WSIM Jilid 2

WSIM Jilid 2
Bab 45


__ADS_3

Setelah mita di bawa ke kamar oleh satya,serta meninggalkan ketiga orang munafik itu.kini mereka berdua tengah mengisi waktu dengan bermain game online di layar komputer milik mita,tepat nya satya yang bermain sedangkan mita hanya melihat dengan duduk di pangkuan nya satya.


Untung saja kursi yang mereka duduki sangat kokoh,jadi dapat menampung dua orang meski dalam waktu yang lama.


''Sayang kok kamu bisa tau kalo aku di ganggu sama mereka?bukan nya tadi kak satya langsung pulang''tanya mita sembari menyuapi satya dengan cemilan.


''Tadi nya sih iya,gue mau langsung balik ke apartemen.tapi gue lupa kasih gelang itu ke elo tadi''balas satya dengan pandangan yang terus pokus pada layar komputer di hadapan nya.


''Ih kok gue lagi sih kak''ucap mita cemberut.


Cup ... satya mengecup puncak kepala mita yang tepat berada di bawah dagu nya.


''Sorry sayang.kebiasaan soal nya''balas satya dengan senyum manis nya.


''Iya kak,nih makan lagi cemilan nya''mita dengan telaten menyuapi satya dengan berbagai cemilan.satya sendiri menerima apapun yang di sodorkan mita ke mulut nya.


Mereka asyik bermain game,hingga tidak menyadari jika mereka sudah menghabiskan waktu dua jam lama nya.mita menguap serta terus mengucek mata nya,hingga dia terlelap di dada satya.merasa tanggung dengan aktifitas nya,satya membiarkan dahulu kekasih nya tidur di pangkuan nya.


''Kelar juga''gumam satya setelah dia menyelesaikan permainan game online nya,dan segera memindahkan tubuh mita ke kasur empuk nya.


Sedangkan di luar ruangan tersebut,tepat nya di kamar devie.gadis kecil itu tengah marah-marah tidak jelas dengan membanting barang-barang yang ada di sekitar meja rias nya,tepat nya kosmetik milik nya sendiri yang dia banting.bahkan ranti sang ibu,pun tidak dapat menghentikan kemarahan anak bungsu nya itu.


''Sayang!devie sudah sayang,nanti kamu terluka.tenang kan diri kamu yah''seru ranti dengan raut wajah cemas,dia mencoba membujuk devie agar tidak merusak lagi barang-barang milik nya itu,karna harga kosmetik yang devie pakai sangat lah mahal.hingga dapat menguras pegangan ranti setiap bulan nya.untung ayah nya mita sedang tidak ada di rumah saat ini,jadi devie bebas mengamuk pikir nya.


Prang ...prang ..

__ADS_1


''Aaaaaaa''jerit devie dengan keras


''Dasar si*lan,mita si*lan''maki devie sembari membanting buku-buku yang tertumpuk di nakas.


''Berisik devie,bisa gak loe diem''ucap ariel dengan mengusap daun telinga nya.


''Pokok nya aku gak mau tau mah.kak.si mita harus kita buat menderita,bagai mana pun cara nya.aku mau lihat dia tersiksa.''pekik devie dengan mata berapi-api.sembari menjeda aksi nya yang tengah mengamuk itu.


''Loe pikir segampang itu,loe gak liat yang dukung dia siapa?ngomong sih gampang''sentak ariel yang tidak bisa berbuat apa-apa saat ini.mengingat mita adalah kekasih dari satya,meski pun satya lebih muda dari nya,tetapi dia bukan lah tandingan yang sepadan bagi ariel,dari segi apapun itu.


Devie yang mendengar kalimat ariel,dan di dalam nada bicara nya terdengar mengeluh.devie kembali bergerak menuju meja rias nya,sang ibu yang melihat pergerakan devie segera mencegah nya.


''Devie.devie,stop jangan lakukan apapun lagi.mamah mohon yah.ariel kamu bantu mamah dong''ucap ranti yang merentang kedua tangan nya,guna menghalangi aksi devie.juga meminta bantuan dari anak sulung nya untuk menenangkan adik nya tersebut.


''Ck,kalo loe masih mau banting barang-barang loe silahkan,tapi ingat!jangan minta di belikan lagi sama mamah,atau loe bakal gue benci juga''sahut ariel dengan malas,selalu saja begitu.jika devie mengamuk dia yang harus menenangkan nya dengan cara diancam seperti ini.


Dor ..dor ...


Itu bukan suara tembakan,melainkan suara pintu yang di gedor kuat oleh seseorang dari luar.ranti melihat kedua anak nya dengan raut wajah tegang,kenapa bisa dia melupakan bahwa satya masih berada di rumah suami nya sekarang ini.


''Wooyy..berisik si*lan,cewek gue lagi tidur''bentak orang tersebut,dengan begitu lantang agar terdengar jelas oleh ranti serta kedua anak nya dari dalam.


''Maaf nak satya,maafkan kami.kami tidak tahu jika mita tengah tertidur''ucap ranti dari dalam kamar, tanpa mau membuka pintu kamar devie.


Hening.tidak ada sahutan lagi dari arah luar,menandakan jika satya sudah kembali pergi dari depan pintu kamar devie.

__ADS_1


''Huh!''hembusan napas lega keluar dari mulut ranti,sungguh dia merasa segan terhadap seorang satya,jelas dia tahu bagai mana keluarga satya sangat lah berpengaruh besar terhadap bisnis suami nya.dia tidak mau gegabah untuk hal satu ini.


''Anak itu''desis ariel dengan rasa marah nya,mungkin dia begitu marah sampai-sampai urat leher nya terlihat menonjol karna menahan nya.


Namun bukan ariel nama nya,jika dia tidak merencanakan sesuatu untuk membalas kekalahan nya ini.


''tunggu aja,gue pasti bakal balas perbuatan loe satya,br*ngs*k''


...****************...


Di sebuah restoran yang terbilang mewah di kota jakarta,pasangan yang sebentar lagi resmi itu.kini tengah mengisi perut mereka.


''Sayang!malam ini kerumah aku dulu,mamah mau bicara sama kamu katanya''ucap nya sembari menyuapkan puding ke mulut nya.


''memang nya ada hal apa kak?kok mamah yani gak bilang langsung ke aku tadi pagi''balas dinda yang penasaran.


''Gak tau deh,aku tanya juga bilang nya rahasia wanita,gitu kata nya''terang yudha sekena nya.dinda tersenyum penuh arti kala mendengar kalimat dari yudha.


''kenapa senyum?kalian rahasiakan apa dari aku''tanya yudha spontan.


''Ada deh,this is secret women.hi hi''ujar dinda


''Hah.dasar wanita,penuh dengan rahasia''desis yudha yang tidak mau tau tentang rahasia yang di rahasiakan oleh kekasih serta ibu nya tersebut.


''Udah kelar ini,yuk balik ke kantor lagi''ucap dinda yang mengajak kekasih nya guna kembali ke kantor,yang mana di jawab anggukan kepala oleh yudha.

__ADS_1


''Aku bayar dulu''ucap yudha yang sudah melambaikan tangan ke udara,guna memberi kode pada salah satu pelayan di sana,selesai dengan itu.mereka pun pergi dari restoran elit tersebut,dan akan menuju ke kantor nya lagi,sebelum waktu nya untuk mereka bisa pulang kerumah masing-masing.


__ADS_2