
Pagi itu Nina sudah menunggu mas Tian di meja makan. Tampak kelesuan di wajahnya yang kini tak seceria seperti hari - hari sebelumnya.
" Pagi Sayang. " Mas Tian mencium kening Nina. kemudian duduk di depan Nina
Nina yang kaget dari lamunannya segera menyapa suaminya.
" Pagi Mas." jawab Nina singkat dan segera mengambilkan sarapan untuk suaminya.
Di tengah breakfast yang tak sehangat pagi - pagi dulu. Tiba - tiba Nina mulai memberanikan diri untuk mengutarakan keinginannya.
"Mas, Nina ingin beberapa hari untuk merenung dan sendiri."
Mas Tian seketika meletakkan sendoknya dan menatap dalam - dalam wajah istrinya yang terlihat sangat galau.
" Alasannya apa Nin? Mas lakukan kesalahan? "
" Mas Ndak salah, mungkin karena perasaan Nina yang lagi Ndak nyaman, Mas."
" Terus Nina mau kemana? "
" Nina Ndak kemana - mana mas, hanya ingin tidur dan berada di kamar tamu untuk sementara waktu . Mas Tian bisa tidur di kamar atas."
__ADS_1
Mas Tian tampak mengerutkan dahinya. Cukup tenang walaupun dalam hatinya bertanya - tanya.
🌷🌷🌷🌷🌷
Nina termenung dalam lamunannya. Nina memikirkan siapa gadis itu. mengapa setelah menikah mas Tian tidak menceritakan sosok gadis yang begitu cantik. Dan yang membuat Nina cemburu plus kesal, Nina menemukan foto itu di laci. Apakah ada gadis lain di hati Mas Tian. Pada kenyataannya Nina memang tidak terlalu mengenal mas Tian secara mendalam. Sejak kuliah hanya kenal sebentar saja kemudian lost kontak karena Nina menghargai sahabatnya Devi.
Dari kejauhan mas Tian yang lewat menuju ruangnya melihat istrinya bengong. Tak melakukan aktivitas apa. Wajah Nina nampak makin gusar dari pagi tadi. Melihat Istrinya seperti itu akhirnya mas Tian memutuskan mengajaknya pulang lebih awal.
" Nina, pulang yuk." ajak mas Tian lewat sambungan telepon.
tanpa menjawab iya. Nina menutup telpon dan segera bersiap - siap dan berpamitan ke teman seruangan dengannya. Dia bergegas keluar dari ruangnya.
Mas Tian yang sudah menunggu dengan senyum manisnya di depan ruang kerja Nina.
"Sayang, semoga mawar ini bisa membuat hari - harimu seceria hari - hari kemarin."
Nina yang kaget meraih bunga itu dan mencium harum semerbak mawar kuning yang indah itu.
"Maafin Nina ya mas, mungkin Nina lagi benar - benar dalam kondisi tidak baik."
"Tidak papa Nina. Mas akan menunggu sampai Nina mau cerita."
__ADS_1
"Nina memiliki tidur dibawah karena kalau Nina pulang ke rumah mamah , pasti mamah mengira kita masih bertengkar. Nina hanya butuh waktu untuk sendiri saja. Tidak akan lama."
"O.K, tapi jangan kelamaan ya...karena mas pasti merindukan kamu tidur samping mas."
🌷🌷🌷🌷🌷
"Tian kenapa kamu harus menikah dengan Nina! " seru Devi sambil membuang segala sesuatu yang ada di meja kantornya.
"Apa Nina harus bernasib seperti Dinda? " gerutu Devi.
"Aku tak ingin menyakiti Nina yang pernah menyelamatkan aku. Tapi dia sudah merebut mas Tian , dari SMA aku sudah perjuangkan cintaku. tunggu tapi apakah ini keinginan diriku, atu karena keinginan kedua orangtuaku." gerutu Devi sambil menghempaskan tubuhnya di kursi.
Tak lama kemudian Devi menangis dan menahan rasa perih di dadanya.
\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=
maaf ya kalau lama menunggu kelanjutannya... maafkan author yang lagi sibuk dengan pembelajaran Daring...
semoga kalian sehat selalu
jangan lupa vote ya....
__ADS_1
love you all....