
...Tian Prov...
Mengapa Nina berubah begitu tiba - tiba. aku yang rindu akan senyum manisnya, rindu akan belai lembutnya, sorot matanya yang kalem penuh pesona, peluknya yang hangat, bibirnya yang merah merekah. Apakah Nina menikah denganku penuh keterpaksaan, ataukah Mantanya menghubunginya lagi???
Ataukah aku berbuat salah sehingga Nina berusaha menghindar dariku. Tapi kenapa Nina sudah 3 Minggu ini begitu dingin. Dan terus terusan menghindar.
Bahkan dia mengajukan surat resign tanpa membicarakan terlebih dahulu denganku. Kemana aku harus bertanya??? Ya Allah bimbing hamba untuk menemukan titik temu ini ya Allah. Hamba tak kuat bila harus berjauhan apalagi kehilangan istri hamba. Dia adalah perempuan yang hamba inginkan untuk menuju surgamu.
Tak terasa air mata keluar dari kedua pelupuk mata Mas Tian. Hatinya begitu kalut. Istrinya meminta ijin untuk beberapa hari tinggal di rumah mertuanya.
🌷🌷🌷🌷🌷
"Nina, tak sepantasnya kamu sebagai istri meninggal rumah tanpa suami kamu." Kata mamah sambil menyodorkan secangkir hot Chocolate kesukaan Nina.
" Mam, beri Nina waktu untuk merenung."
"Kamu sudah berumah tangga Nin, Saat kamu memutuskan untuk menikah. Maka sepenuhnya kamu harus percaya dengan suamimu. Bila ada masalah bicarakan baik - baik. Masalah tidak akan selesai kalau kamu diam dan lari ." Nasihat mamah.
" Nina salah ya mah? Tapi ini sakit mah."
" Menurut kamu sakit, tetapi kamu tidak pernah menyelesaikan masalah bila hanya diam seperti ini."
Mamah beranjak berdiri dan segera menyiapkan makan malam.
Nina yang hanya bengong merasa apa yang dikata mamah benar segera menuju kamar. Nina duduk diatasnya tempat tidur dan mengambil sebuah album pernikahan dirinya dengan mas Tian yang berada di atas Nakas.
__ADS_1
"Maafin Nina mas, Nina Jahat."
tok tok tok , pintu diketuk mamah.
"Nina makan malam sudah siap."
"Iya mah, Nina segera menyusul."
Semua hidangan makan malam telah tertata rapi. Nina sebenarnya tidak nafsu makan. Karena nafsu makannya hilang begitu saja setelah terjadi keruwetan di dalam hatinya. Namun karena sudah 2 hari Nina tinggal di rumah kedua orangtuanya, setidaknya dia harus menghargai kedua orangtuanya. Termasuk senyum walaupun hatinya luka.
Nina menyelesaikan makan malam dengan baik bersama kedua orangtuanya. Dia pun segera menuju taman belakang rumah sambil berayun menikmati gemercik air dan sorot lampu taman nan cantik.
🌷🌷🌷🌷🌷
...Nina Prov...
Aku harus gimana ya Allah. Apakah aku harus percaya dengan apa yang diceritakan Devi beberapa waktu yang lalu. Bahwa perempuan itu adalah Dinda, kekasih Mas Tian yang begitu sangat dia cintai.
Apakah cemburuku ini beralasan. Apakah benar sebenarnya Mas Tian menunggu kehadiran Dinda yang saat ini berada di luar negeri.
Begitu berartinya kah Dinda di mata mas Tian, hingga saat menikah denganku masih menyimpannya foto Dinda.
Lamunan Nina pecah begitu saja, saat sebuah kecupan hangat mendarat di pipinya. Aroma nafas yang khas yang begitu ia rindukan.
"Sayang, kenapa melamun?" Mas Tian duduk di dekat Nina sambil berayun kecil.
__ADS_1
" Mas, kapan datang. Kenapa datang tidak memberi kabar Nina?"
" Kamu aja mengundurkan diri tanpa bilang mas, tanpa tanya mas."
" Maafin Nina mas."
" Maafin Mas yang udah buat Nina kecewa hingga lari tidak mau menemui mas lagi."
Nina menangis kecil karena dia begitu rindu melihat suaminya yang ada disisinya sekarang. Sebuah rasa hangat mampu Mas Tian ciptakan walau mereka dalam kondisi yang tidak baik.
" Bukan salah mas Tian, tapi salah Nina yang terlalu egois."
" Mas ngerti Nin, kita butuh waktu untuk saling mengenal lebih jauh. Toh mas paham walaupun kamu kenal mas dari sejak kita dibangku kuliah. tapi kita tidak terlalu dekat. Dari dulu kamu memang hobi menghindar dari mas, dari masalah Devi, masalah kamu ingin kerja di Jakarta. Tapi please Nin, janji sama mas, jangan tinggalin mas lagi."
Mas Tian memeluk Nina dengan eratnya. Nina merasakan peluk hangat dan nafas yang mengembu dari dada mas Tian.
mas Tian mengusap air mata yang menetes di pipi Nina.
" Mas Tian sayang Nina, Mas tak bisa jauh dari Nina. "
Nina semakin menangis sejadi-jadinya karena suaminya yang biasanya rapi sangat perfeksionis hari ini berada dihadapannya dengan penuh kekusutan, rambutnya yang acak kadul dan raut wajahnya tak seceria seperti biasanya.
\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=
jangan lupa follow Ig author ya. @ayaelwrdaharrasha...
__ADS_1
lagi mengumpulkan mood untuk menulis...