
Key dan Kenan sudah bersiap dengan barang bawaannya. Mereka saat ini tengah berkumpul bersama para sahabatnya di rumah baru Key dan Kenan.
''Kalian kok aneh?'' selidik Yudha pada pemilik rumah tersebut.
''Aneh gimana maksud loe?!'' tanya balik Kenan.
''Ya, aneh aja. Pergi keluar negri mendadak kayak gini, biasanya kan kalian anti liburan di hari seperti ini.'' ujar Yudha
''Kalian gak lagi sembunyiin sesuatu kan dari kita'' sela Dio yang juga merasakan apa yang di rasakan oleh Yudha terhadap sodaranya itu.
''Kok kakak ngomongnya gitu sih. Emang salah aku sama Ken mau liburan, hm'' cetus Key dengan raut baik-baik saja
Key dan Kenan tidak boleh terlihat gugup atau pun salah tingkah di hadapan Dio atau pun Yudha. Karna mereka sangat lah jeli terhadap perubahan sikap Key atau Kenan.
''Ya enggak sih'' balas Dio bingung harus bagaimana sekarang.
''Ck! Sudah lah, loe berdua jangan mikir yang enggak-enggak tentang kita. Bukannya dukung malah memojokkan.'' tukas Kenan bersikap ketus seolah kesal dan merajuk pada kedua saudaranya itu.
''Sorry Ken. Kita gak maksud gitu sama tujuan kalian, sorry Bro'' Yudha menjadi merasa bersalah terhadap ucapannya tadi.
''Ok. Kalo gitu gue sama Key mau berangkat dulu. Ketinggalan pesawat berabe lagi ntar'' ucap Kenan yang segera mengakhiri pembicaraan.
''Iya. Ayo'' Dio dan Yudha memang di utus Kenan untuk datang ke rumahnya. Agar mereka bisa diantar ke bandara sekalian pamit pikir Kenan.
Dio satu mobil bersama Yudha. Sedangkan Key dan Kenan tetap menaiki kendaraannya. Jika ada yang tanya kemana Diaz ataupun Dinda. Jawabannya, mereka di tugaskan menggantikan posisi Dio dan Yudha di kantor, karna hari ini mereka mengadakan pertemuan untuk rilis produk baru mereka.
''Sayang, Daddy sama Mommy sudah menunggu di bandara katanya'' Ucap Kenan pada istrinya
''Mamih sama Papih?'' tanya balik Key
''Iya mereka juga sudah di sana. Biasa lah, kedua orangtua kita kan selalu kompak sayang'' ujar Kenan dengan senyum lebarnya. Tapi tidak dengan Key, yang saat ini hanya tersenyum kaku dan terkesan di paksakan.
__ADS_1
Kenan saat tahu perasaan Key saat ini. Pasti istri cantiknya itu sedang banyak pikiran dan rasa takut.
''Key.'' Tangan besar Kenan menangkup jemari mungil istrinya
''Iya, Ken?'' balas Key dengan mata yang mulai memerah.
''Apa yang kamu pikirkan?'' dekapan penuh kasih sayang di berikan oleh Kenan pada bidadari hidupnya.
''A-aku takut Sayang. Ta-kut jika ak-''
''Suutt. Kamu sehat dan gak mengidap penyakit apapun Key. Percaya sama aku yah'' Key mengangguk pelab di dekapan hangat suaminya.
''Anak baik. Cup'' Kenan mengecup hidung mancung istrinya
''Kita jalan lagi, takut mereka curiga nanti. Aku mau tidur boleh yah Sayang'' ucap Key yang terus memeluk tangan kekar suaminya.
''Terserah kamu'' tangan Kenan yang akan mengemudi pun kembali di tahan oleh Key.
''Jangan di lepas. Aku takut kamu pergi jauh'' celetuk Key asal dan mampu membuat hati Kenan terenyuh dan sedikit sesak. Kenan hanya tersenyum ketir penuh pilu mendengar kalimat tersebut.
Mobil mereka pun melesat mengejar laju mobil Dio dan Yudha, yang sudah lebih dulu pergi menuju bandara.
...****************...
''Gue kenal bagaimana anak gue Tom. Dia pasti sedang menyembunyikan sesuatu dari kita, itu sebabnya gue suruh loe melakukan ini'' desis Kevin di dalam kamar mandi bersama Tomy.
''Tapi, kalo menantu saya tahu semua ini. Dia tidak akan suka Bos, tau sendiri anak Bos dari dulu gak senang di ikuti atau di mata-matai'' balas Tomy resah.
''Yah, usahakan jangan sampe dia tahu dong Tom. Kalo perlu bayar orang yang udah pro dalam hal memata-matai''
''Salah kan diri Bos sendiri, kenapa ngajarin anaknya dalam bidang IT'' ucap Tomy
__ADS_1
''Berani loe ngomong begitu'' Kevin melotot tajam pada besannya itu.
''Maaf Bos. Keceplosan tadi''
''Ok. Saya akan menyuruh seseorang yang ahli dan terpercaya dalam hal ini. Juga saya akan pastikan, jika anak ataupun menantu saya gak bakalan tau'' tutur Tomy
''Bagus! Pastikan menantu sama anak gue gak curiga'' balas Kevin lagi.
''HM'' Tomy mengangguk paham dan segera membuka pintu kamar mandi untuk Kevin keluar.
Mereka kembali lagi ke loby, di mana para istrinya menunggu saat ini.
''Dadd. Ngapain aja?'' seru Aulia pada Kevin.
''Iya. Kalian habis dari toilet apa habis diskusi sih, lama banget perasaan'' timpal Viera ketus.
"Dua-duanya'' batin Kevin dan Tomy menjawab.
''Ngantri tadi Mih. Makanya lama'' dalih Tomy asal.
''Ngaco! Mana ada ngantri'' desis Viera
''Udah deh jangan mulai'' sahut Kevin tegas.
''He he. Maaf Tuan besan.'' balas Viera segan sambil meringis meminta perlindungan dari suaminya.
''Makanya jangan cerewet neng Viera geulis. Suasana hati Bos lagi kusut'' bisik Tomy pada istrinya.
''Kenapa?''
"Gak di kasih jatah sama Non Aulia katanya'' jawab Tomy asal. Andai Kevin mendengar kalimatnya, sudah di pastikan Tomy akan kena tinju atau jambakan dari Kevin.
__ADS_1
''Wooyy. Buruan, anak kita udah dateng itu'' teriak Kevin dari kejauhan. Sejak kapan Kevin dan Aulia sudah berada jauh dengan Tomy dan Viera? Entahlah, mungkin Kevin dan Aulia pergi saat mereka berdua asyik main bisik-bisikan.
''Iya Bos'' jawab Tomy yang berlari bersama Viera kearah Kevin.