
Pagi menjelang, matahari sudah terbit guna menyinari alam semesta. Semua orang sibuk hilir mudik menjalankan aktivitasnya, sama seperti dikediaman Kevin. Pagi ini nyonya dirumah itu sudah sangat sibuk membuat olahan berbahan tepung dan telur.
Dia tidak sendiri membuat olahan tersebut, suami tampan nya ikut turun membantunya.
''Sekarang apa lagi sayang?'' tanya Kevin yang sudah menyiapkan bahan-bahan seperti yang diarahkan oleh sang istri.
''Telurnya udah masuk?'' tanya balik Aulia
''Sudah'' balas Kevin singkat.
''Baking powder?''
''Selesai''
''Gula pasir?''
''Udah''
''Susu bubuk?''
''Hm''
''Baking soda''
''Hm''
"Ck! Kakak jawab yang benar dong, jangan Hm. Hm mulu ih'' ucap Aulia protes dengan jawaban singkat yang diberikan oleh suaminya itu.
''Habisnya kamu tanya ulang terus, tadikan kamu sendiri yang masukin semua bahan nya. Tugas kakak cuma masukin 5 butir telur doang kan'' balas Kevin yang terlihat biasa saja tanpa emosi. Menjalin bina rumah tangga yang cukup lama dengan Aulia, Kevin sudah bisa mengontrol emosi serta rasa egoisnya.
Maka hal kecil seperti ini, tidak membuatnya geram ataupun frustasi, padahal istri cantiknya itu selalu saja menguji kesabaran nya selama ini.
''He he, maafin. Lia lupa kak'' ucap Aulia dengan tawa canggung nya.
''It's okay sayang, kamu ketar-ketir kayak gini cuma mau ketemu Key doang kan? Kakak paham kok'' balas Kevin lembut.
Aulia tersenyum hangat pada suami tampan nya, segera dia mengecup kening Kevin dengan rasa sayang yang sangat dalam.
''Makasih pengertian nya kakak, Lia sayang banget sama suami super tampan ku ini'' ungkap Aulia yang sudah menangkup kedua sisi wajah suaminya itu.
''Jangan mancing-mancing terus dong Lia, nanti buat kuenya gak jadi lagi'' ucap Kevin.
''Hi hi'' Aulia tertawa bahagia melihat Kevin bersikap manja seperti ini.
''Iya kakak, sok atuh mulai buat kuenya. Semua adonan ini dimixer sampai berkembang yah'' titah Aulia masih dengan tawanya kecilnya.
''Kayak gini?'' ujar Kevin yang sudah mengaduk adonan tersebut menggunakan mixer.
''Iya kak begitu'' balas Aulia.
Mereka berbagi tugas dalam membuat kue kesukaan Key, para pembantu hanya melihat dari kejauhan saja interaksi kedua majikan nya itu.
__ADS_1
Karna mereka diminta untuk tidak ikut campur akan hal ini, Aulia ingin memberikan yang terbaik untuk putri semata wayang nya itu.
''Mereka selalu terlihat harmonis disetiap situasi yah, semoga Nyonya sama Tuan selamanya saling mencintai'' ucap salah satu asisten dirumah besar tersebut pada Bi Eem.
''Amin! Semoga saja yah bi Mira, seneng liat mereka seperti itu. Romantis terus''balas Bi Eem ikut merasa bahagia juga.
...****************...
Disisi lain, Ayudia juga ingin berkunjung kerumah cucu cantiknya itu. Dia bersama bi Mijah tengah menyiapkan masakan kesukaan nya Key, mulai dari ayam kecap, rendang serta soto padang.
Semua jenis makanan tersebut, merupakan kesenangan nya Keyla. Dan Ayudia jelas mengetahui hal itu
''Ayo Bi, udah siap belum bumbu sotonya?'' tanya Ayudia pada asisten rumah tangganya itu.
''Beres nyah. Ini tinggal nunggu mendidih saja'' balas Bi Mijah.
''Yang lain nya bagaimana?'' ujar Ayudia lagi
''Sudah bibi masukin wadah, tinggal nunggu sotonya saja nyonya'' terang Bi Mijah
''Ok. Kalo begitu saya mau siap-siap dulu, bibi tolong bereskan ini semua yah?'' Ayudia melepaskan celemeknya setelah berucap.
''Siap nyonya. Udah gih mandi terus dandan yang cantik, biar gak minder sama nona Key nanti. Hi hi'' ucap Bi Mijah dengan tawa diakhir kalimatnya.
''Ok Bi laksanakan. Eh Bi, kok bisa sih saya punya cucu cantiknya gak ada celah begitu yah? Heran saya'' ujar Ayudia sedikit curhat dengan pembantu kesayangan nya itu.
''Gak usah heran nyah! Sini bibi kasih paham. Den Kevin ganteng dan gagah, Non Aulia cantik palipurna dan juga lemah lembut. Jadi wajar lah anaknya itu cantik gak ada celah, kayak Nyonya! Cantik sekali meski udah berumur'' terang Bi Mijah dengan nada bangga. Ayudia tersenyum lebar mendengar penuturan pembantunya itu.
''Emh Bibi bisa aja, jadi malu saya. Tapi yang Bibi ucapkan bener banget deh, saya jadi gak sabar pengen liat gimana nanti anaknya Key dan Kenan. Pasti good loaking banget'' seru Ayudia yang sudah memeluk tubuh Bi Mijah saking terbawa perasaan.
''Astagfirulloh! Maafin saya bi, terbawa suasana tadi saya. Hi hi'' pekik Ayudia yang langsung melepaskan dekapan nya itu.
''Iya nyonya, gak papa kok. Santai saja! Udah gih keatas, katanya mau siap-siap.'' ujar bi Mijah mengingatkan kembali majikan nya itu.
''Iya Bi, takut keburu siang juga nanti'' Ayudia langsung berlari kecil menaiki anak tangga yang ada dirumahnya. Bi Mijah tersenyum hangat melihat keantusiasan majikan nya itu.
...****************...
''Sayang! Kita masak apa hari ini?'' seru Key pada suaminya.
''Mau masak? Gak pesen aja, hm'' balas Kenan balik bertanya.
''Sekali-kali masak dirumah sayang, biar jadi kebiasaan. Sekaligus belajar juga'' ucap Key memberi penjelasan.
''Ok, kalo begitu kita mau buat menu apa buat sarapan?'' tanya Kenan
''Gimana kalo nasi goreng, itu paling mudah kayaknya'' balas Key
''Ayo deh, siapin apa dulu nih''
''Bawang putih sama bawang merah sayang, diiris tipis yah. Aku mau siapin sayur, telur sama nasinya dulu'' ucap Key mengarahkan suaminya. Meski dirinya terlahir dari keluarga berkecukupan, tapi Key selalu diajarkan oleh Aulia cara memasak yang simple.
__ADS_1
''Siap sayang'' balas Kenan yang sudah mengiris bahan-bahan tersebut secara tipis, sesuai dengan apa yang diminta oleh istri cantiknya.
Sedangkan Key sudah menyiapkan nasi beserta topingnya, dia tersenyum manis kala melihat keseriusan Kenan dalam mengiris bawang.
''Hiks hiks'' terdengar isakan dari Kenan
''Sayang! Are you okay? Kok nangis sih'' ucap Key pada suaminya.
''Bawangnya bikin nangis sayang, aku gak kuat hiks'' balas Kenan sembari terus terisak.
''Ha ha ha, memang seperti itu Ken. Dulu aku juga sering nangis, pas awal belajar sama mommy'' ucap Key yang sudah mengambil alih pekerjaan suaminya itu.
''Sayang! Biar aku yang tumis bawang itu, aku bisa kok'' pinta Kenan antusias
''Yasudah! Awas jangan sampe gosong'' Key mengingatkan
''Tenang Key, kan kamu juga ada disini sayang''
''wangi banget, perut aku jadi makin kroncongan. Hi hi'' ujar Key terkikik geli.
*Ting. Tong
Ding. Dong*
''Siapa yang bertamu sepagi ini?'' gumam Kenan menerka-nerka.
''Gak tau Ken, coba kamu lihat dulu sana. Takutnya orang penting'' balas Key
''Baik! Aku kedepan dulu yah'' ujar Kenan yang dibalas anggukan patuh oleh Key.
Kenan segera bergerak kearah depan, guna melihat siapa orang yang bertamu pagi ini.
Krek...
Pintu dibuka oleh Kenan, dan menampilkan sosok yang begitu dia kenal.
''Mommy! Daddy! Ayo silahkan masuk'' seru Kenan sangat ramah, dia mendekap silih berganti kedua mertuanya itu.
''Iya Ken, oyah! Key mana?'' tanya Aulia tidak kalah ramah. Sedangkan Kevin sudah menelisik setiap penjuru ruangan, yang merupakan tempat tinggal sang buah hatinya kini.
''Key lagi ada didapur Mom, tunggu sebentar biar Ken panggilkan dulu'' ujar Kenan yang sudah berlari kearah dapur.
''Kak! Kakak lagi apa sih?'' selidik Aulia
''Ini sayang, kakak lagi menelisik tempat tinggalnya Key'' terang Kevin apa adanya.
''Terus bagaimana menurut kakak?'' desak Aulia lagi.
''Bagus! Sangat nyaman, kakak suka'' balas Kevin dengan senyum puasnya.
Aulia tersenyum lebar mendengarnya, ada apa dengan suaminya ini? Seperti tidak mengenal dengan baik anaknya itu.
__ADS_1
''Kayak gak tau sifatnya Key aja, diakan super jeli dan teliti. Apalagi untuk tempat tinggalnya sendiri'' ujar Aulia, yang dibalas anggukan setuju oleh Kevin.
Sedangkan diposisi Kenan dan Key...