
Setelah Mandi dan Sholat 2 rakaat Nina sudah menunggu Mas Tian di atas tempat tidur. Nina duduk dengan tidak tenang. Jantungnya berdetak kencang ketika pintu terbuka pertanda mas Tian sudah kembali dari dapur.
Mas Tian berdiri tepat didepan Nina sambil memegang kepala Nina dan mengucapkan doa. Setelahnya Mas Tian mengecup kening Nina penuh dengan kehangatan. Nina menikmati lembutnya kecupan itu dan memejamkan kedua matanya.
Mas Tian kini duduk disamping Nina sambil memegang kedua tangan Nina. Nina hanya tertunduk malu dan senyumnya merekah manis.
" Nin, Mas mau tanya. Kenapa kamu mau dijodohkan dengan mas Tian?"
" Karena Allah dan orang tua."
" Apa Nina bisa menerima mas Tian sebagai suamimu?"
" kalau Nina Ndak mau pasti Nina sudah kabur." Nina sambil menggoda mengedipkan matanya.
"Mas tidak akan memaksa kamu untuk mencintai mas saat ini. Semoga berjalannya waktu kamu bisa menerima seutuhnya."
Nina menggangguk. Kedua mata saling bertatapan.
Jari jemari mas Tian mulai mendarat di leher Nina. seketika bibir mereka sudah menyatu dalam kehangatan. Nina berusaha mengikuti dan menikmati setiap sentuhan mas Tian. Dia tahu saat ini dirinya adalah milik mas Tian seutuhnya. Dosa bila dia mengingkari ijab qobul yang telah dilaksanakan tadi siang.
__ADS_1
Penuh perasaan Mas Tian mencium seluruh wajah Nina, berlanjut ke telinga leher dan mendarat di sebuah gunung kembar yang terbalut baju tidur serba merah maroon.
Mas Tian mencoba melepaskan BH Nina. Nina hanya pasrah dan sesekali melihat wajah suaminya yang terlihat semakin memukau walaupun dalam kondisi semakin menggila menikmati setiap inci tubuh Nina.
Mas Tian mulai melakukan serangan, Nina mulai kewalahan. Apalagi ini adalah pertama kalinya dia melakukan ML.
Mas Tian yang kesulitan memasukan juniornya. bersabar dan mencoba terus hingga akhirnya sampai. dan Nina berteriak. Seketika Mas Tian mengecup bibir Nina. Nina hampir kehabisan Nafas . Akhirnya Nina dan Mas Tian selesai. Terdapat bercak merah diseprai.
" Makasih sayang. muuaaach...." Mas Tian mencium berulang kali bibir, pipi dan mata Nina.
Nina merasa kesakitan dibagian selakangannya. Dia tahan dan bersembunyi diperlukan Mas Tian.
" Terasa hangat." batin Nina.
" Pagi sayang..." sapa mas Tian sambil mengecup kening Nina.
" Mas, hari ini kita cuti mau pergi ke mamah apa di rumah? " tanya Nina sambil mengambil baju tidurnya.
" Ke mamahmu nanti sore ya sayang. Mas Ingin seharian bersamamu di Kamar." ucap mas tian dengan wajah menggoda.
__ADS_1
" Nina mandi dulu yaa Mas."
Nina berdiri dan menuju kamar mandi. Mas Tian melihat tubuh Nina yang begitu menarik mencoba mengalihkan dan segera ke dapur membuatkan sarapan untuk istri tercintanya.
kebetulan Bi Innah yang bisa datang untuk beres - beres rumah hari ini tidak datang ke rumah mas Tian. Tetapi datang ke maminya mas Tian karena banyak pekerjaan yang belum terselesaikan setelah acara pernikahan kemarin.
Selesai Mandi Nina mencium aroma sedap dari dapur. Nina bergegas turun menuju dapur. Terlihat mas Tian sedang membuat nasi goreng seafood.
" ehuummmm harumnya....Bikin Nina tambah laper mas." Seru Nina mendekati mas Tian.
" Sini sayang." ajak mas Tian. Seketika Nina berada di depan Mas Tian sambil dipegang tangannya untuk mengaduk - aduk nasi goreng seafood.
" Pasti Nasi goreng seafood ini akan menjadi nasi goreng terlezat di dunia."
"Kug bisa mas?" tanya Nina.
" Karena dibuat dengan penuh cinta."
" Kalau ini jadi nasi goreng terlezat di dunia bakal gawat mas."
__ADS_1
" Kenapa Nin."
" Nanti Mas sama Nina tidak jadi arsitek lagi beralih jadi tukang nasi goreng." tawa Nina begitu lepas.