WSIM Jilid 2

WSIM Jilid 2
Bab.58


__ADS_3

''Dari siapa kak?'' Tanya Diaz yang heran melihat perubahan raut wajah Dio.


''Momy tau kita ketemu di sini, pasti dia sudah pasang CCTV tersembunyi di sekitar sini'' Terang Dio apa ada nya, sembari mengedarkan pandangan nya kesegala penjuru dinding halaman belakang.


''Coba aku lihat ponsel kakak'' Pinta Diaz, dia ingin melihat isi pesan yang di kirim oleh Reni pada Dio.


Dio menyerahkan ponsel nya pada Diaz saat itu juga.


''Kita pergi masuk ke kamar masing-masing aja kak, daripada Dady sama Momy marah sama kita'' Usul Diaz yang mulai panik sekarang, sedari awal dia sudah was-was saat Dio memaksakan kehendak nya, untuk mereka bisa bertemu.


''Ok deh'' Balas Dio lesu, pasal nya dia belum menuntaskan rasa rindu nya terhadap Diaz.


Mereka pun dengan terpaksa masuk kembali kedalam rumah besar itu, dengan bergandengan tangan yang begitu erat, seolah mereka ingin menyalurkan rasa rindu nya saat ini.


Sesampai nya mereka di dalam rumah, Bi Hanum datang menghampiri dengan senyum puas.


''Kok sebentar mojok nya Den, Neng Diaz'' Goda Bi Hanum yang tidak bisa menyembunyikan senyuman jahil nya.


Dio memicingkan mata nya penuh curiga pada asistrn rumah tangga nya itu.


''Bibi pasti udah tau kan, kalo momy memata-matai kita sekarang ini'' Tuduh Dio


''Kok Den Dio bisa bicara begitu sama Bibi'' Balas Bi Hanum yang sudah merubah mimik wajah nya menjadi sendu.


''Ck, Bi. Ayolah jangan buat Dio kesal''


''I-iya Bibi tau kok Den, He he. Maaf Den gak bisa kasih tau di mana letak CCTV itu berada'' Ujar Bi Hanum dengan tawa canggung.


''Hah. Ok gak masalah kok Bi'' Ungkap Dio yang memahami bagaimana kesetiaan Bi Hanum terhadap Mama nya itu.


''Sayang! Kamu istirahat aja di kamar, aku mau keluar sebentar, mau ketemu Yudha dulu'' Sambung Dio pada Diaz.


''Iya Sayang, kamu hati-hati yah'' Balas Diaz penuh perhatian. Dio mengangguk tanda jawaban.


''Bi titip Diaz, jangan biarin dia kerja apalagi terlalu cape yah'' Tutur Dio pada pembantu nya itu.


''Siap Den Dio'' Jawab Bi Hanum dengan patuh.


''Pergi dulu yah'' Pamit Dio sembari mengecup kening Diaz secara singkat.


''Dadah sayang'' Diaz melambaikan tangan nya sebelum benar-benar pergi kekamar nya.


.......................


Di sisi lain. Satya dan kedua sodara nya tidak masuk kesekolah hari ini, itu bukan lah keinginan mereka, justru mereka sangat ingin pergi kesekolah hari ini.


Tetapi semua orang tua mereka sudah memutuskan untuk hal itu, yang mana mereka akan libur sekolah selama 4 hari, itu karna ketiga anak nya harus menghandle perusahaan milik kakak sepupunya.

__ADS_1


Tiada hari tanpa mengumpat dan mengoceh untuk ketiga remaja tampan tersebut.


''Sumpah! Gue mending di suruh isi jawaban matematika dah dari pada ngurusin beginian'' Ucap Samuel berkacak pinggang saking stress nya.


''Emang loe tau rumus matematika nya El'' Sahut Anggi remeh.


''Bisa dong'' Ujar nya bangga.


''Gak percaya gue'' Balas Anggi


''Sama gue juga'' Timpal Satya yang masih berusaha pokus pada layar laptop nya.


''Ck, gak percayaan amat sih, perlu bukti?'' Tantang Samuel ringan.


''Iya lah'' Sahut Anggi cepat.


''Sok di kasih soal biar loe nyaho kemampuan matematika gue'' Titah Samuel


''Ok. 10 pangkat 2 sama dengan berapa?'' Pertanyaan pertama dari Anggi.


''Itu mh kagak tau gue, ganti yang lain'' Jawab nya.


''Kalo 299 x 388 berapa?'' Pertanyaan kedua dari Anggi.


''Loe kalo kasi soalan yang bener dong Gi, ringan dikit napa, jelas ini mh gue gak tau elah,,Ganti. Ganti'' Balas Samuel lagi, Anggi terlihat mendengus sebal pada Samuel. sedangkan Satya sudah tertawa kecil di meja nya..


''Gue tau nya 1x 2, atau 1x10 nah itu baru gue bisa jawab Anggi'' Ujar Samuel dengan kekehan nya, dia puas bisa mengerjai Anggi sekarang.


''Kampret loe, anak SD juga tahu kalo itu mah . Dahlah males gue bicara sama loe, gak mutu'' Ucap Anggi.


''Mending loe berdua cepetan kerja deh, sebelum para mamah-mamah muda datang kemari'' Celetuk Satya menengahi.


''Iya juga yah, bisa-bisa di ceramahin sampe besok, kalo mereka tahu kita belum kelarin ini'' Ucap Samuel, yang sudah kembali duduk di meja nya, dan memulai kembali pekerjaan nya.


Begitu pun dengan Anggi..''Berabe urusan nya, kalo mereka kesini tiba-tiba'' Timpal Anggi


''Nah itu loe tau'' Balas Satya ringan.


Mereka pun kembali menyalakan laptop nya, dan bertekad akan segera menyelesaikan nya, sebelum para orangtua nya datang seperti kemarin.


Setengah jam berlalu begitu cepat bagi mereka, Satya terus saja melihat jam di tangan nya, seperti tengah di kejar waktu. Entah kenapa dia lakukan hal tersebut, padahal waktu jam makan siang masih sangat lama, karna sekarang jam menunjukan angka 9 pagi.


''Serius amat loe Satya'' Seru Anggi heran.


''Gue mau cepet kelar, biar bisa nemui Mita di sekolah pas makan siang nanti'' Ungkap Satya apa ada nya.


''Lah si *njir, gue juga mau kali makan siang bareng Gita'' Ucap Anggi

__ADS_1


''Bukan loe doang kali Gi, gue juga kangen sama Yuri'' Sahut Samuel.


''Maka nya pokus sama tugas kita, jangan ngerumpi bae loe berdua'' Celetuk Satya menohok.


''Ck, iya kita kerja ini'' Keluh Samuel ketus.


''Good'' Balas Satya puas.


Setelah berucap demikian, mereka benar-benar tidak mengeluarkan suara apapun lagi, pandangan nya lurus kedepan layar laptop dengan berkas di sisi kiri nya.


Jika di lihat seperti itu, mereka sangat lah berwibawa dan gagah, dengan balutan kemeja yang pas body tersebut. Apalagi tangan kemeja nya di gulung sampai siku seperti sekarang, beuhh menggoda iman sekali mereka.


Bak seperti pekerja profesional, mereka bertukar info dan saling melihat kinerja masing-masing, jika ada kesalahan sudah pasti segera dikritik saat itu juga.


''Kelar juga'' Seru Satya sembari meregangkan saraf-saraf nya.


''Satya, gue gak ngerti ini, tolong napa'' Sahut Anggi meminta bantuan pada Satya maupun Samuel


''Mana coba gue liat'' Satya menggeser laptop milik Anggi agar dapat dia lihat.


''Ini tuh harus nya, bukan di bagian sini Gi, biar gue pindahin dulu'' Terang Satya yang memang sudah sedikit paham tentang bisnis di perusahaan milik kenan tersebut.


''Nah ini baru bener Gi, udah kelar deh'' Tunjuk Satya pada Anggi.


''Kelar nih beneran?'' Pekik Anggi antusias.


''Iya lah, emang nya mau loe belum gitu'' Ucap Samuel sinis.


''Wah! Kita pintar juga yah ternyata, bisa ngerti soal perusahaan. Bangga gue sama diri sendiri'' Puji Anggi pada dirinya sendiri.


''Dih najis'' Sentak Satya jutek


''Sodara loe tuh Sat'' Ucap Samuel dengan senyuman nya


''Sodara loe juga kali'' Balas satya malas.


''Emang iya gue sodara kalian?'' Tanya Anggi cengo, dan jelas itu hanya gurauan saja.


''BUKAN!'' Balas Satya dan Samuel kompak.


''He he, vis brother'' Ujar Anggi cengengesan, dengan mengangkat kedua jari nya kehadapan Satya dan Samuel.


Mereka akhir nya bisa berbaring sejenak di sofa, guna meluruskan pinggang nya yang terasa panas, karna terlalu lama duduk di kursi kerja.


Sembari menunggu waktu makan siang tiba, cukup lah bagi mereka untuk beristirahat dahulu.


Tanpa waktu lama mereka sudah menyelami alam mimpi saking lelah nya mungkin. Para orangtua yang memantau pekerjaan mereka merasa sangat bangga dan bahagia sekali saat ini, bahkan mereka tidak menyangka jika anak kecil nya sudah tumbuh dewasa dan memiliki tanggung jawab yang besar.

__ADS_1


__ADS_2