You & My Destiny

You & My Destiny
Bab 16


__ADS_3

Reyna kini tengah duduk berhadapan dengan Evan di sebuah ruangan khusus dengan berbagai macam hidangan yang tersedia di sana.


Ya, Evan mengajak Reyna ke sebuah Restoran dengan menyewa tempat khusus agar mereka lebih leluasa untuk berbicara.


Tampak senyum terlukis di wajah Reyna, ia mengira Evan adalah pria romantis walau auranya dingin dan agak sedikit ketus. Buktinya pria yang sudah sah menjadi suaminya itu memberikan dress yang sangat cantik dan mengajaknya pergi ke sebuah Restoran berkelas walau sekedar untuk makan siang.


Evan yang melihat itu hanya menggelengkan kepalanya "Apa dia pikir aku mengajaknya ke sini untuk makan siang romantis? sungguh menggelikan."


"Kau jangan salah paham dulu, aku mengajakmu ke sini untuk menyampaikan isi dari berkas ini."


Tidak seperti pasangan pengantin yang lainnya, Reyna mengira Evan akan memberinya sebuah perhiasan, buket bunga atau yang lainnya. Tapi Evan malah memberinya sebuah berkas yang isinya belum ia ketahui, "oh ayolah Reyna, apa yang kamu harapkan dari pria yang terpaksa menikah dengan mu" batinnya


"Berkas apa ini?"


"Bacalah dulu sebelum mengajukan pertanyaan."


Reyna membuka berkas tersebut dan membaca satu persatu poin yang tertulis di dalamnya, senyuman yang tadi menghiasi wajahnya surut begitu saja setelah mengetahui isi dari berkas yang di berikan Evan.


"Apa kau pikir pernikahan adalah sebuah lelucon?"

__ADS_1


"Tidak, aku hanya menawarkan kerja sama dengan mu. Bukan kah kau juga tidak menginginkan pernikahan ini?"


"Kita menikah karena terdesak situasi, aku hanya memintamu bersikap seperti pasangan suami istri di depan orang tua kita, selebihnya kita jalani hidup masing-masing tanpa mencampuri urusan satu sama lain, kau pun bebas memilih laki-laki yang kau sukai dan aku tidak akan melarangnya."


"Kau tidak perlu khawatir aku tidak akan menyentuhmu, dan jika itu terjadi maka 25% saham milik ku akan jadi milik mu. Dan bukan hanya itu akan memberikanmu kompensasi yang besar jika kau bersedia menandatangani surat perjanjian ini. Jika kau tanya sampai kapan ini akan berakhir? sampai kau menemukan pria yang benar-benar tulus ingin menikahimu."


Reyna tersenyum sinis, ia tidak habis pikir dengan cara berpikirnya Evan.


"Kau memang handal dalam berbisnis, tapi tidak seharusnya pernikahan kau jadikan ajang berbisnis pula. Lebih baik kau simpan ini atau bila perlu kau buang saja karena sampai kapan pun aku tidak akan menandatanganinya."


"Terserah kau mau menganggap pernikahan ini apa, tapi bagiku pernikahan ini tetap sah, ada hak dan kewajiban yang harus di penuhi."


"Baiklah jika itu mau mu, tapi jangan salahkan aku jika aku tidak pernah menganggap mu sebagai seorang istri."


Evan bergegas pergi meninggalkan Reyna, namun sebelum itu Reyna menahannya dengan sebuah pertanyaan.


"Kenapa kau begitu bersikeras menolak pernikahan, bukan hanya dengan ku mungkin juga dengan wanita lain"


Evan melihat lawan bicara yang ada di depannya,

__ADS_1


"Karena aku sudah memiliki wanita yang aku cintai"


Evan pun melanjutkan kembali langkahnya


"Lalu kenapa kau tidak menikahinya?"


Lagi-lagi Evan menghentikan langkahnya, ia membalikkan badan mendengar pertanyaan Reyna yang membuat dadanya bergemuruh


"Jika dia masih ada, tentu saja aku akan langsung menikahinya tanpa harus melibatkan mu dalam pernikahan konyol ini."


Deg


Reyna tidak mampu bertanya lagi setelah mendengar penjelasan Evan, wanita seperti apa yang di cintai Evan hingga ketika ia tiada pun Evan masih mencintainya dengan begitu besarnya.


Reyna hanya bisa menghela nafas panjang setelah Evan hilang di balik pintu. Sebuah cairan bening keluar begitu saja dari kedua matanya, mencairkan rasa sesak di dada yang sejak tadi ia tahan.


"Pernikahan macam apa yang sedang aku jalani ini."


Reyna menghapus air matanya, ia tidak mau larut dalam kesedihan. Dengan langkah gontai ia pun pergi dari Restoran itu tanpa menyentuh sedikit pun makanan yang sudah tersaji di sana.

__ADS_1


Entah apa yang harus ia lakukan selanjutnya, yang jelas ia harus menenangkan dirinya terlebih dahulu setelah apa yang terjadi hari ini.


__ADS_2