia bawa itu.
Mata Key langsung berbinar saat melihat makanan tersebut.
''Wah! Mommy buat langsung'' seru Key sedikit heboh
__ADS_1
''Daddy juga ikut andil loh Key'' balas Aulia yang sudah melirik kerah samping, dimana ada suaminya disana.
''Hah? Seorang CEO Wijaya Grup bertempur bersama terigu dan telur, luar biasa'' sorak Key lagi, dia segera mencicipi sedikit kue cake tersebut.
''Enak lagi'' ucap Key girang.
''Enak yah sayang?'' timpal Kenan dengan muka pengen nya.
''Banget, nanti kita cobain'' balas Key dengan senyum manisnya.
''Yah! Untuk kamu apa yang enggak sih Key, Daddy rela ditertawakan asal kamu bisa tertawa, apalagi sebahagia saat ini'' sahut Kevin sedikit menyentuh hati. Key berpindah posisi menjadi ketengah-tengah orang tuanya.
''Thank you Dadd and Momm, i love you'' ungkap key dengan memeluk kedua orangtuanya tersebut
''More dear!'' balas keduanya dengan penuh rasa cinta. Kenan tersenyum lebar kala melihat hal tersebut, dia benar-benar ikut merasa bahagia saat ini.
''And i love you Kenan, my husband'' pekik Key yang mana kini sudah berpindah kearah suaminya itu.
''Love you too, my wife'' balas Kenan.
Seketika didalam ruangan tersebut menjadi sedikit melow, mungkin jika orang lain melihatnya, mereka akan berkata lebay dan sebagainya.
Ding. Dong.
Suara bel rumahnya kembali berbunyi, keempat orang tersebut saling pandang dan melempar tanya.
''Siapa?'' gumam Key
''Iya, siapa yah'' balas Aulia
Tap.
Tap.
''Mamah!'' seru Kevin dan Aulia secara bersamaan
''Oma!'' Key dan Kenan juga tidak kalah kompak.
''Selamat pagi! Eh kalian juga ada disini? Kebetulan sekali, mamah bawain makanan kesukaan kamu juga sayang'' ucap Ayudia ramah kepada menantu kesayangan nya itu.
"Iya mah, Lia kesini mau kasih kue kesukaan nya Key. Soto maksud mamah'' balas Aulia yang mulai kompak dengan Ayudia, kadang Kevin maupun Key selalu merasa terabaikan saat mereka berkumpul seperti sekarang ini.
Ayudia sama sekali tidak bertanya kabar tentang Key maupun Kenan, dan itu bukan salahnya Aulia. Jelas! Ayudia tidak bisa berpaling dari menantu kesayangan nya itu, banyak perjalanan hidup yang sudah mereka alami selama ini.
''Oma! Untuk Key mana?'' sahut Key dengan manja, bahkan kini bibirnya sudah mengkrucut.
''Ada sayang, kan Oma buatin khusus hanya untuk cucu oma yang cantik ini. Yasudah, kita makan dulu sekarang, tuh makanan nya sudah diangkut kemeja makan sama mang Usman'' tutur Ayudia yang selalu berusaha adil dalam membagi kasih sayang nya, dia sangat tahu jika Aulia dan Key sangat bertolak belakang soal memahami perasaan. Key lebih mirip dengan Kevin, selalu ingin menjadi yang utama, apalagi itu adalah hak dan miliknya.
''Ayo!'' balas mereka serempak.
Mereka pun beriringan menuju kearah meja makan, sesampainya disana. Bi Ira sudah membantu menyiapkan semua makanan tersebut kedalam wadah.
Kruyuk...
Kompak! Suara perut dari keempat orang tersebut berbunyi.
__ADS_1
''He he'' mereka tersenyum canggung dan sedikit malu tentunya.
''Ha ha ha, kalian udah gak sabar kayaknya'' Ayudia tertawa kecil
''Abisnya masakan buatan oma wangi banget, bikin perut keroncongan aja'' ucap Kenan apa adanya.
''Setuju!'' sahut Kevin yang sudah tidak sabar untuk makan sekarang.
''Silahkan kalian cobain, sepuasnya. Hm'' seru Ayudia memberi izin
Kenan memimpin do'a sebelum makan, setelah selesai mereka langsung menyerbu makanan tersebut, kecuali Aulia yang selalu slow respon. Dia hanya tersenyum melihat senyum tulus yang terpancar disetiap bibir anak-anaknya.
''Papah kemana mah? Kok gak ikut kesini'' tanya Aulia
''Papah dari sore udah berangkat kebogor sayang, dia mau cek lokasi katanya'' balas Ayudia
''Mamah tidur sendiri dong tadi malam'' sahut Kevin
''Ya iya lah Vin, mau sama siapa lagi coba. Kan Aulia sekarang jauh sama mamah'' ujar Ayudia
''Kasian!'' ucap Kevin dengan sengaja mengolok sang ibu.
''Awas saja kamu Vin, toh sebentar lagi juga kamu akan tidur sendirian'' desis Ayudia
''Loh, memang nya pembangunan milik Kevin yang dibogor udah kelar yah'' ucap Kevin sedikit panik, pasalnya dia tidak menanyakan secara pasti pada asisten nya waktu itu.
''Menurut kamu'' ucap Ayudia sedikit sinis
''Kalo memang udah selesai, Si Devan gue amuk nanti'' ungkap Kevin geram pada kelalaian asisten nya itu, padahal Kevin yang minta untuk tidak diganggu selama dua minggu terakhir ini.
''Bukan nya kakak yang pesan sama Devan, kalo kakak gak mau diganggu selama dua minggu ini'' ucap Aulia mengingatkan suaminya itu.
''Kapan?'' tanya ulang Kevin.
''Waktu acara pernikahan nya Key sama Kenan'' terang Aulia lembut.
''Rasain!'' ejek Ayudia merasa menang dari Kevin.
''Tetep aja dia yang salah Lia, sebagai Asisten tuh harusnya bisa menimbangkan, mana yang harus dikasih tau sama yang enggak'' kevin tidak mau kalah dalam beradu argumen.
''Iya, terserah kakak saja'' ucap Aulia mengalah.
''Dasar batu!'' desis Key jengah.
''Setuju, Daddy kamu memang egois sejak lahir'' balas Ayudia.
''Iya, menuruni sifat siapa sih Daddy, kan Key jadi ketularan'' ucap Key tanpa sadar.
''Emh, ayo lanjutkan makan nya sayang'' alibi Ayudia dengan gelagat yang panik.
''Cih! Takut ketahuan dia'' bisik Kevin pada sang istri
''Udah ah kak, kakak sama mamah selalu beda pendapat dari dulu, heran deh. Kalian ini beneran anak sama ibu kandung bukan sih'' balas Aulia dengan tawa diakhir kalimatnya.
''Maksud kamu apa Lia?'' wajah Kevin langsung masam
__ADS_1
''Hi hi, maaf sayang. Nih makan lagi, enak loh'' balas Aulia yang segera mengalihkan pembicaraan nya. Tentu saja kevin langsung menerima suapan tersebut dengan hati yang berbunga, hal kecil apapun yang diberikan Aulia untuknya, kevin selalu merasa bahagia.