
Heni mengetuk pintu hotel. Heni pengetahuan dimana Erlang memesan hotel karena Heni tahu dari percakapan di telepon yang disadapnya. Beberapa menit kemudian si Erlang yang sedang enak - enakan terganggu dengan itu. Erlang segera memakai celananya. Erlang tak mengira 2 cewek yang di depannya datang bersamaan.
" Kejutan ...." dengan muka marah suara lantang membuat Erlang semakin gugup.
Nina langsung saja masuk dan dia berteriak histeris setelah melihat perempuan yang telanjang bulat ada di bed.
" Tutup tubuh kamu, aku Ndak Sudi lihat tubuh busuk kamu. " Seru Heni sambil mengacung ke muka perempuan itu.
" Kalian mau apa kesini? Kamu perempuan tak tahu diuntung... ngapain kamu bawa Nina? ini urusan kita. Kenapa kamu melibatkan Nina!" bentak Erlang kepada Heni.
" Ini tidak hanya urusan kita berdua, tapi kita semua Nina dan calon anak kamu!" jawab Heni sambil meledak - ledak. Amarahnya tak dapat terbendung lagi.
" Kak, maaf Nina kecewa. Sudah cukup ini semua. Pernikahan saya batalkan. Tolong jangan ganggu saya lagi. "
" Nin, ini salah paham." kata Erlang sambil menarik tangan Nina.
Nina dengan sigap melepaskan tangan Erlang. Kemudian tiba - tiba Erlang menampar Wajah Heni. Heni yang terkejut menangis dan menahan rasa sakit. Dengan secepat kilat Nina langsung Memukul dan menendang si Erlang kampret......
Maklum dulu semasa kuliah Nina pernah mengikuti " taekwondo" di kampusnya. Kakak kelasnya saja pernah merasakan pukul tangan Nina sampai berdarah saat latihan..
__ADS_1
Nina menarik tangan Heni dan segera mengajaknya keluar. Heni masih menangis dan mengikuti langkah Nina. Sekarang Nina ada dikursi kemudi.
" Kak. ....sudah cukup. Jangan menangis lagi.Tak layak kamu menangis untuk laki - laki brengsek itu yang berotak mesum." pinta Nina halus pada Heni yang sedang menangis tersedu - sedu.
" Bagaimana nasibku , nasib calon bayi ini Nin. Aku tak sanggup bila harus pulang ke kampung. Orangtuaku mati - Matian cari duit buat biaya kuliah aku. Tapi aku tak bersyukur malah berbuat bejat."
" Kita Pikirkan nanti ya...." kata Nina sambil menyalakan mobil dan mulai menelusuri jalan Jakarta yang sudah gemerlap di hiasain lampu jalan.
Seketika Nina teringat kedua orangtuanya dan dia amat rindu dengan Mamah dan papah. akhirnya saat itu juga dia memiliki niat untuk resign.
🌷🌷🌷🌷🌷
Nina menyiapkan pakaian yang akan dipakai besok pagi. Nina memang pernah bekerja namun ini terasa berbeda. Greget untuk jadi arsitek handal semakin terbuka lebar. Karena perusahaan yang menerimanya adalah perusahaan besar.
Nina segera keluar kamar dan membantu mamah yang sedang sibuk menyiapkan makan malam. Kebetulan temen Kuliah Papah akan berkunjung. Beliau yang berasal dari luar kota ingin singgah ke rumah sahabatnya. Dengan cekatan Nina menata piring - piring dan hidangan yang sudah mamah masak....terlihat sangat lezaatt.....
Jam dinding sudah berbunyi teng - teng - teng menunjukkan pukul 19.00 WIB. Nina dan kedua orangtuanya beserta tamu sedang duduk di meja makan. Dinner ala rumah Nina berlangsung dengan hangat. Beberapa kali Istri sang tamu memuji kelezatan hidangan yang disajikan.
" Bud, gimana kalau kita jodohkan anak kita? " Tanya sang tamu.
__ADS_1
" Boleh tapi saya beri waktu pada putri saya dulu untuk menemukan pilihannya . ha ha ha ha ha."
wajah Nina seketika memerah. "Oh my God, aku mau dijodohkan." guman Nina dalam hati.
Kejutan apa ini, tadi baru mengingat kejutan yang diberikan Heni dan dirinya untuk Erlang. Sekarang dia diberi kejutan oleh tamu yang sahabat dekat papahnya.
\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=
.
.
.
.
.
♥️♥️♥️♥️♥️
__ADS_1
jangan lupa vote , like and share yaa... kunjungi Ig author di @ayaelwrdaharrasha