Yasmina

Yasmina
30. Sahabat


__ADS_3

Diah mendapatkan perawatan medis. Saat ini dia sedang tidur. Wajahnya sayu tampak, badannya yang biasanya energik kini hanya terbaring lemah. Beberapa selang mengalir ketubuhnya.


Diah memang kini sudah hidup sebatang kara. Karena kedua orangtuanya sudah meninggal. Rencana bulan depan dia akan menikah dengan tunangannya. Tapi beberapa Minggu lalu Diah sempet curhat ingin membatalkan pernikahannya. Saat ditanya Nina, Diah hanya menangis dan tampak gusar. Membuat Nina menahan niat hati untuk mencari tahu apa penyebab Diah mau membatalkan pernikahan itu.


Mas Tian yang lagi cari teh hangat untuk Nina, juga belum kembali. Nina memegang tangan Diah. Nina berharap Allah segera memberi kesembuhan dan segera memberi petunjuk apa sebabnya Diah harus disekap. Dan siapa yang menyekapnya.


Jarum jam terus berputar. Kini menunjukkan pukul 2 pagi. Nina beranjak ke kamar mandi dan mengambil air wudhu. Sujud adalah sesuatu yang menenangkan hati. Sebagai manusia, Nina hanya bisa memohon kepada Allah.


Mas Tian tidak membuka pintu pelan.Melihat takjub istrinya yang khusyuk dengan khusyuk. Selesai solat dan berdoa, Nina segera melipat mukena dan segera menghampiri suaminya.


"Mas Tian Ndak pulan?" tanya Nina sambil duduk disamping suaminya.


" Nanggung Nin, mas Ndak mau pulang. Di rumah sepi kalau Ndak ada kamu."


" Tapi besok kerjakan? Proyek yang dikampus gimana itu?"


"Deal, mau nambah ruang asrama untuk mahasiswa."


" Alhamdulillah. Rejeki Calon anak kita mas."

__ADS_1


" Apa? kamu serius Nin?"


"Iya. Nina udah telah 2 Minggu mas."


...****...


Nina merapikan piring makan siang Diah. Diah sudah siuman tadi pagi sebelum adzan subuh. Nina hanya memberikan menu makan siang yang sudah diberikan oleh ahli gizi rumah sakit.


Nina sebenarnya lapar. Tadi pagi dia hanya sarapan sedikit karena dia sebenarnya sangat lelah. Tapi demi Diah, Nina harus kokoh. Toh tantenya Diah akan segera datang.


Terdengar pintu diketuk dan masuk sosok yang tak asing bagi Nina. Suaminya sudah datang dengan membawa parcel buah dan aneka makanan. Diah terlihat senyum lega.


" Makasih ya Nina, Mas Tian." kata dia sambil berusaha duduk.


" Saya mau cerita Nin, ada banyak hal yang harus kamu ketahui."


"Tentang apa? tenang pikiran dulu Diah, kondisimu masih sakit lho." jawab Nina.


" Kamu harus tahu Nin, aku ingin membatalkan pernikahan karena Rio punya perempuan lain." Seketika Diah menangis.

__ADS_1


Nina mencoba menenangkan Diah, sedangkan mas Tian hanya menyimak apa yg dilontarkan Diah.


" Mas keluar sebentar ya Nin. "


Nina mengangguk dan senyum. Diah melanjutkan lagi ceritanya.


"Rio brengsek itu udah nipu ak Nin, Dia udah punya istri."


" Sabar ya Diah. Bersyukurlah kamu tahu itu dari sekarang. "


"Aku nggak nyangka Nin, Diah tega banget. Yang ngacam dan nyekap aku itu dia. Karena aku ikuti dia saat dia mau ketemu istrinya."


"Wait. Tapi kenapa dia harus berakal busuk seperti itu?"


"Aku Ndak tahu Nin, Aku **** banget begitu mudah percaya sama rayuan gombalnya."


Nina menghela Nafas panjang. Dia mengambil tisu dan mengusap air mata dia. Dengan hangat dia memeluk Diah.


"Sabar yang Diah. Di dunia ini hal yang aku benci adalah penghianat dan ketidak jujuran. Aku pernah merasakan itu. Kita benar - benar jadi Sahabat sejati sejak dari Merbabu. dan kita juga mengalami hal yang sama. Semoga nanti Allah mendatangkan jodohmu lebih baik dan lebih mencintaimu, tanpa ada kepalsuan, kebohongan dan penghianat."

__ADS_1


🌷🌷🌷🌷☘️☘️☘️🌷🌷🌷🌷


ceritanya makin panas dan bikin penasaran ini....ikuti terus yaa....


__ADS_2