
Sejak peristiwa di depan kampus itu, Nina tidak bisa tidur tenang. Hatinya sangat galau. Dikantor dia berusaha menghindar bila bertemu dengan Mas Tian.
" Apa aku regisn aja ya. Tapi aku baru kerja 3 Minggu. Ah...Nanti Mamah dan papah kecewa lagi sama aku." batin Nina.
"Mas Tian andai engkau tahu, aku sangat rindu.Dan aku bersyukur ya Allah masih diberi kesempatan untuk dapat melihat dia lagi, walaupun awalnya ragu apakah benar itu mas Tian. Sangat ganteng sekali ya... Allah. dibandingkan waktu kuliah yang selalu berpenampilan casual dan selalu bertopi."guman Nina pada dirinya sendiri. sambil berkhayal liar.
Dari Kaca Mas Tian mengamati gerak gerik Nina yang melamun dan terlihat galau. Terkadang Mas Tian ingin sekali mendekatinya dan memeluk untuk melepaskan rasa rindu. Namun antara Nina dan Mas Tian tercipta tembok besar yakni keegoisan dan ketidak jujuran pada diri sendiri bahwa mereka masih menyimpan rasa cinta itu. Cinta yang mampu bertahan walaupun waktu telah bergulir dan tiada kepastian.
Telpon berdering, Nina kaget dan segera mengangkat gagang telpon tersebut.
" Tolong bawakan berkas yang akan kita bawa ke Kalimantan lusa."
Nina segera menyiapkan dokumen yang dibutuhkan dan segera masuk ke ruangan Mas Tian.
"Selamat Siang bapak, Ini dokumen yang bapak butuhkan." Kata Nina sambil menyodorkan map tebal.
"Makasih Nin. Oh ya Nin. Nanti malam saya mau ke rumahmu."
" Ada apa ya pak? " tanya Nina penasaran.
" Silaturahmi aja."
__ADS_1
🌷🌷🌷🌷🌷
Sabtu sore Nina sudah siap - siap karena mas Tian akan datang ke rumah Nina. Sore itu kebetulan orang tua Nina juga ada tamu dari Bandung, beliau adalah teman semasa kuliah mamah papahnya.
jam sudah nunjukin pukul 16.12 WIB. Namun Mas Tian belum juga datang. Tiba - tiba Nina merasa dag dig dug apa iya mas Tian adalah si bos nya yang sikapnya kini berubah 100% dari mas Tian yang dulu teman sekaligus kakak kelasnya itu akan datang ke rumahnya. Dalam batin Nina apakah si Bos terbiasa main ke rumah pegawainya terutama yang perempuan. Perasaan Nina mulai tak menentu.
Nina coba menggali informasi dari bimo mengenai Mas Tian. Tapi Bimo tidak tahu kalau Nina sebenarnya sudah mengenal mas Tian dari bangku kuliah. sedangkan asisten mas Tian adalah Fauzan. Namun Nina tidak terlalu dekat dengan Fauzan.
Fauzan sahabat karib sejak kecil dan masih ada hubungan saudara dengan mas Tian. Fauzan adalah pegawai kepercayaan Mas Tian.
Lamunan Nina ambyar saat bel berbunyi 3 kali. Nina segera membuka pintu. Seketika Nina kaget bukan kepayang. Mas Tian benar - benar datang dengan pakaian yang rapi, dan didampingi seorang laki-laki dan perempuan yang sangat serasi sebagai orang tua Mas Tian.
" Nin, tamunya kug tidak disuruh masuk. " seru Ibu di belakang Nina.
" Walaikumsalam, Mari masuk pak, Bapak dan Ibu." Nina mempersiapkan pak bos, bapak dan ibunya pak bos untuk masuk ke ruang tamu. Tak lama papa dan mamahnya Nina menyalami dan duduk bersama menyambut kehadiran tamu yang ditunggu-tunggu.
" Nin, ganti bajumu. Ganti gaun yang sudah mamah siapkan di kamarmu. " bisik Mamah kepada Nina.
Tanpa menunggu lama, Nina segera berganti baju kasual dengan gaun yang simple namun sangat cocok untuk Nina.
Mas Tian terpesona dengan penampilan Nina yang sangat anggun dengan gaun merah maroon yang sederhana namun terkesan elegan.
__ADS_1
" Langsung saja ya .... kalau kelamaan nanti Nina akan semakin penasaran." bicara pak Ahmad yang santun.
Susasan seketika hening.
"Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. Kami sekeluarga mengucapkan terimakasih kepada Sahabatku Irwan Raharja yang telah memberi kesempatan kepada kami untuk bersilaturahmi. Dengan kehadiran kami kesini, sebagai tindak lanjut dari diskusi kita beberapa bulan yang lalu dimana kita sepekat untuk menjodohkan putra - putri kita." pembicaraan yang serius telah dibuka.
Nina merasa makin gugup dan wajahnya tampak semakin memerah. Sedangkan Mas Tian tampak bahagia seperti halnya kedua orangtuanya dan orang tua Nina.
\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=
.
.
.
.
.
♥️♥️♥️♥️♥️
__ADS_1
mohon vote share dan like.
love you all