
Hati Nina semakin terkoyak - koyak kenyataan yang pahit yang harus dia telan. Nina menitihkan airmata. Matanya terpejam dengan mendengarkan musik dr handset, Wajah cantiknya tersapu lembut oleh angin malam di 0Km.
"Mas, Nina merindukanmu, kenangan saat pertama bertemu, kenangan saat di gunung Merbabu, kenangan saat dikelas dan hari - hari bersama selama di kampus. Atau membaca buku bersama di perpus." kata dalam hati Nina.
Diah mengamati Nina dengan seksama. Diah tahu, apa yang dia lakukan akan melukai hati sahabatnya tapi dia harus jujur dan mengatakannya agar tidak terlalu jauh antara Nina dan Mas Tian. Diah tahu bahwa Mas Tian dan Nina saling jatuh cinta. namun harus terpending dulu karena ada serangan negara api...hahahahaha.
"Kamu jangan nangis dong, yuk kita ke kopi Joss! Kamu Ndak pernah kan minum kopi Joss?" Ajak Diah sambil menarik tangan Nina.
Nina hanya mengikuti langkah Diah, Nina menghapus airmata yang barusan mengalir. sekarang Diah yang mbocengin si Nina yang lagi rapuh.
" Nah ini tempatnya Nin. Asyikkan.... Happy tak perlu harus ke cafe, Ditempat ini kita juga bisa menikmati kearifan lokal. tuh lihat banyak aneka sate, gorengan..."
" Wah gorengan..." mata Nina seketika tertuju pada tumpukan gorengan.
Mereka berdua memesan kopi Joss dan beberapa jajan lainnya. Mereka mengamati bagaimana membuat kopi Joss itu. Diah tahu bakalan wayangan alias tidak bisa tidur sampai pagi. Memang tidak semua orang seperti itu. Tapi Nina dan Diah akan melek sampai pagi bila minum kopi.
waktu menujukkan pukul 11.30 WIB. Nina dan Diah segera bersih - bersih diri dan segera rebahan. Mereka tampak kecapean setelah berkuliner. Mereka juga menikmati kuliner lain di Jogja seperti mie lethek.
Waktu terus bergulir. Kedua sahabat itu kesulitan tidur. Hanya mencari posisi nyaman agar terlelap. Tapi juga belum bisa terlelap.
" Nin, kamu udah tidur? " tanya Diah.
" Belum, rasanya Ndak ngantuk." jawab Nina.
__ADS_1
" Kamu inget Ndak waktu pertama kamu ke rumahku?" tanya Diah.
" Iya, Kenangan konyol yang tidak terlupakan."
" Hahahaha... karena aku lupa ganti kampas rem di motorku hampir saja kita terjun bebas di atap rumah orang." Diah tertawa terkekeh-kekeh.
*Flashback 👉
Waktu itu Nina ingin main ke rumah Diah. Kemudian mereka menuju rumah Diah menggunakan motornya Diah. Motor Nina di tinggal di Kampus. Karena jam 4 sore ada kuliah.
Sesampainya di depan gang Diah yang berupa turunan rem blong....Mereka berdua panik.
" Diah*... ini gimana remnya Ndak bisa. "
" Coba direm Nin, Sumpah aku takut kalau harus terjun bebas diatap orang. Aku belum Nikah ya Allah....selamatkan Diah."
Nina semakin tegang, dimana jalanan semakin menurun tajam, wilayah Rumah Diah adalah seperti itu banyak turunan dan tanjakan.
" Ya Allah selamat kami ya Allah." teriak Nina dan Diah kompak.
endingnya Nina menandakan motornya ke tumpukan bak sampah yang terbuat dari tong. Syukurnya motor terhenti dan dapat terkendalikan....cuma sepatu mereka pastinya bau sampah. Mereka tertawa bahagia karena selamat dan sadar kalau Sekarang bau sampah.
🌷🌷🌷🌷🌷
__ADS_1
Waktu terus bergulir. Suara adzan subuh telah berkumandang. Akhirnya Nina dan Diah solat subuh. Sesudah solat subuh mereka terlelap dan bangun pukul 10.00 WIB.
Rencana Senin Pagi Nina akan pulang ke Semarang. Karena hari Rabu ada panggilan interview. Nina memulai kehidupan baru di Semarang termasuk karirnya. Dia adalah arsitek cewek yang handal dan detail.
Kini Nina berharap bisa dipertemukan dengan Mas Tian, hatinya kini benar - benar rindu.
.
.
.
.
.
.
♥️♥️♥️♥️♥️
\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=
**Terimakasih atas dukungan dari readers sehat selalu banyak rejeki.
__ADS_1
jangan lupa share, vote dan like. berikan komentar terbaik kalian
jadi sayang sama kalian 😘😘😘😘😘**