
"Sayang, kamu masih berkomunikasi dengan Devi?" tanya mas Tian sama istrinya yang lagi sibuk design di depan Laptop.
" Jarang sih Mas, Kenapa?" Jawab Nina tanpa menggeserkan Pandanganya dari layar Laptop.
"Sejauh mana kamu mengenal Devi?"
"Sekedar teman kuliah dan berlanjut jadi temen cerita akhir - akhir ini."
"Jauhi Devi ya sayang. Mas Ndak mau kamu kena masalah."
seketika Nina menghentikan pekerjaannya dan menuju duduk dipangkuan suaminya yang juga masih asyik menyelesaikan pekerjaan kantor.
"Siapa Devi sebenarnya, Mas. Seperti dia menjadi ancaman untuk kita?" tanya Nina sambil mencium kening suaminya.
"Dinda seperti itu karena Devi, sayang."
"What !!!!!!" Nina bengong seketika
" Jadi Dinda mengalami kecelakaan karena rem mobilnya blong. Dan orang yang mengerjakan orang suruhkan Devi. Tapi mas dan keluarga tidak bisa membuktikannya. Kamera di sekolah dan di mobil Dinda sudah di offkan. Sejauh ini Devi tidak tahu kalau Dinda adalah sepupuku. Devi mengira kalau mas dan Dinda pacaran."
" Kenapa Devi berlaku sejauh itu mas?"
"Cinta Devi mas tolak. Mas tidak suka dengan semua tindak tanduk keluarganya. "
" Mas mengenal keluarganya?"
"Mas tahu Nin, kedua orangtuanya Devi adalah pembisnis ulung tapi sering melakukan kecurangan. Apalagi yang dia kejar karena dia ingin berkolaborasi dengan papah agar lebih kuat bisnisnya."
__ADS_1
" Macam film Korea aja mas, menikah karena bisnis. hehehehe." tawa Nina.
seketika mas Tian nyosor dipipi Nina. Dengan sigap mas Tian membawa istrinya menuju tempat tidur.
"Bobo sayang. Besok mulai berangkat kerja. Cuti seminggumu sudah habis." kata mas Tian sambil menyentuh pipi Nina.
Nina mengangguk sambil memejamkan mata.
🌷🌷🌷🌷🌷
kring kring kring
Telpon kantor Nina berdering tak sabar. Nina segera menyambar gagang telepon.
"hello..." Suara dari seberang begitu kencangnya.
"Nin, kamu ada dimana?" tanya Diah
" Aku lagi di kantor. Suaramu berisik banget Diah."
"Nin, tolongin aku Nin."
" Kenapa Diah?"tanya Nina penasaran. Suara Diah seperti orang terkena masalah besar.
Telpon tiba - tiba terputus. Nina merasa sangat kuatir dan segera menghubungi mas Tian. Berkali - kali Nina menghubungi namun tidak dapat terhubung. Nina makin kuatir bagai kereta mondar mandir tak terhitung sambil berpikir keras apa yang harus dia lakukan. Kenapa dia harus mencari Diah.
Nina segera menghubungi keluarga Diah. Nina mendapatkan info kalau Diah sedang berada di Jogja. Pikiran Nina makin kalut apa yang harus segera dia lakukan.
__ADS_1
Nina mendapat SMS. Ternyata dari Diah. Tak biasanya temennya SMS. mungkin dia memakai hp jadulnya yang dia gunakan untuk masa - masa darurat.
"Nin, kamu jangan kesini. Ini jebakan.please! kamu jaga diri dan jangan jauh - jauh dari Mas Tian. jangan hubungi aku dulu. Nanti aku kabari."
Selang beberapa detik. Ada telpon dari Devi.
" Hei Nina, ada kabar buruk. Mas Tian kecelakaan Nin, Aku tak sengaja melihatnya di Jalan Supriyadi."
deg
deg
deg
jantung Nina serasa mau copot. Ada apa dengan hari ini. Apakah ini benar? sehingga HP mas Tian tidak bisa dihubungi.
"Sekarang mas Tian dimana dev? " Nina mulai menangis histeris.
" Ini masih sama aku Nin, mau dibawa ke rumah sakit."
"Aku segera kesana Dev. Kasih alamat rumah sakitnya."
Nina segera berberes dan meninggalkan kantornya. Dia sangat - sangat tergesa-gesa dan merasa ketakutan. Pikirannya kacau karena apa yang terjadi dengan Diah. Apa ynag terjadi dengan Mas Tian.
Air matanya terus terurai. Tangannya terus gemetaran merasa takut dan sangat gugup.
\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=
__ADS_1
Jangan lupa vote yaa...dukung author terus ya.....❤️