Yasmina

Yasmina
29. I am fine


__ADS_3

Nina segera keluar dari kantor dan menunggu taksi . Pikirannya kacau apa yang harus dia perbuat. Mengapa Diah harus disekap. Kenapa mas Tian mengalami kecelakaan tiba - tiba.


Ditengah perjalanan telp Nina berdering berulang kali. Namun hatinya rapuh menahan tangis yang seakan dia tidak ingin roboh dalam situasi yang membingungkan ini.


" Mbak, maaf telponnya berbunyi berulang kali! " tegur pak sopir yang ramah itu.


" Iya pak, terimakasih." jawab Nina. Dia segera mengangkat telpon.


" Nina, kamu dimana?"


Suara Mas Tian seperti memberi angin segera di rongga dadanya yang tak bisa berpikir tenang karena dua kejadian bersamaan.


" Nina di jalan menuju rumah sakit. Mas Tian baik - baik aja kan? Nina segera sampai mas. Mas Tian sudah di kamar perawatan atau IGD?" Tanya Nina bertubi-tubi tanpa bisa disela mas Tian.


" Siapa yang sakit Nin? jawab mas Tian santai


" Mas Tian tidak mengalami kecelakaan? " tanya Nina tegang


" Mas ini lagi di ruang kerjamu. Tadi kamu buru - buru mau kemana?"


" Pak, maaf kita putar balik kembali ke kantor saya."


" O.K mbak."

__ADS_1


Hati Nina sedikit tenang. Namun hatinya bertanya - tanya. Mengapa Devi nyebarin Hoax soal kecelakaan mas Tian. Apa sebenarnya yang dia inginkan.


Ada pesanan wa masuk. Ternyata dari Devi. panjang umur bener ini anak. "diomongin dalam hati langsung nongol".


" Nina kamu dimana? Nanti kamu langsung ke ruang Amarilis No. XX."


Nina segera membalas chat WA.


"Maaf Devi, aku tidak bisa datang."


🌷🌷🌷🌷🌷*


" Nin, mulai sekarang mas minta jangan komunikasi lagi dengan Devi." pinta mas Tian lembut


"Iya mas, tapi kenapa Devi seperti itu. Sekarang hati Nina kacau mikir Diah."


Bel berbunyi. Nina Segera bangkit menuju daun pintu yang kokoh itu. Mas Tian mengikuti dari belakang dan menyalakan lampu ruang tamu.


Sebelum membuka pintu, Nina melihat dulu siapa yang datang tengah malam seperti ini. Dia was was takut kalau ada mbak Kunti yang jail main bel pintu rumah.


Dilihatnya tidak ada siapa - siapa. Tapi ada suara mobil yang berlalu. Nina ragu saat ingin membuka pintunya.


" Ya Allah lindungilah Nina. Di hutan berani. masa buka pintu tidak berani. "

__ADS_1


" Sini mas bukain." kata mas Tian santuy dan menggeser badan Nina.


Saat dibuka didepan pintu tidak ada orang. namun ada sosok wanita duduk di kursi tampak awut - awutan. Di bajunya nampak beberapa bekas darah. Seketika bulu kudu Nina dan mas Tian merinding.


Mereka berjalan pelan - pelan menuju wanita itu. Wanita itu tampak lemas dan tidak berdaya. Apakah ini tipu daya? Nina mulai was - was.


Nina mencoba menyentuh wanita itu.


" Mbak? kamu siapa? " tanya Nina pelan.


Seketika wanita itu menoleh, menatap Nina dan Mas Tian. Mas Tian dan Nina jantungnya mau copot saat melihat siapa yang dilihatnya malam itu.


" Diah." seru Nina segera memeluk tubuh sahabatnya itu.


" Jangan menangis, I am fine." Jawab lirih Diah. Tampak airmata terurai dipipinya.


" Sekarang kita ke rumah sakit saja. Diah butuh perawatan." kata mas Tian sambil bergegas mengambil kunci mobil.


Selang beberapa menit Mas Tian menyetir mobil. sedangkan Nina masih disisi sahabatnya yang sedang lemas di kursi belakang.


" Jangan menangis Nin, aku baik - baik saja." kata Diah lirih sambil menahan rasa sakitnya.


\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=

__ADS_1


happy long weekend....hehehehe karena cuti lama...so author bakal nulis banyak episode....


jangan lupa vote ya....


__ADS_2