Yasmina

Yasmina
Bab 16 Reuni hati tipis - tipis


__ADS_3

Hari ini Nina dan Bimo akan mengikuti meeting bosnya. Nina menyiapkan semuanya dengan seksama agar tidak malu - maluin.


" Ayo Nin, Kita segera berangkat." Ajak Bimo.


" O.K." Nina mengikuti langkah Bimo menuju lobi.


Beberapa menit mereka sudah menunggu di lobi. Ada sosok gagah yang datang menghampiri Bimo dan Nina.


" Ayo berangkat. " Sosok itu sambil melangkah keluar pintu dan masuk ke mobil hitam yang berhenti tepat di depan lobi.


Bimo melangkah mengikuti si Bos. Sedangkan Nina terbengong melihat sosok yang barusan mengajaknya untuk segera meeting.


Bimo segera menarik tangan Nina agar segera masuk ke mobil. Bimo tidak mau dikomen lelet kayak keyong.


"Ayo ... Nin. Malah bengong aja. Inget pesanku kemarin lho." seru Bimo sambil menarik tangan Nina menuju ke Mobil.


Nina mengikuti dan duduk di jok belakang. Nina terasa kikuk dan terlihat salah tingkah. Bimo mengamati dari spion depan dimana Bimo duduk di samping sopir. Sedangkan pak bos duduk di samping pak bos.


" Nin inget pesanku lho." ingat Bimo untuk Nina.


" Iya, mas. " jawab Nina pelan.

__ADS_1


Si Bos hanya diam dan sok sibuk dengan HP-nya. Dalam batin Nina ingin terbang ke langit yang tinggi dan teriak sekeras-kerasnya.


" Ini orang mirip banget sama Mas Tian, Tapi kug rapi bener. Dari sorot matanya sama. Tapi kalau ini mas Tian kenapa tidak mengenali diriku?" batin Nina penasaran.


Sampailah mereka disebuah kampus yang tak asing bagi mereka. Nina semakin bengong. Apakah mereka mau reuni di kampus atau mau meeting.


🌷🌷🌷🌷🌷


Sejak di dalam mobil Nina sering curi - curi pandang menatap Wajah seseorang yang tak asing baginya. Sedangkan Mas Tian melihat gerak gerik Nina yang bertingkat lucu itu. Dalam batin Mas Tian ingin memeluk erat Nina. Namun strategi perang sudah ditentukan Mas Tian. Hatinya sebenarnya ada luka, rindu , dan ingin rasanya meluapkan kekesalannya. Bertahun tahun Mas Tian harus menunggu dan digantung cintanya oleh Nina. Tiba - tiba mas Tian mendengar kabar kalau Nina hampir menikah dan kini Nina hadir di hidupnya tanpa mengenal dirinya.


Meeting bersama pengurus pengembangan kampus sudah selesai. Nina semakin terkesima bagaimana cara Bosnya bernegosiasi dan mempresentasikan proyek yang akan segera dikerjakan itu.


" Alhamdulillah lancar. " seru Bimo riang karena proyek sudah di aproval tinggal mulai pelaku Minggu depan.


🌷🌷🌷🌷🌷


Mas Tian senyum senyum sendiri melihat Nina yang sedang sibuk bekerja. Dia lega setelah mengetahui kalau Nina tidak jadi menikah. Bukan jahat sih tapi rasa itu masih konsisten di lubuk hatinya yang paling dalam.


Ruang Nina dipindah di depan ruang mas Tian. Tanpa Nina ketahui kalau bosnya hobi mengobservasi selama dia bekerja. Kaca dari ruang kerja mas Tian bisa melihat keluar, sedangkan dari luar tak bisa melihat dalam ruang kerja mas Tian.


" Ya Allah, terimakasih sudah mendengar doa- doa hamba apabila dia jodohku maka dekatkan. Bila tidak jangan engkau beri luka di hatiku yang berkepanjangan. " suara Mas Tian lirik.

__ADS_1


Mas Tian beranjak dari tempat duduknya dan segera menghampiri Nina. Karena hari ini mereka akan kelapangan untuk pengecekan awal proyek di kampus mereka.


Tanpa mereka sadari telah terjadi reuni tipis - tipis dan hati mereka mulai teringat kenangan indah di kampus itu.


\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=


*


*


*


*


*


Actor : Mas Tian


i


__ADS_1


hey readers ini actor sebagai mas Tian ya....


yuk jangan lupa vote, like dan selalu ikuti tiap episodenya.


__ADS_2