WSIM Jilid 2

WSIM Jilid 2
Bab.57


__ADS_3

Setelah melewati tubuh Revi yang mematung di tempat nya, Key bersama Ibu nya duduk di tempat yang sempat di duduki oleh Yudha dan Dinda tadi.


Key yang masih memiliki rasa kesal terhadap Revi, hanya diam saja dengan pandangan lurus ke arah Revi, yang perlahan pergi dari Cafe tersebut.


Jika saja Kenan saat ini ada bersama diri nya, sudah Key pastikan jika Revi tidak akan bisa berkutik lebih dari itu, mungkin Revi akan jatuh pingsan saking kaget nya.


''Key. Dia itu siapa? Kok momy liat kalian gak berteman dengan baik, sampe kamu bete kayak gitu'' Tanya Aulia lembut pada sang anak gadis nya.


''Biar Kak Yudha aja deh yang jelasin siapa tuh cewek, Key males bahas soal dia mom'' Balas Key yang terlihat tidak semangat dalam berucap.


Aulia mencoba memahami suasana hati Key sekarang, dengan mengangguk paham Aulia lantas menghadap kearah Yudha, meminta penjelasan dari Yudha maupun Dinda.


''Gini Tante, itu cewek yang pernah Ken selamatin waktu di bar, karna cowok nya melakukan kekerasan terhadap dia, Tante tahu lah sifat ken kayak gimana, sebelas dua belas lah sama onoh noh, tapi yah itu tante dia angkuh dan sombong. Kayak punya dendam pribadi sama Key, padahal itu cewek sekarang tinggal di Villa nya Key dan Kenan'' Jelas Yudha dengan jujur dan panjang lebar.


''Memang nya dia gak tau siapa Key dan Kenan, dan hubungan yang mereka miliki?'' Tanya Aulia lagi


''Menurut Ken itu sih gak penting, buat dia kasih tahu tentang kehidupan nya sama itu cewek'' Ungkap Yudha, dan itu langsung di mengerti oleh Aulia.


''Dia suka kali sama Ken'' Ucap Aulia asal, atau memang dirinya menyimpan curiga pada Revi.


Karna Aulia sempat mendengar beberapa ucapan dari Revi tadi, saat dirinya beradu mulut dengan Key, yang mana Revi menunjukan jika dirinya kenal baik dengan Kenan.


''Gak tau sih Tante kalo soal itu, bisa di bilang 'iya' atau 'enggak' juga'' Balas Yudha yang tidak ingin memperkeruh keadaan suasana hati Key saat ini.


''Mom, Key mau ketemu sama Kenan aja deh, boleh kan?''Ucap Key meminta izin. Suasana hati nya saat ini benar-benar buruk dan hanya Kenan lah yang bisa mengembalikan semua itu.


''Loh sayang, kan kamu gak boleh ketemu dulu sama Ken untuk beberapa hari kedepan sayang. sampe hari H nya loh Key, kamu gak mungkin lupa kan'' Aulia mengingat kan putri cantik nya itu kembali. Agar tidak nekad menemui Calon suami nya hari ini


Key mendenggus kecewa mendengar larangan ibu nya, yang secara tidak langsung tersebut. Keluarga besar nya memang melarang untuk Calon pengantin bertemu hari ini hingga hari nya tiba, bukan berlaku untuk Key dan Ken saja, tetapi ketiga pasangan yang akan meresmikan pernikahan di hari yang sama nanti nya.


''Ini Kak Yudha sama Dinda masih boleh ketemu, masa Key enggak boleh sih Mom'' Protes Key ketus dan sedikit tidak terima.


''Kan Kakak kamu ini mau nyobain cincin pernikahan nya sama Dinda, dan hari ini cincin yang di pesan mereka baru datang, iya kan Kak?'' Terang Aulia lembut dan mencoba memberi paham pada sang anak.

__ADS_1


''Iya'' Balas Yudha dan Dinda kompak.


Lagi-lagi hembusan napas kasar terdengar dari mulut kecil gadis itu, menandakan jika dirinya kalah dalam adu argumen saat ini.


''Iya deh paham, ya sudah sekarang aja diskusi sama pemilik Cafe ini mom, Key mau cepet-cepet pulang'' Keluh Key.


''Iya sayang. Kalian kalo mau langsung pulang, silahkan saja. Tante sama Key masih agak lama di sini soal nya'' Ucap Aulia dengan memberi arahan untuk Yudha dan Dinda.


''Iya Tante, kita pulang sekarang kok, kalo gitu kita duluan Tante Lia, Key''Jawab Yudha ramah.


''Iya sayang, kalian hati-hati di jalan'' Balas Aulia.


''Take care yah kak Dinda'' Sela Key sembari menyelipkan kalimat 'Kak' pada Dinda. Sedangkan Dinda sendiri sudah tersenyum canggung dan sedikit melotot pada Key.


''Iya, Assalammualaikum'' Pamit Yudha yang sudah mencium tangan halus Aulia, di ikuti oleh Dinda yang melakukan hal serupa.


''Wa alaikum salam'' Balas Key dan Aulia berbarengan.


Yudha pun pergi bersama Dinda, meninggalkan Aulia dan Key di Cafe itu, yang mana mereka berdua akan mengurusi tentang pesanan minuman serta disert dari Cafe tersebut untuk acara repsesi nanti.


...****************...


Di sepanjang perjalanan menuju villa, Revi meremas kuat satu lembar kertas yang di berikan oleh Key tadi.


Entah apa yang ada di dalam pikiran nya sekarang ini, yang jelas dia tidak dapat berpikir dengan baik.


Di lihat nya terus menerus kertas berharga itu, antara ingin marah dan menginginkan nya. Mengingat jika kini diri nya tengah membutuhkan pegangan guna bertahan hidup untuk beberapa bulan, sebelum dirinya mendapat pekerjaan tetap.


Pertanyaan dan ketakutan terus menari-nari di dalam kepala nya.


''Apa dia sodara nya Dio dan Yudha, atau justru dia sodara kandung nya Kenan'' Heboh Revi seorang diri, dia sudah seperti orang dengan gangguan jiwa saja berbicara sendiri dengan sangat heboh nya, tanpa memikirkan pandangan orang yang melihat kearah nya kini.


''Aduh kalo sampe semua itu benar, gue udah salah banget cari masalah sama dia, bisa-bisa dia gak akan setuju kalo gue jadi pacar nya kenan nanti'' Ucap Revi resah dan masih belum menyadari jika Key adalah calon istri dari Kenan, justru dia berpikir jika Key adalah adik kandung dari Kenan.

__ADS_1


''Aduh b*d*h loe Revi, kenapa baru ngeh sekarang sih, padahal gue udah beberapa kali ketemu sama dia, dan waktu di Villa itu pasti dia lagi nginep di sana. Nyakin banget gue, kalo itu cewek barbie adik kandung nya Kenan'' Seloroh nya lagi, dan makin panik tidak jelas saja dia saat ini, hingga tanpa sadar dia sudah sampai di Villa.


Langkah kaki nya makin dia percepat guna sampai di dalam kamar nya, rasa lapar yang sempat melanda perut Revi kini hilang entah kemana, berganti dengan rasa resah dan bersalah pada Key.


''Pokok nya gue harus minta maaf sama dia, kalo nanti gue ketemu lagi sama Adik nya Kenan, sumpah demi apapun gue bakal bersujud sama dia kalo perlu, gimana pun cara nya gue harus dapatin hati dia, biar bisa dukung hubungan gue sama Kenan nanti nya'' Ucap nya ketar-ketir, dengan tubuh yang tidak bisa diam.


''Isi perut dulu deh'' Gumam nya sembari membuka bungkusan plastik yang berisikan nasi padang itu.


Dia pun gegas menyantap nya, karna cacing di perut nya sudah kembali memanggil memberi alarm peringatan.


...****************...


Di antara ketiga calon pengantin itu, hanya Dio dan Diaz yang bebas bertemu, bahkan apa-apa mereka selalu bersama. Karna memang mereka tinggal satu atap selama ini, dengan profesi Diaz yang menjadi asisten rumah tangga di rumah Dio.


Alhasil mereka selalu bersama, apalagi Reni dan Jimy sibuk pada pekerjaan mereka masing-masing, meski Diaz sudah di jaga oleh para pembantu yang bekerja di sana, agar tidak membiarkan Tuan Muda nya bebas menemui Diaz.


Tetapi bukan Dio nama nya jika harus menurut dan tidak memiliki sejuta cara, untuk melepas rindu pada gadis nya itu.


''Sayang, nanti Momy tau bagai mana?'' Seru Diaz khawatir pada Dio, pasalnya mereka kini tengah bertemu di halaman belakang.


''Gak akan sayang! Percaya sama aku'' Dio menyakinkan dan menenangkan perasaan resah yang tengah melanda hati gadis nya.


Diaz mencoba percaya pada Dio, karna jujur dari lubuk hati nya, dia juga begitu merindukan kekasih nya itu.


Padahal setiap hari mereka bertemu di rumah besar ini, namun rasa nya masih saja kurang. Diaz masuk kedalam dekapan hangat Dio, mereka saling menyalurkan rasa rindu tersebut. Tanpa mereka ketahui jika kegiatan nya tengah di pantau lewat CCTV yang berada area sana.


Ting....


Ponsel Dio berdenting tanda ada pesan masuk.


''Sebentar sayang, lihat dulu siapa yang kirim pesan'' Ucap Dio, yang sudah merengangkan pelukan nya itu. Dan di balas anggukan kepala oleh Diaz


Dio pun melihat siapa yang mengirim pesan pada nya, segera dia membaca nya dalam hati, dan detik berikut nya ekspresi Dio mendadak menahan geram dan kesal.

__ADS_1


''Dari siapa Kak?'' Tanya Diaz penasaran.


__ADS_2