WSIM Jilid 2

WSIM Jilid 2
Bab.59


__ADS_3

hari yang di tunggu akhirnya telah tiba. Hari dimana Kenan, Dio serta Yudha. Akan berganti status menjadi suami dari para gadis kesayangan nya.


Di sebuah bangunan mewah besar dan megah itu, kini terdapat ratusan atau bahkan ribuan umat manusia.


Yang sengaja di datang kan oleh pemilik acara tersebut, makin lengkap lah kebahagian mereka sekarang ini.


''Mohon perhatian nya, para tamu undangan yang terhormat. Guna mempersingkat waktu, kita langsung saja memasuki sesi ijab khobul''


Suara pemandu acara atau sering di sebut MC, itu menggema di dalam ruangan luas tersebut.


Prok ....


Prok ....


Prok ...


Suara tepuk tangan yang menyambut ucapan dari MC itu.


''Untuk para mempelai pria, di persilahkan untuk memasuki area yang sudah di siapkan, guna segera melangsungkan ijab'' Sambung pembawa acara tersebut.


Setelah MC berucap demikian, tidak lama para orang tua dari masing-masing calon pengantin pria datang ke aula, dengan membawa para jagoan nya.


Prok ..


Prok ..


Para tamu undangan kembali bertepuk tangan, mereka sangat mengagumi ketampanan serta wibawa yang dimiliki ketiga calon pengantin pria tersebut.


Sang pembawa acara mengarahkan mereka semua agar duduk di tempat masing-masing, begitu pun dengan para undangan. Yang sekarang sudah duduk di kursi nya, seolah tidak sabar mendengar kan lantunan ijab dari ketiga calon manten, dan bersorak 'SAH' nanti nya.


Sang penghulu mengambil MIC, dan menyodorkan tangan kanan nya kehadapan Dio. Setelah berhasil berjabat dengan Dio, penghulu tersebut segera membimbing Dio agar mengikuti nya, dan itu berlaku untuk Kenan dan Yudha.


''Sodara siap?'' Tanya sang penghulu dengan tegas. Setelah mengajari beberapa kalimat sakral pada ketiga calon pengantin.


''Insya alloh, Siap pak'' Balas Dio mantap dan yakin.


''Baik kita mulai, Bismillahirahman nirrohim....''


Sang penghulu dengan lantang dan tegas menikahkan Dio dan Diaz, lalu di balas lebih tegas oleh Dio sendiri. Hingga!


''Sah''


''Sah''


''Sahhh''


Para ribuan saksi bersorak dengan satu kalimat tersebut.


''Alhamdullilah hirobill alamin......'' Penghulu menutup nya dengan do'a.


Setelah selesai dengan Dio, sang penghulu berpindah ke arah Yudha. Dan terakhir kearah Kenan.


''Sodara Kenan Purnama Samudra binti Tomy Samudra, engkau saya nikahkan dan kawinkan, kepada putri ku yang bernama Keyla Wijaya binti Kevin Wijaya, dengan mas kawin tersebut. Di bayar tunai''


''Saya terima nikah dan kawin nya, keyla Wijaya binti Kevin Wijaya, dengan mas kawin tersebut tunai''


''Bagai mana para saksi. Sah?''


''Sah''

__ADS_1


''Sah''


''Alhamdullilah hiroball alamin....''


Seperti di awal, sang penghulu menutup nya dengan do'a. Agar para pengantin selalu berada dalam lindungan alloh subhanahu wataala, dan di jauhkan dari hal-hal buruk nanti nya. Amin yarobbal alamin


''Alhamdullilah ijab khobul ketiga nya berjalan dengan lancar. Dan sekarang untuk para pendamping wanita nya, di harapkan segera datang ke aula, guna menghampiri para suami nya dan memasangkan cincin sebagai tanda resmi''


Seruan pembawa acara yang mengarahkan ketiga gadis yang sudah resmi menjadi seorang istri tersebut, guna memasuki aula sekarang ini.


Menit berikut nya, para bidadari datang menuruni tangga bersama para dayang nya. Di tangan ketiga nya terdapat buket bunga yang sangat cantik dan harum.


Senyum mereka begitu merekah, kala bertemu pandang dengan suami nya masing-masing.


Prok...


Prokk...


Prokkk...


Suittttt ...


Wiitttt...


Tepuk tangan serta siulan saling bersahutan, kala pemandangan indah tersebut datang ke hadapan mereka semua.


''Silahkan pasang cincin nya'' Instruksi pembawa acara


Dio menggambil cincin untuk disematkan di jari manis Diaz.


Yudha mengambil tangan Dinda, untuk di pakaikan cincin.


Begitu pun sebalik nya, lalu para istri mencium secara khusyu tangan para suami nya. Dan mereka berakhir mendapatkan kecupan sayang di dahi nya, itu sebagai balasan dari mencium tangan suami.


Acara berlangsung dengan simbah sungkem kepada para orang tua dan mertua masing-masing. Lalu tutup dengan acara musik dan makan-makan.


''Kepada para undangan yang terhormat, di persilahkan untuk menikmati hidangan yang ada, sekian dari saya. Assalamualaikum warohmatullahi wabarrokatuh. Enjoyy semuanya'' Tutur si pembawa acara tersebut dan undur diri dari tempat nya.


''Waalaikum salam'' Balas ribuan orang tersebut, secara kompak.


Setelah meninggalkan panggung, pembawa acara tersebut segera mengambil minuman di tempat nya, dan meneguk nya hingga tandas, dia merasa haus tiba-tiba atau memang sudah sedari tadi menahan haus. Entahlah


''Kerasukan apaan loe El, minum kayak gitu amat'' Seru Anggi pada Samuel. Dia datang menghampiri Samuel bersama Satya


''Haus gue'' Balas Samuel terengah.


''Wih pacar nya yuri, berbakat juga yah jadi MC. Ntar kalo gue nikah boleh lah loe yang jadi pemandu nya'' Sahut Satya yang sudah menaik turunkan alisnya menggoda Samuel.


Ternyata yang menjadi MC/Pembawa acara di panggung, itu adalah Samuel. Dia di minta secara langsung oleh Kenan untuk menjadi pembawa acara di hari spesial mereka ini.


Mau tidak mau, sanggup tidak sanggup, bisa tidak bisa. Samuel harus melakukan nya, dia sangat tidak bisa membantah perintah dari Kenan, begitu pun dengan Satya dan Anggi.


''Loe gak akan sanggup buat bayar gue Satya, bayaran gue mahal kalo loe gak tau'' Balas Samuel sekena nya dan sedikit menyombong kan diri.


''Dih, mahal! Lagian siapa juga yang mau bayar loe, walaupun itu terjadi nanti. Sayang banget duit nya, mending gue tabung buat beli rumah atau apalah yang lebih penting pokok nya'' Ujar Satya ringan


''B*ngs*t loe Sat!'' Sentak Samuel kesal.


''Ha ha ha'' Tawa Anggi dan Satya pecah saat itu juga.

__ADS_1


''He he he. Tawa loe, punya sodara gini amat dah, doyan bikin anak orang naik darah mulu. Heran gue'' Sungut Samuel jengah, yang menirukan kembali suara tawa dari Satya dan Anggi.


''Cie baper! Kiw kiw. Samuel baper euy'' Goda Anggi masih dengan kekehan nya.


''Bacot!'' Balas Samuel malas.


''Yuri'' Panggil Anggi pada kekasih Samuel tersebut. Yang di panggil melihat kearah sumber suara.


''Mau apa loe'' Sentak Samuel ketus.


''Mau gue jadiin pacar kedua, boleh kan?'' Sahut Anggi ringan, dan Samuel sudah bersiap untuk meninju wajah tengil Anggi sekarang. Bahkan lengan kemeja nya sudah dia gulung sampei siku.


''Kamu panggil aku'' Seru Yuri setelah datang ke antara ketiga remaja itu.


''Iya'' Balas Satya.


''Ada apa yah'' Tanya Yuri lagi, dengan sangat sopan dalam berucap.


''Noh bawa si Samson El kemana kek, suruh makan atau apa lah, bebas terserah loe, yang penting nih anak rileks'' Pinta Anggi pada Yuri, yang secara tidak langsung dia memberi perhatian pada sodara nya itu.


''Iya Ri, soal nya tadi pagi dia belum sempat sarapan, cuma minum susu pisang doang. Saking grogi nya karna harus jadi MC dadakan'' Timpal Satya juga.


''Iya, baik'' Balas Yuri dengan senyum manis nya. Samuel melihat kearah Satya dan Anggi dengan tatapan yang sulit diartikan.


Mungkin dia merasa terharu, dengan perhatian kecil yang diberikan kedua sodara serta sahabat nya itu.


''Sono pergi makan, malah liatin kita lagi loe'' Titah Satya tertawa kecil melihat raut wajah Samuel yang menunjukan ekpresi tidak terbaca.


''Thank's brother, you guys are the best!'' Ucap Samuel sebelum pergi.


''Pasti''


''Tentu'' Balas kedua nya kompak.


Samuel tersenyum hangat sembari merangkul pundak sempit kekasih nya. Dan pergi ketempat makanan, guna mengisi perut nya. Karna memang dia belum memakan apapun sedari tadi, dan Samuel akui jika dirinya merasa lapar saat ini.


Mita dan Gita datang menghampiri para kekasih nya, dengan membawa cake dan jus di tangan masing-masing.


''Nih kak, cobain enak tau'' Pinta mita pada Satya.


''Itu manis gak?'' Tanya Satya cengo


''Jelas lah manis, nama nya juga cake'' Balas Mita malas.


''Coba sini, gue cicipi dulu'' Satya mencolek sedikit cake tersebut dengan jari nya, lalu di masukan kedalam mulut nya, agar mengetahui rasa dari cake tersebut.


''Manis kan'' Ucap Mita tersenyum.


''Manis, tapi kok ada yang lebih manis yah'' Ujar Satya


''Kue yang mana?'' Desak Mita penasaran.


''Bukan kue, tapi loe sayang. Apalagi pas senyum, beuhh lumer dah nih hati, nah! Apalagi pas tersipu begitu tuh, berkali-kali lipat manis nya. Sumpah deh'' Terang Satya dengan gombalan nya yang berhasil membuat pipi Mita memerah karna malu.


''Bullshit!. Gombal nya receh'' Maki Anggi jengah.


''Yeh iri kan loe sama gue, udah pasti sih itu'' Tuduh Satya.


''Ck, gak mungkin'' Balas Anggi melengos

__ADS_1


Sedangkan Gita sudah terkekeh geli melihat kekasih nya cemberut, karna kesal dan jengah.


__ADS_2