Yasmina

Yasmina
25. kehangatan di kamar Nina


__ADS_3

Mas Tian yang tak henti-hentinya mencium cumbu Nina, membuat Nina geli dan merasakan kehangatan suaminya yang sangat dia dambakan. Sejenak Nina menyingkirkan soal Dinda. Biarkan dia menjadi pacar masa lalu mas Tian toh sekarang Mas Tian telah menjadi milik Nina seutuhnya.


Baru pertama kalinya Mas Tian dan Nina menginap di rumah kedua orangtuanya Nina. Dulu setelah Nikah Nina hanya sekedar main dan pastinya pulang ke rumah mas Tian.


Mas Tian mulai menggila, seakan nafsunya dan rindunya sudah meledak ledak setelah 2 hari tanpa melihat istrinya dan 2 Minggu tidur terpisah. setiap inci tubuh Nina tak terlewatinya untuk dia cumbu. Nina menikmati sentuhan dan kecupan manis yang mendarat di tubuhnya. Nina pasrah, karena dia juga merindukan suaminya.


Kaos Nina sudah terlepaskan begitu juga dengan mas Tian yang kini nampak begitu menawan dengan hasratnya. Kehangatan di kamar Nina tercipta seiring dengan gerimis yang mendera menari - nari di langit.


Tak ada kata hanya nafas yang terpacu oleh rindu dan cinta.


🌷🌷🌷🌷🌷


Suasana pagi yang begitu dingin setelah semalam hujan, membuat mas Tian dan Nina asik bergelut dengan selimut. Nina coba bangkit dari tempat tidurnya, Namun mas Tian menarik tangannya sehingga Nina kembali di peluknya.


" Sayang, aku mau mandi. Mau bantu mamah bikin sarapan."


"Ehmmm....nanti saja." suara serak khas bangun tidur mendayung ditelinga Nina. Hingga membuat Nina merasa geli.

__ADS_1


" Ayo dong, bangun! Ndak enak lho sama mamah dan papah."


Dengan sigap Mas Tian bangkit dan berdiri. Nina sampai kaget karena Mas Tian sudah siap mengangkat tubuhnya ala bridal.


"Ayo kita mandi, tapi ada tidak hanya mandi doang ya. ... " seketika mata mas Tian berkedip mengisyaratkan permintaan kepada sang istri.


Nina hanya terkekeh sambil tersenyum dan melingkarkan tangannya di leher mas Tian.


" Apa semalam kurang?" tanya Nina menggoda


🌷🌷🌷🌷🌷


Nina sibuk membantu mamahnya di dapur, beberapa menu sarapan telah siap dimeja. Papah dan Mas Tian masih asyik ngobrol di teras belakang rumah sambil menikmati secangkir kopi dan pisang goreng hangat.


" Papah sayang, sarapannya sudah siap. " teriak mama manja yang tertuju untuk papah


Nina dan mas Tian jadi salting melihat kemesraan kedua orangtuanya yang masih begitu awetnya tanpa bahan pengawet walaupun sudah termakan usia.

__ADS_1


"cie cie cie mamah sama papah lagi ngalamin puber kedua." sahut Nina sambil menarik kursi dan duduk disamping suaminya.


" Ih Nina ngiri nie. Sekarang kamu kan sudah punya suami. Udah ada tempat untuk bermanja." ledek mamah sambil mengambil nasi ke piring papah.


" Maafin Nina ya Tian, kalau dia ngambek suka Ditengah pergi dari rumah. Ndak tahu deh mamah kenapa hobinya Nina kalau ngambek suka pergi - pergi."


" Mamah, kug buka kartu sih." sahut Nina cemberut


" Lha kan betul. Itu tidak baik Nina, kalau ada orang jahat terus kamu diculik gimana?"


Sarapan pagi telah selesai. Nina dan mas Tian berpamitan hendak pulang kerumahnya. kebetulan hari ini hari Sabtu. Jadi Mas Tian dan Nina ingin bersantai - santai di rumah dulu. Sambil melepaskan rindu.


Ditengah perjalanan Nina memberanikan diri untuk mengutarakan apa yang sedang dia pikirkan. Karena mungkin masalah tak akan selesai bila dia berlari dan berlari. Yang ada akan menambah masalah.


\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=


Author rindu sama kedua orang tua nie reader.... orang tua yang selalu support author....

__ADS_1


__ADS_2