Yasmina

Yasmina
Bab 4 Kota Tua Jakarta


__ADS_3

Sore itu Nina meminta ijin kepada mbaknya kalau mau diajak hang out sama kak Erlang. Nina sudah berdandan casual dan menunggu Kak Erlang menjemput.


Beberapa menit kemudian kak Erlang sudah sampai di depan pintu rumah Mbak Nayla. Mereka segera on the way menuju Kotu.


"Wih...ramai yaa Kak." Nina melepaskan sabuk pengaman dan segera berberes.


" Ya...begini Nih, suasana di Jakarta pada merayap.Apalagi kalau weekend banyak orang jalan - jalan. " Kak Erlang membuka pintu mobil.


Mereka segera menelusuri jalan yang penuh dengan pengunjung. Nina kagum sama bangunan yang kokoh itu. Bangunan yang menjadi saksi bagaimana Bangsa Indonesia melewati perubahan dari tahun ke tahun....sampai akhirnya Bangsa Indonesia merdeka.


Nampak dipinggir jalan banyak yang berpenampilan horor kayak kuntilanak, kayak pocong, sedangkan saat di dekat meriam banyak yang berbaju ala tentara.


Dalam hati Nina sedikit iba, tidak bisa membayangkan bagaimana kondisi bapak- bapak yang wajahnya di cat dan memakai baju ala tentara.


" Nin , yuk kesana. ada restoran yang tempatnya asik." ajak Kak Erlang sambil menarik tangan Nina.


Nina mencoba mengikuti dan melepas pegangan tangan Kak Erlang. Mereka duduk berhadapan disebuah restoran yang bisa melihat indahnya Monumen kota tua.


" Ini pesanannya kak." dari waiter yang menyajikan orderan.


"Terimakasih kak. " senyum Nina yang manis menungging di bibir manisnya membuat Kak Erlang terpukau.


" ehhhhmmmmm.....lezat....cucok deh Kak ini banana chocolate-nya." Nina berkali-kali menikmati banana chocolate-nya.


" Mau Pesenin lagi?" tanya Kak Erlang.


" ih ndak ah kak. Cukup ini aja."


Mereka menikmati hidangan yang telah mereka pesan.


" Nin, kamu udah punya Cowok?" pertanyaan membuat Nina tersedak.


" Uhuk uhuk....kenapa kak?" tanya Nina sambil mengontrol rasa sakit diantara hidung dan mulutnya karena lagi enak - enaknya menikmati Banana Chocolate malah ditanyain soal cowok.


" Maaf Nin, ini tisunya." Kak Erlang menyodorkan beberapa helai tisu dengan sigap.


" Nina masih jomblo Kak. Siapa yang mau sama cewek yang Ndak bisa dandan kayak Nina ini. Lihat deh itu Kak, Cewek - cewek itu. Manis dan cantik." Nina menunjuk segerombolan cewek cantik yang masih berfoto - foto ria.


" Cantik karena polesan itu Nin, No natural." Kak Erlang hanya menoleh sebentar dan segera menatap dalam - dalam wajah Nina yang begitu Natural namun aura inner beauty- nya keluar walaupun hanya berpenampilan casual.

__ADS_1


" Nina malah pingin bisa dandan seperti itu kak. Cantiknya ....ada merah merah dipipi, bulu matanya lebat."


" Alisnya juga tebal karena dilukis ...itu wajah apa lukisan...." Kak Erlang sedikit sewot dengan pendapatnya. bahwa natural is the best.


Asyiknya mengobrol, sore bergulir malam suasana semakin ramai dengan riuh tawa dan senyum ceria dari pengunjung.


Itulah ke Kearifan lokal Orang Indonesia seneng Ndak seneng yang penting kumpul Ndak harus di tempat mahal yang penting happy.


Akhirnya Kak Erlang mengajak Nina Pulang karena takut macet akan membuat perjalanan semakin lama.


" Makasih Yaaa... Kak. Udah Ajak Nina jalan - jalan."


" Sama - sama Nin, Have a nice dream ya...."


Kak Erlang berlalu meninggalkan rumah Mbak Nayla. Sebenarnya jarak rumah Mbak Nayla dan Kak Erlang tidaklah jauh. hanya berbeda gang.


🌷🌷🌷🌷🌷


"One two three


Neon nareul tteonatjiman


Eodingaeseo neoui sumsoriga deullyeowa


Ppalgan nunmuri naeryeowa


Nareul andeon neoui hyanggiga geuripda


Nareul wihan geora haetdeon neoui mal


Geojitmalcheoreom chagapge doraseotdeon


Neoneun wae neoneun wae you're gone away


Come back home


Can you come back home


Chagaun sesang kkeute nal

__ADS_1


Beoriji malgo nae gyeoteuro....."


HP Nina berdering come back home pertanda ada Telp masuk.


"Assalamualaikum Nina." sapa Mas Tian dari sebrang sana yang jaraknya sekitar 600 km lebih dari Nina


" Walaikumsalam mas Tian. " Jawab Nina dengan Happynya.


" Gimana Kabarnya Nin?" Tanya Mas Tian.


" Alhamdulillah baik mas, Oiya mas....Senin besok Nina Pulang ke Semarang."


deg


deg


deg


Senin rencana Mas Tian mau pulang ke Bandung.


"O.K Nin , Mas Tunggu."


Selama 2 jam mereka asyik bertelepon - teleponan. Hingga akhirnya Nina terlelap sambil pegang Hp.


Mungkin suara Mas Tian yang lembut membuat Nina terlelap seperti di Nina boboin.


πŸ’œπŸ’œπŸ’œπŸ’œπŸ’œ


.


.


.


.


.


Author lagi nganggur nie...tiap hari Sabtu banyak waktu luang jadi mengejar agar novel ini segera selesai....

__ADS_1


salam sayang dari author jangan lupa follow Ig author ya : Aya Elwrda Harrasha


jadi sayang deh sama kalian😘😘β™₯️β™₯️β™₯️


__ADS_2