WSIM Jilid 2

WSIM Jilid 2
Bab.71


__ADS_3

Dirumah pasangan baru itu, terlihat ramai dan hangat pagi ini. Key sangat bahagia sekali karna kedua orang tua dan juga omanya datang berkunjung.


Key terlihat semangat melahap semua jenis masakan yang Ayudia buat, dia sampai meminta porsi yang besar pada ibunya.


Aulia sempat heran melihat hal itu, n*fs* makan putrinya bertingkat dua kali lipat menurutnya, tapi kenapa badan nya terlihat sedikit kurus akhir-akhir ini.


Ah! Mungkin itu hanya menurutnya saja, buktinya suami serta ibu mertua nya tidak menyebut berat badan Key turun.


''Mom, mau cobain punya momy dong'' pinta Key pada mangkuk yang berada ditangan Aulia.


''Soto sayang''


"Iya Mom''


Aulia memberikan jatah makan nya pada Key..''Ini sayang'' ujar Aulia


''Makasih Mom'' ucap Key yang dibalas senyuman oleh Aulia. Key terlihat antusias sekali melahap olahan tersebut, dia sampai menuangkan nasi kedalam mangkuk tersebut.


''Uhuk!'' Key tersedak tiba-tiba, tangan nya dengan cepat menangkup penuh mulutnya.


''Ya Alloh Key, kamu kenapa sayang?'' Aulia segera bangkit dan berniat menghampiri anaknya.


''Pelan-pelan dong Key'' peringatan dari Ayudia, omanya juga ingin melakukan hal yang sama dengan Aulia.


Namun! Key sudah lebih dulu pergi kearah dapur, tepatnya wastafel. Kenan yang melihat hal tersebut pun segera berlari menyusul istrinya, dia khawatir jika harus membiarkan Key sendirian.


''Ken susulin Key dulu yah'' ucapnya


''Iya ken'' balas semua yang ada dimeja makan tersebut.


Kenan melihat istrinya tengah termenung didepan wastafel, apa yang tengah dipikirkan Key saat ini.


''Sayang!'' seru Kenan yang sudah menggapai bahu istrinya itu.


Key tersentak kaget, dan dengan cepat membasuh tangan nya. Namun kenan segera menahan nya


''Darah?'' gumam Kenan dengan tatapan tajam.


''Ken'' bisik Key mulai merasa takut


''Kamu berdarah? Kamu sakit sayang'' tanya kenan mulai panik


Key hanya bisa menangis saat ini, dia juga tidak tau ada apa dengan dirinya sendiri.


''Jawab sayang, kamu kenapa? Kita kerumah sakit sekarang, ok'' desak Kenan yang kembali membasuh tangan mungil istrinya itu.


''Ken, kamu sayang kan sama aku?'' tanya Key secara tiba-tiba.

__ADS_1


''Jelas lah key'' balas Kenan


''Tolong, jangan bilang hal ini pada Momy ataupun Daddy. Cukup kamu saja yang tau, kamu mau kan ikuti mau aku Ken?'' tutur Key dengan suara bergetarnya.


Kenan menghentikan basuhan ditangan nya Key, dia melihat secara dalam mata istrinya.


''Apa maksud kamu Key? Tolong bicara yang jelas''


''Ken, berjanjilah dulu. Baru aku akan bicara jujur sama kamu'' pinta Key


"Iya, aku janji gak akan kasih tau keluarga kita. Sekarang katakan apa yang terjadi key?'' ujar Kenan terpaksa.


''Aku juga belum tau pasti Ken, yang jelas aku sering batuk dan mengeluarkan darah hitam seperti tadi, aku takut ken. Aku gak berani konsultasi sama dokter keluarga kita'' terang Key dengan susah payah


Kenan membawa tubuh Key kedalam pelukan nya..''Sayang! Besok kita kerumah sakit yah, buat periksa. Aku janji akan selalu ada bersama mu, apapun yang terjadi. Hm, jadi jangan takut'' bujuk Kenan dengan nada yang lembut.


Jujur. Dia juga merasakan ketakutan yang besar saat mendengar cerita dari Key, dia takut terjadi apa-apa pada istrinya itu. Namun! Kenan harus terlihat tegar dan tegas dihadapan Key, agar key mau menuruti kata-katanya.


''Iya Ken''


''Yasudah cuci wajahnya, kita kembali ke meja makan, takut mereka khawatir juga'' ujar Kenan yang dibalas anggukan kepala oleh Key.


Mereka kembali ke meja makan dengan wajah yang biasa saja, tersenyum dan kembali bergurau. Kenan sempat berpikir, hebat sekali istrinya ini dapat menyembunyikan sesuatu dibalik senyuman nya dan tawa ceria nya itu.


''Sayang, kita pamit pulang dulu yah. Kalian baik-baik disini, Momy janji akan sering kesini'' tutur Aulia yang saat ini akan kembali pulang kerumah nya, dan meninggalkan putrinya bersama Kenan disini.


''Ya Alloh! Key, kamu anak yang hebat'' batin Kevin berdesir, entah dia mengetahui apa tentang keadaan anaknya itu


''Iya mom, pasti Ken bisa jagain Key dengan baik kok disini'' balas Key yang tidak luput dari senyuman manisnya.


''Ingat Ken, segera kasih kita cucu, hm'' bisik Kevin pada menantunya itu.


''Siap Dadd'' balas Kenan secara mantap


''Dah sayang, sampai bertemu kembali yah'' sahut Ayudia yang juga ikut pulang bersama anak dan menantunya.


''Dah'' balas kedua nya kompak.


Mobil yang Kevin kendarai pun pergi dari pandangan Key dan juga Ken. Setelah mereka menutup pintu rumahnya, Kenan lantas menuntun tangan istrinya kedalam kamar.


Sesampainya disana, Kenan kembali memeluk secara erat tubuh istrinya tersebut. Air mata yang sejak tadi Key tahan, kini tumpah lah sudah.


''Ken, aku takut. Hiks hiks'' bisik Key didalam dekapan suaminya.


Kenan makin mengeratkan pelukan nya, berharap hal itu bisa membuat Key merasa tenang dan terlindungi.


''Jangan takut sayang, kamu harus yakin bahwa kamu itu baik-baik saja. Hm, itu mungkin hanya kebetulan saja'' balas Kenan berusaha menenangkan hati Key. Padahal dia sendiri tengah menahan tangis nya agar tidak keluar.

__ADS_1


''Tapi itu bukan cuma se-''


''Suutt. Sudah sayang, lebih baik kita mandi sekarang, habis itu kita istirahat.'' ujar Kenan cepat, dia tidak ingin mendengar hal yang akan mengundang ketakutan lebih dalam pada diri Key.


''Ini masih siang Ken'' Key mulai kembali melihatkan binar nya.


''Gak masalah sayang, kita harus tidur siang. Ayo kita mandi'' ajak Kenan yang sudah membopong tubuh istrinya menuju kamar mandi.


''Mandi bersama?'' selidik Key dengan tatapan menggoda


''Tentu''


''Gak yakin hanya mandi saja, pasti ada yang lain deh'' ujar Key


''Bawel, tau enaknya aja kamu. Nanti juga kamu sendiri yang akan memohon''


''Oyah?''


''Iya''


...****************...


''Kak. Kakak kenapa? Dari tadi kok banyak melamun, ada yang lagi dipikirin'' ujar Aulia setelah keadaan mereka hanya tinggal berdua saja didalam mobil, karna Ayudia sudah sampai dirumah nya sejak tadi.


''Sayang, kamu merasa ada yang janggal gak sih?'' ucap Kevin mulai berkata serius dengan istrinya


''Tentang'' balik tanya Aulia


''Keadaan anak kita'' balas Kevin


''Maksudnya kakak? Lia gak paham''


''Key terlihat tengah menyembunyikan sesuatu dari kita''


''Sesuatu? Apa itu kak'' tanya Aulia cengo


''Yah, mana kakak tau sayang'' balas Kevin


''Tapi, Lia juga melihat perubahan sih pada Key'' ujar Aulia apa adanya.


''Tuh kan, pokoknya kita harus cari tahu sebelum terlambat. Kamu setuju kan sayang''


''Ih kakak, jangan nakutin ah'' dengus Aulia mulai merasa cemas


''Maaf sayang, kakak gak bermaksud seperti itu. Jangan marah yah'' bujuk Kevin, dia sampai lupa jika istrinya sangat rapuh jika berhubungan dengan Key putri satu-satunya mereka.


''Iya kak'' balas Aulia sembari menyenderkan kepalanya dibahu kokoh Kevin, tangan Kevin terangkat guna mengusap kepala Aulia.

__ADS_1


__ADS_2