WSIM Jilid 2

WSIM Jilid 2
Bab.61


__ADS_3

Jika keluarga besar Key dan Kenan tengah berbahagia saat ini, berbeda jauh dengan suasana hati Revi sekarang.


Wanita itu tengah pusing dan heran saat ini, karna dirinya datang kekantor Kenan, Namun penjaga di sana langsung mengusir nya tanpa alasan yang jelas.


Padahal dia sudah berteriak menyebut nama Kenan, Dio maupun Yudha. Tetapi mereka malah menyebut dirinya wanita 'gila'.


''Si*lan tuh penjaga, dia gak tau apa kalo gue kenalan nya Kenan, dan sebentar lagi bakal jadi pacar nya'' Cerocos Revi sembari menghentak-hentakan kaki nya kesal.


''Awas aja kalo nanti gue resmi pacaran sama Ken, gue bakal bales tuh penjaga si*lan'' Ucap nya marah.


''Wow, coba lihat siapa ini''


Prok


Prok


Prok


Suara bariton seseorang yang baru saja menghampiri Revi yang sedang mengomel di sisi jalan.


Mata Revi seketika melebar, melihat siapa orang yang ada di hadapan nya kini.


''Gue harap dia gak denger ucapan gue tadi'' Batin Revi merasa cemas.


''Loe-, ngapain loe di sini'' Sentak Revi judes, padahal dia sangat takut jika bertemu orang tersebut.


''Bebas dong, gue mau kemana dan di mana pun. Emm tepat nya sih gue lagi nyari elo, dan ketemu dong'' Ujar nya begitu senang dengan mata yang berbinar, dan jangan lupakan senyum mengejek terukir di bibir pria itu.


Dia mengikis jarak, mendekati Revi yang mulai panik dan sedikit gemetaran..''Loe jangan macam-macam Regi, gue mohon sama loe'' Pekik Revi ketakutan.


''Cih'' Decih nya remeh.


''Ikut gue'' Seret nya dengan mata mendelik tajam pada Revi.


Revi tidak bisa menolak atau pun menghindar dari orang itu, karna dia sangat tahu hal apa yang akan terjadi pada nya, jika dia membrontak.


Lelaki itu membawa Revi ke jalanan yang sedikit sepi, sesampainya di sana tubuh Revi langsung mendapatkan serangan dari bibir orang tersebut.


''Mmm.. Pppmmh'' Revi berbicara tidak jelas karna mulut nya terbungkam oleh mulut lelaki itu


''Gue kangen loe Vie'' Bisik nya dengan suara berat. Tubuh Revi menengang sempurna saat ini, dia tahu dengan apa yang akan terjadi berikut nya.


''Gi, kita lagi di pinggir jalan loh, kita ke rumah kamu aja gimana'' Ucap Revi tergugup, hatinya sama sekali tidak menginginkan itu bersama lelaki yang di sebut Regi itu, tapi demi citra nya dia rela berkata demikian.

__ADS_1


Gila saja jika Regi menjamah tubuh nya di pinggir jalan begini, dia bukan hewan dan masih mempunyai rasa malu yang besar.


''Kenapa gak di rumah baru loe, sekalian gue liat-liat tempat nya'' Pancing Regi


''Em-em, gak bisa Gi. Soalnya di sana gue gak tinggal sendiri, gue rame-rame ada empat orang yang serumah sama gue. Gak enak lah sama mereka'' Dalih Revi cepat. Jangan sampai Regi mengetahui tempat tinggal baru nya, atau masalah akan datang bertubi-tubi akibat ulah Regi nanti nya.


''Loe bohong sama gue'' Tuduh Regi sangat tepat sasaran. Makin panik lah Revi sekarang, namun dia harus bisa menyembunyikan perasaan panik tersebut.


''Enggak, sumpah gue gak bohong Regi'' Elak Revi yang mencoba tenang.


Regi menelisik raut wajah Revi, bibirnya terangkat sedikit keatas, entah apa yang ada di kepala nya saat ini.


''Ok, gue percaya kali ini. Kalo sampai loe berani bohongin gue, abis loe sama gue. Ingat itu'' Ancam Regi santai, sembari mengelus dagu nya.


''I-iya'' Balas Revi takut.


''Sekarang loe ikut gue balik'' Ajak Regi, dan mau tidak mau Revi menyetujui nya. Tanpa protes, karna dia lebih mencari aman sekarang ini.


Mereka pun berjalan beriringan, dengan Regi yang menggenggam tangan Revi. Jika di lihat secara kasar, mereka benar-benar terlihat seperti pasangan yang saling mencintai.


Namun kenyataan sangat jauh berbeda, hubungan mereka bukan hanya tidak sehat tetapi terdapat unsur kekerasan di dalam nya, mungkin hubungan mereka lebih tepat di sebut Toxic.


Regi membawa Revi ke rumah nya menggunakan jasa Taxi online, itu dia lakukan karna ingin cepat-cepat menuntaskan rasa rindunya terhadap Revi. Biasa nya Regi selalu berjalan kaki kemana pun tujuan nya, bukan dia tidak punya kendaraan motor atau pun mobil. Dia punya kedua alat transportasi tersebut, tetapi Regi menggadaikan nya karna tidak punya uang untuk bertahan hidup.


Jawaban nya!


Dahulu Regi adalah anak dari orang yang cukup berada, kehidupan nya juga normal dan baik-baik saja. Keluarga Regi dan keluarga nya Revi sangat lah dekat, mereka berteman baik dari kecil, keluarga mereka saling membantu dalam hal apapun. Hingga pada suatu hari keluarga Revi terkena musibah besar, toko emas milik keluarganya terkena rampok dan mengalami kerugian besar.


Keluarga Regi tidak kuasa melihat keluarga Revi sengsara, maka dari itu ayah Regi bertekad bulat menjual satu perusahaan nya di bidang olahan, demi membantu memenuhi kebutuhan keluarga Revi. Keluarga Regi memiliki tiga perusahaan yang lumayan besar dan itu salah satu nya.


Ayah dan ibu Revi sangat berterimakasih dan akan membalas budi pada keluarga Regi, bagaimana pun cara nya. Bahkan Ayah Revi merelakan anak gadis nya untuk dijadikan menantu oleh keluarga Regi, tepat nya mereka menjodohkan Revi dan Regi, dan itu sangat di setujui kedua belah pihak. Mereka berniat merayakan nya dengan berlibur kesuatu tempat hiburan di kota nya.


Sampai kecelakan beruntun pun terjadi, dan menyebabkan kedua keluarga itu meninggal di tempat saat itu juga.


Untung nya Revi dan Regi tidak ikut karna ada tugas di sekolah mereka, dan kabar pahit itu sampai kepada telinga keduanya. Terpukul, kehilangan, serta menyesal, begitu dominan pada kedua nya saat ini.


Dari sana lah Regi menyimpan rasa marah terhadap Revi, karna Regi berpikir semua itu di picu oleh keluarga Revi, karna Regi mendengar sendiri orang tua nya di paksa mengikuti keinginan keluarga Revi, untuk berlibur sebagai perayaan dimana mereka menjadi keluarga resmi.


''Dari dulu keluarga loe sudah menjadi beban untuk keluarga gue Vie, gue bersumpah bakal membuat hidup loe menderita berada di sisi gue, dan loe gak akan bisa lepas dari itu semua. Ingat Revi''


''Hiks hiks''


Begitulah ungkapan dari rasa marah Regi waktu itu, dan Revi hanya bisa menangis kencang tanpa mau menjawab ataupun membela nama keluarga nya.

__ADS_1


...****************...


"Kita mau sampai kapan sih ngurusin beginian, gue kangen suasana sekolah tau'' Seru remaja tampan dengan wajah lelah nya.


''Hilih, kayak iya aja loe El. Ngomong nya kangen sekolah kenyataan nya kangen Yuri kan loe'' Sahut Anggi menuduh Samuel.


''Atau deretan para mantan nya'' Sela Satya menimpali.


''Yah gitu deh, kayak kalian kagak kangen aja sama para Cewek nya, apalagi loe Satya, sekarang kan loe tinggal di rumah utama bukan di apartemen lagi'' Balas Samuel


''Gue sih biasa aja tuh, meski pun gue tidur di rumah utama, tapi jatah ketemu Mita tidak terbatas'' Ungkap Satya


''Ck, iya deh percaya'' Ucap Anggi malas


''Harus'' Pinta Satya dengan kekehan nya.


''Maksa'' Ucap Samuel ketus


''Eh, ntar malem malmingan triplle date yok'' Usul Satya


''Ayok lah, udah lama juga kita kagak ngedate rame-rame'' Balas Anggi setuju.


''Boleh juga, Yuri belum pernah gue ajak ngedate soal nya'' Timpal Samuel


''Dasar buaya'' Dengus Anggi ketus.


''Mata keranjang'' Gumam Satya


''Keranjang bolong'' Sahut Anggi, Samuel menatap bingung dan tidak mengerti dengan apa yang di ucapkan oleh kedua sodaranya.


''Ngomongin apaan sih kalian berdua'' Tanya Samuel heran.


''Menurut loe?'' Balas Satya dan Anggi kompak.


''Gue tanya berarti gue kagak tau lah oncom'' Sungut Samuel


''Loe gak sadar atau gimana sih El, jelas lah loe belum ajak si Yuri ngedate. Orang kalian pacaran belum ada satu minggu ini. Maka nya El, jadi cowok jangan suka gonta-ganti cewek napa, satu cewek aja udah'' Terang Anggi malas, dia sampai di buat pusing kepala oleh kelakuan Samuel, yang punya hobi gonti-ganti pacar.


''Bener tuh'' Timpal Satya setuju. Samuel memutar mata nya malas


''Gue kan lagi nyari yang pas, makanya gue sering ganti-ganti pasangan, kalian kan tau sendiri gimana kelakuan para mantan gue, matre semua bro'' Ucap Samuel menjelaskan.


''Salah loe sendiri B*ngke, kita udah sering nasihatin elo, kalo cewek yang loe incar itu matre semua, elo nya aja yang t*l*l liat cewek dari bokong nya, jelas salah lah. Tapi kalo buat Yuri gue dukung penuh'' Sentak Satya ketus, dan membeberkan semua kebenaran tentang Samuel.

__ADS_1


Anggi mengangguk setuju sedangkan Samuel sudah mengerucutkan bibir nya kesal, bukan tidak mengakui apa yang baru saja Satya lontarkan, semua yang Satya ucapkan benar apa adanya sesuai kenyataan. Tetapi Samuel malu dan enggan di nasihati jika kelakuan nya salah selama ini, begitu lah sifat Samuel.


__ADS_2