
Mas Tian sedang tertidur pulas. Jam dinding tetap bekerja seperti biasanya memutarkan jarum - jarumnya. Hari kian sore. Sore ini Mas Tian berjanji mengantar Nina pulang sebentar menemui kedua orang tuanya. Nina yang sudah terbangun beberapa jam lalu mencoba membereskan pakaian yang dia bawa di koper.
Nina membuka pintu almari yang akan digunakan untuk meletakkan pakaian - pakaian yang tidak terlalu banyak itu.
Saat Nina membuka sebuah laci, tiba - tiba Nina menemukan sebuah foto gadis cantik berseragam SMA itu dengan senyum menawan.
deg
deg
deg
Jantung Nina berdetak kencang. Oh my God siapa gadis ini? tanya Nina dalam hati. selama ini Nina tidak pernah mendengar cerita mengenai gadis cantik itu.
Nina mendengar suara Mas Tian yang memanggil - manggil namanya.
"sayang....kamu dimana?" suaranya lirih khas orang bangun tidur.
Nina segera memasukan foto itu kelaci.dan segera menuju ke Kamar. Tempat almari berada disamping kamar tidur mereka.
" Iya mas." sahut Nina sudah berada di depan Mas Tian.
__ADS_1
Mas Tian menarik kedua tangan Nina. Nina terjatuh dipeluknya. dengan penuh kehangatan Mas Tian memeluk Nina.
Namun Nina tidak membalasnya. Dihatinya sedikit kecewa. Karena selama ini dia tahu bahwa Mas Tian anak tunggal. Nina mulai penasaran dan bertanya - tanya dalam hati. Mungkinkah gadis dalam foto itu adalah mantan kekasihnya mas Tian. Dan seberapa besar cinta Mas Tian sampai - sampai masih mengenang foto gadis itu.
Mas Tian mencium pipi Nina. Nina tersentak kaget . Dia mencoba menghindar.
" Mas katanya mau anter Nina ke Mama? "
" Iya sayang, sebentar ya.... Mas masih kangen nih pingin berdua terus sama kamu."
Nina berdiri dan tersenyum. melepaskan dekapan hangat Mas Tian.
" Nina Mandi dulu ya mas."
Nina mengguyur seluruh tubuhnya dibawah shower. Air matanya menetes deras. Dia mencoba menahan Isa tangis didalam hatinya. Dadanya teramat sakit. harusnya hari ini merupakan hari pertama dia menyadang status sebagai istri mas Tian. Namun rasa bahagia itu hanya semalam saja. toh sore itu dia merasakan rasa yang amat sakit melebihi Nina memergoki Erlang yang selingkuh dengan wanita lain di depannya dengan kondisi si wanita telanjang.
"beri kesabaran kepada hamba ya Allah." lirih Nina sambil Memegang dadanya yang terasa perih.
Mas Tian merasa aneh. Kenapa Nina mandi lama sekali hampir 1 jam. Mas Tian kuatir terjadi apa - apa dengan istrinya. Dia segera masuk ke kamar mandi. Ternyata Nina lupa menguncinya. Mas Tian melihat Nina yang duduk termenung dibawah shower. Matanya nampak memerah.
"Nin, kamu kenapa?" tanya mas Tian lembut.
__ADS_1
" Ndak papa mas, Nina ini mau selesai." Nina berusaha bangkit namun dia tampak lemah. dengan sigap mas Tian menggendongnya dan membawa ke tempat tidur.
Dengan lembut mas Tian meletakkan Nina dan segera mengerikan rambut dan tubuh Nina menggunakan handuk. Berulang kali Mas Tian mencium Nina karena gemes.
"Do you love me? " pertanyaan Nina tiba tiba tercetus dari mulutnya yang tampak pucat.
Mas Tian berbalik arah yang semula ingin menjemur handuk di rak handuk. Kemudian dia mendekat ditepat dihadapan Nina.
Tanpa menjawab mas Tian mencium bibir Nina yang pucat dan mulai gemetar. Nina hanya pasrah dan menenggelamkan rasa pahit itu.
\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=
.
.
.
.
.
__ADS_1
jangan lupa vote