WSIM Jilid 2

WSIM Jilid 2
Bab.68


__ADS_3

Hah. Kelar juga nih pekerjaan'' seru Samuel kala dirinya selesai mengerjakan urusan kantornya. Bukan hanya dirinya saja yang sudah selesai, Satya dan Anggi pun demikian.


''Eh! Ngomong-ngomong nyokap gue, kok belum kesini? Padahal ini udah malem kan'' lanjutnya kembali. Samuel baru menyadari hal itu setelah berapa jam lamanya.


''Ekhem''


Satya dan Anggi lantas berdehem, guna menghilangkan rasa gelinya saat ini. Mereka terus saja melempar pandang satu sama lain, dan hal itu jelas tertangkap oleh mata Samuel.


''Ya, mana kita tau. Mungkin tante Sarah, masih diperjalanan menuju kesini'' balas Satya sembari memalingkan muka. Sedangkan Anggi sudah sekuat tenaga menahan tawanya, agar tidak keluar sekarang.


''Iya, bener tuh. Mungkin tante Sarah belum lepas landas El'' timpal Anggi dengan senyum pongah.


''Loe kira emak gue dari mana, pake lepas landas segala. Ngaco loe Gi'' sahut Samuel dengan pandangan yang tidak biasa sekarang.


Samuel menatap curiga kepada kedua sodaranya itu, dia dengan sembunyi-sembunyi mengirim pesan teks pada ibunya, guna menyakinkan perkataan dari Satya tadi sore.


Jarinya dengan lihai mengetikan sesuatu, untuk dia kirim kepada Sarah.


''Loe gak lagi ngerjain gue kan Sat?'' selidik Samuel lagi, sembari menunggu balasan dari ibunya.


''Kagak lah, emangnya gue kelihatan bercanda apa'' balas Satya masih terus berkilah.


Drett....


Ponsel milik Samuel bergetar, menandakan jika ada notif yang masuk saat ini, dengan cepat Samuel membuka pesan tersebut.


Tangan nya mengepal saat itu juga, dengan rahang yang mengeras. Dia benar-benar merasa geram pada Satya dan Anggi saat ini, namun rasa geramnya lebih besar kepada Satya, sebab Satya adalah biang kerok dari hal ini.


''SATYAAAAAA'' pekik Samuel begitu kencang, hingga mampu membangunkan Mita yang tengah terlelap diatas sofa diruangan tersebut.


Sedangkan Satya dan Anggi sudah menutup kuat-kuat kedua telinganya.


''B*ngs*t! Loe ada masalah hidup apaan sih? Teriak-teriak kayak gitu, sakit nih telinga gue'' sungut Satya judes, dia menghampiri kekasihnya yang baru saja terbangun karna kaget.


''Sayang! Loe kaget yah'' bisik Satya lembut, Mita hanya menganggukan kepalanya tanda jawaban, karna nyawanya belum terkumpul semua saat ini.


''Tau loe El, ingat! Ini tuh bukan hutan. Jadi gak usah teriak-teriak segala'' sahut Anggi kemudian. Samuel bergerak pasti kehadapan Satya, dia dengan gemas menarik keras kemeja Satya agar terbangun dari duduknya.


Bugh....


Tanpa berkata apa-apa, Samuel langsung saja menonjok wajah Satya sedikit keras. Namun! Itu tidak akan membuat pipi Satya mendapat memar dikemudian hari.


''Aaaa, ya tuhan! Kamu kenapa sih El?'' jerit Mita sedikit histeris. Dengan cepat Mita memeluk kepala Satya, agar tidak kembali mendapat pukulan

__ADS_1


''*njing! Loe kenapa tonjok wajah gue Samuel Abraham'' desis Satya ikut terbawa emosi.


''Itu hukuman yang pantas buat orang yang suka ngibul, rasain loe. Anggi? Loe juga mau gue tabok, hah?'' ujar Samuel tidak peduli dengan rasa sakit yang kini Satya rasakan. Dia malah mengejek Satya dengan senyum remehnya, dan menawari Anggi guna merasakan kepalan tangan nya.


''Gak!'' balas Anggi cepat


''Astaga! Udah tau ternyata dia, gue minta maaf deh'' ucap Satya sembari terus mengusap pipinya yang terkena tinjuan dari Samuel. Bahkan Mita pun sudah ikut mengusap lembut pipi tersebut.


''Sakit sayang'' adu Satya terdrngar manja pada kekasihnya itu. Mita makin gencar mengusap pipi Satya.


''Gue maafin loe kok, dan maafin gue juga Satya Fernando! Yaudah gue balik dulu. Byee'' ujar Samuel yang sudah bergerak keluar sembari menenteng jas hitamnya.


''Ck! Dasar'' gumam Satya merasa jengah.


''Hati-hati dijalan El'' teriak Mita


''Sip!'' balas Samuel yang sudah mengacungkan jempolnya keudara.


''Gue juga balik yah Tya,soalnya malam ini orang tua gue lagi gak ada dirumah'' sahut Anggi ikut berpamitan juga.


''Tante Nana sama om Wira, kemana memang nya?''tanya Satya


''Mereka lagi jenguk oma gue, besok mereka udah balik kok'' terang Anggi.


''Aman! Loe berdua gak mau balik sekarang?'' selidik Anggi


''Nanti lah, gue mau disini dulu sama Mita'' balas Satya apa adanya, karna dirinya belum berniat pulang untuk saat ini.


''Oh! Ok deh, gue pulang yah. Bye Mita''pamit Anggi kembali.


''Bye kak'' balas Mita ramah. Anggi pun pergi meninggalkan dua umat manusia berbeda kelamin tersebut.


''Sayang! Loe gak papa kan pulang larut? Nanti biar gue yang ngomong sama ibu tiri loe '' ucap Satya


''Gak papa kok kak, lagian aku gak mau pulang kerumah malam ini''ujar Mita


''Terus?'' desak Satya.


''Ke apartemen kakak boleh kan?'' ucap Mita seolah meminta izin.


''Boleh banget sayang!'' balas Satya lembut. Mita tersenyum manis sebagai jawaban, dan kembali meniup pipi Satya dengan penuh perhatian.


...****************...

__ADS_1


''Kak, besok kita kerumah Key dan Kenan yah, Lia kangen sama mereka'' ucap Aulia pada suaminya. Mereka saat ini tengah berada ruang kerja milik Kevin.


''Berkunjung atau menginap'' tanya Kevin


''Berkunjung saja kak, gak enak kalo harus nginap segala'' tutur Aulia


''Ya, dienakin aja. Kenapa musti merasa gak enak, kan Key itu anak kita sayang''


''Ih kakak, meski begitu. Key sudah menikah sekarang, kakak mah ih'' rajuk Aulia terlihat lucu.


''Loh kok marah sih, memang bener kan yang kakak ucapin?'' ujar Kevin kembali membuat istrinya mencebik kan bibir.


''Tau ah! Kakak mah gak seru'' ucap Aulia judes, sembari berdiri ingin pergi dari ruang kerja milik suaminya itu.


''Eh iya-iya sayang, kakak cuma bercanda kok. Sensi amat sih istri cantikku ini'' cegah Kevin cepat, sebelum istrinya itu beneran marah terhadapnya.


''Makanya jangan ngeselin jadi orang, ditinggal kekamar baru tau rasa'' dengus Aulia ketus.


''Iya maaf dong sayang, gak lagi deh buat saat ini, serius'' ujar Kevin lembut, dan mengeluarkan rayuan nya.


''Cih! Dasar'' decih Aulia sinis.


Aulia dituntun kembali oleh Kevin, kearah sofa yang menjadi tempat duduk istrinya sedari awal.


''Udah siapin apaan buat dibawa besok? Hm'' tanya Kevin secara baik-baik dan berusaha tidak melenceng.


''Rencana sih mau buat kue kak, tapi Key gak suka keu kering. Dia lebih suka cake'' balas Aulia.


''Yasudah! Buat cake aja kalo begitu, besok kakak bantuin deh buatnya. Gimana mau?''


''Mau banget kak. Yeyy terima kasih suami tampan ku''


''Ciumnya mana?'' pinta Kevin dengan akal bulusnya.


''Iya nih. Cup'' Aulia mengecup bibir suaminya secara singkat.


''Cuma cium doang nih?'' ucap Kevin lagi. Aulia langsung mengerti dengan maksud suaminya itu, dia segera bangkit dari duduknya.


''Ya udah ayok kekamar'' ajak Aulia pada akhirnya.


''Yes! Siap sayang'' sorak Kevin antusias. Mereka pun keluar dari ruang kerja tersebut, menuju kamar pribadi mereka.


Entah apa yang akan mereka lakukan setelahnya, kalian mungkin paham maksudnya.

__ADS_1


__ADS_2