
Key dan Kenan pun sudah berkumpul dengan keluarga besar nya di kediaman Kevin, seperti biasa nya mereka akan mengadakan acara makan bersama sebagai bentuk rasa bahagia nya
Karna mengingat tiga hari lagi ketiga anak dari masing-masing keluarga akan menikah,yaitu Dio,Yudha, dan Kenan tentunya.
Perkumpulan saat ini tidak lah lengkap sebenar nya,ada beberapa anggota keluarga dari mereka yang tidak ikut,seperti para anak remaja nya.
''Semua nya selamat menikmati'' seru sang pemilik rumah, yang tidak lain adalah Aulia, istri dari Kevin wijaya.
''Dengan senang hati tuan rumah'' balas Tomy yang memang sudah sangat lapar.
''Bagai mana persiapan nya aman kan sampai sini?'' celetuk Kevin entah pada siapa,namun ketiga calon pengantin sangat lah peka dengan pertanyaan tersebut.
"Aman om'' balas Dio yang duduk berdampingan dengan calon istri nya 'Diaz'.
''Kenapa musti di tanya kan lagi sih dad, kita bertiga kan kompak dalam mengurus hal penting ini'' sahut Kenan pongah dengan senyum lebar nya pasti nya, Yudha dan Dio mendelik tidak setuju dengan apa yang di lontarkan Kenan barusan.
''Dih'' decih Dio malas.
''Banyak banget muka nya'' gumam Yudha sinis, sedangkan Kenan hanya tersenyum mengejek pada dua orang itu.
'' He he'' Kenan tersenyum jahat dalam hati nya.
''Bagus deh'' ucap Kevin kembali. Memang dalam mempersiapkan hari bahagia nya mereka, orang tua tidak banyak turun tangan, mereka percaya jika anak-anak nya mampu mengurus hal ini tanpa bantuan dari orang tua.
''Kalo bisa untuk tiga hari ini kalian jangan dulu ke kantor, istirahat kan pikiran dan tubuh,hm'' sahut Viera yang berlaku untuk ketiga calon pengantin tersebut.
''Lah mi,kalo kita gak ke kantor, siapa yang urus pekerjaan coba,kan biasa nya anak dua ini yang handle urusan kantor'' Balas Kenan sedikit protes
''Biar itu jadi urusan kami, pokok nya kalian mulai besok jangan kerja,ok'' ucap Viera kembali.
Dio,Yudha dan Kenan saling tatap merasa curiga.
''Jangan bilang kalian yang mau handle pekerjaan kantor'' tuduh Kenan pada ketiga ibu nya.
''Enak aja istri papih di suruh kerja, gak ada yah Ken'' sela Tomy protes
''Iya'' sela Willi
''Apalagi momy Reni, dia sibuk ngurusin butik nya'' ucap Jimmy tidak mau kalah
''Hm'' ujar Kevin, mereka semua melayangkan protes yang tidak jelas pada anak nya itu.
''Bukan nyuruh tapi nanya pih'' jelas Kenan malas dengan ke posesifan para ayah nya itu.
''Tau tuh'' sahut Dio jengah
''Udah kakek masih aja bucin'' dumel Yudha pelan, meski pelan tetap saja ketiga orang tua nya dengar, dan itu sangat merugikan bagi nya, karna saat ini tatapan ketiga bapak-bapak posesif itu menghunus tajam pada Yudha.
__ADS_1
''Gak sayang, bukan mami atau pun momy Aulia apalagi momy Yani, kita punya orang yang bisa di andalkan, kalian percayakan saja pada kami,hm'' jelas Viera dengan lembut, juga itu bentuk untuk melerai perang dingin antara anak dan ayah.
Kadang mereka juga heran dengan sikap para suami nya, seolah sangat memusuhi anak-anak nya, apalagi jika mereka tengah berada di rumah dan bermanja pada sang ibu sebagai bentuk penghilang penat.
Para suami nya pun akan sangat manja melebihi anak nya, juga terus saja mereka melontarkan kata-kata sinis supaya anak nya enyah dari dekat ibu nya, kecuali Kevin karna anak nya perempuan.
Namun begitu mereka sangat lah menyayangi anak-anak mereka melebihi apapun di dunia ini.
''Ok, kita serahkan semua pada kalian''Ujar Kenan setelah nya,karna dia yakin jika ibu nya tidak mungkin menghancurkan perusahaan nya, dengan menugaskan orang yang awam tentang bisnis.
...****************...
Di sisi lain. Ketiga anak remaja yang masih berstatus pelajar itu tengah pusing setengah mati saat ini.
Bagai mana tidak pusing, tidak ada angin tidak ada hujan, para orang tua mereka menyuruh nya untuk menghandle semua urusan kantor di perusahaan milik Kenan.
Yah! Mereka adalah Satya,Anggi dan Samuel, mereka di minta untuk mengurus tugas kakak-kakak nya selama tiga hari, padahal mereka sama sekali tidak tahu soal bisnis.
''Anj*ng gak sih ini, sumpah pala gue mau pecah'' celetuk Samuel yang meluapkan amarah nya. Melihat angka dan tulisan di dalam berkas-berkas yang tidak sedikit itu
''Astagfirulloh El, jangan gitu lah ucapan nya, loe lupa siapa yang nyuruh kita buat di sini'' sahut Anggi sok bijak,padahal diri nya pun sama kesal nya
''Yok bisa yok!'' ucap Satya yang sudah mengatur napas nya naik turun.
''Ck, kesal gue sumpah, rumus matematika aja sering bikin otak gue blank apalagi ini anjir, gue yakin nih nyokap bokap gue mau bunuh gue dengan cara halus'' decak Samuel yang terlanpau amat kesal, kesal pada orang tua nya juga pada otak nya yang tidak sampai hanya untuk memahami pekerjaan ini.
''Eh kutu, loe bilang tadi jangan marah-marah sama El, lah loe sendiri mengumpat Tai!, sama aja loe berdua'' sentak Satya jengah
''Emang loe gak kesal Sat?'' selidik Anggi
''Yah sama, gue juga bukan manusia penyabar kali, tapi demi kelangsungan hidup yah mau gimana lagi coba, dari pada semua pasilitas gue di blokir sama nyokap gue yang cantik itu kan berabe'' tutur Satya apa ada nya.
''Dasar orang tua, tau banget kelemahan anak nya'' ucap Samuel
''Jalan satu-satu nya cuma pasrah, dan berusaha lah kita'' sela Anggi
Mereka memang di ancam demikian oleh para orang tua nya, itu mereka lakukan hanya untuk melihat bagai mana usaha para anak nya, bukan semata-mata menyiksa apalagi membunuh dengan cara halus, sebagai mana yang di katakan oleh Samuel tadi.
Ketiga remaja tampan itu terus saja mengomel satu sama lain di kantor nya Kenan, tanpa mereka tahu jika ucapan serta gerak gerik nya tengah di awasi oleh para orang tua mereka.
''Kasian banget anak aku, kelihatan stress banget mereka, padahal ini baru permulaan mereka udah segitu nya, apalagi kalo di suruh menangin tender besar sesama perusahaan, bisa mati beneran mereka'' ucap Yani memelas, saat melihat antraksi anak dan kedua sodara nya lewat ipad nya.
''Apalagi anak aku Yan, dia paling stres diantara Anggi dan Satya kayak nya'' sahut Sarah cekikikan, merasa lucu dengan tampang Samuel yang berantakan, sangat mirip dengan sang ayah 'Devan' jika sedang stress berat.
''Satya juga begitu Sar,tapi dia berusaha nutupin aja kayak nya, dia itu paling gak bisa kalo di suruh tidur di rumah, lebih seneng di apartemen bareng kekasih nya Mita'' ujar Yani apa adanya, karna memang anak bungsu nya itu tidak jauh berbeda dengan kakak nya Yudha
''Iya sama, si Anggi juga sekarang mah gitu mbak, jarang balik rumah dia'' sahut Nana juga.
__ADS_1
Kembali lagi pada Satya Cs. Di tengah-tengah kepusingan nya, mereka kedatangan para kekasih nya, dan itu bagai kan stamina bagi ketiga nya.
Yang awal nya uring-uringan sampai mengumpat tidak karuan, kini mereka tengah tersenyum sangat lebar menyambut para pawang nya.
''Kak'' sapa Mita pada Satya
''Sini sayang'' ucap Satya yang sudah merentangkan kedua tangan nya meminta pelukan dari Mita
''Gimana pusing gak?'' tanya Mita setelah dia berada di dekapan hangat kekasih nya itu
''Em dikit sih'' ujar nya sok biasa.
''Dih pusing dikit, yang bener tuh tumpeh-tumpeh pusing nya'' sela Samuel ketus.
''Nih bee, aku bawain kamu makanan'' tutur Yura kekasih dari Samuel, entah dari mana Samuel menemukan nya, yang jelas mereka sudah menjalin hubungan selama dua hari ini.
''Makasih baby, tau banget cowok nya lagi laper'' balas Samuel
''Aku juga bawa buat kamu,nih'' sahut Gita tidak mau ketinggalan memberi perhatian nya pada Anggi, yang kini berstatus pacar bagi nya.
''Thank's chubby, jadi makin sayang gue'' ucap Anggi dengan senyuman manis nya.
''Sama-sama mbul'' balas Gita, panggilan sayang Anggi dan Gita adalah 'Chubby dan Gembul' berbeda dengan yang lain.
''Makan dulu gih, biar aku yang gantiin kamu liat ini'' titah Mita pada Satya, kening Satya mengerut saat itu juga.
''Kamu paham sama beginian yang?'' tanya Satya
''Dikit-dikit lah, siapa tau jadi paham banget kan'' ujar nya lagi
''Ok deh'' putus Satya yang memang percaya dengan kemampuan otak kekasih nya itu, Mita lebih pintar dari dirinya, di sekolah pun Mita selalu menjadi peringkat satu.
Sedangkan Gita dan Yura hanya melihat-lihat biasa saja tanpa mereka mengerti, kemampuan otak nya sama-sana rendah dengan kekasih nya, jadi mereka berdua memilih diam saja berbeda dengan Mita yang sudah menghidupkan laptop milik Satya, bermaksud ingin membantu pekerjaan kekasih nya itu.
Di sisi pemantauan, para ibu-ibu terlihat sangat senang dengan respon yang di berikan ketiga anak itu, begitu perhatian dan saling memahami pikir mereka.
''Fiks. Dia calon mantu idaman sih, pokok nya aku gak akan lepasin gadis itu, kudu di pertahanin sih ini mah'' seru Yani menggebu-gebu, dia sudah sangat setuju jika nanti Satya menikah dengan Mita.
''Setuju, Gita juga kelihatan kalem banget, klop sama Anggi'' sela Nana
''Semoga kali ini El bertahan lama sama kekasih baru nya itu, bosan aku liat dia gonta-ganti pacar terus'' sahut Sarah mengeluhkan sifat playboy nya sang anak, dzat dari mana coba sehingga Samuel tumbuh menjadi seorang playboy.
''Semoga aja Sarah'' balas Yani
''Yang sabar mbak, mungkin yang sudah-sudah belum cocok menurut Samuel, kan dia yang jalani mbak, dia juga yang lebih tau mana yang terbaik untuk pemdamping nya'' ucap Nana bijak dan menyemangati Sarah.
''Iya kamu benar Nana'' balas Sarah, dia juga berpikir demikian tentang perasaan sang anak, jelas dia sebagai orang tua harus mengerti akan hal itu, toh Samuel juga belum melewati batasan nya sampai sejauh ini.
__ADS_1