
Reyna bisa bernapas dengan lega setelah ia berhasil menemui dosen dan menyerahkan laporan hasil analisisnya.
Kini Reyna sedang berada di tepi jalan dan hendak pulang. Tapi sebelum itu, ia akan pergi ke rumah ayahnya terlebih dahulu untuk mencari sebuah gelang. Siapa tahu gelang itu tertinggal di rumah ayahnya.
***
Di tempat lain Evan terlihat sedang sibuk bekerja dengan laptop di hadapannya. Sejenak ia menghentikan aktifitasnya ketika melihat seseorang datang dan duduk di hadapannya.
Evan kembali bekerja setelah tahu siapa orang yang ada di hadapannya. Dia adalah Rifaldi, sepupu Evan yang baru saja datang dari singapura.
"Apakah kau tidak ingin menyapa sepupumu ini?" Ucap Rifaldi sambil melihat-lihat isi ruangan Evan yang menurutnya tidak ada yang berubah semenjak terakhir kali ia datang ke sini.
"Kapan kau datang?" tanya Evan to the poin, ia bahkan tidak melihat ke arah lawan bicaranya, matanya masih saja fokus pada layar laptop.
"Tadi pagi."
Pria yang merupakan sepupu Evan itu berdiri dari duduknya, berjalan menelusuri setiap sudut ruangan, namun ia terhenti ketika melihat foto Hana dan mengambilnya.
"Rupanya kau masih belum move on."
Evan yang mendengar itu langsung mengalihkan pandangannya ke arah Rifaldi, tampaknya pria itu sedang memperhatikan foto yang di pegangnya.
Evan berdiri menghampiri sepupunya kemudian ia mengambil foto Hana dari tangannya.
Evan duduk di atas sofa, sementara Rifaldi ia pun ikut duduk di hadapan Evan sambil menghela napas panjang.
"Ku pikir waktu akan menyembuhkan duka mu."
Evan terdiam dan tak mau menggubris perkataan sepupunya itu.
__ADS_1
"Oh ya bukan kah kau sudah menikah?"
Evan mengernyitkan dahinya "Dari mana kau tahu?"
"Jadi benar kau sudah menikah?"
Evan lagi-lagi terdiam sementara Rifaldi dia hanya menghela napas panjang.
"Wanita malang mana yang mau menikah dengan pria yang susah move on sepertimu."
"Aku tidak bisa membayangkan bagaimana reaksi istrimu jika dia tahu kalau kau masih menyimpan foto kekasihmu itu."
"Dia tahu, bahkan dia tahu bahwa aku masih mencintai Hana." Jawab Evan yang masih menggenggam foto Hana.
"APA?" Ucap Rifaldi, ia sedikit kaget mendengar kejujuran Evan.
"Apa kau sudah tidak waras?"
"Lalu apa yang dia lakukan setelah tahu bahwa kau masih mencintai kekasihmu?"
"Tidak ada." Evan menyandarkan kepalanya di kursi lalu memejamkan matanya.
"Benarkah?"
Rifaldi mengerutkan dahinya, karena tidak mungkin bagi seorang wanita menerima begitu saja ketika suaminya malah mencintai wanita lain.
"Aku jadi penasaran seperti apa istrimu itu."
Evan tak menjawab, ia malah beranjak dari duduknya menyimpan kembali foto Hana di atas meja nya dan mulai bekerja lagi.
__ADS_1
"Kapan kau akan kembali ke Singapura?" Evan mencoba mengalihkan pembicaraan.
"Aku akan menetap di Indonesia, tapi setelah aku menyelesaikan pekerjaanku di sana."
Evan hanya mengangguk perlahan
"Aah aku benar-benar tidak sabar ingin menemui gadis itu." Ucap Rifaldi sambil melengkungkan senyum di bibirnya.
Evan menghentikan pekerjaannya ia menggelengkan kepalanya ketika melihat Rifaldi yang tengah tersenyum-senyum sendiri.
"Lihat, kau sendiri belum move on dari gadis itu."
"Entahlah, ketika mengingat nama nya saja aku begitu bersemangat."
"Kau tahu namanya?" Evan begitu penasaran dengan sesosok gadis yang selalu di agung-agungkan oleh Rifaldi, gadis yang pernah menyelamatkan sepupunya itu saat hampir tenggelam.
"Aku tidak terlalu yakin, karena aku membaca sekilas name tag yang ada di seragamnya, dan di sana tertulis nama Reyna, ya Reyna."
Deg
"Reyna? Apa dia orang yang sama atau hanya nama nya saja yang sama"
"Baiklah Kakak sepupu, sepertinya aku harus pergi. Aku ingin mencari gadis itu lagi sebelum aku kembali ke singapura."
Evan tersadar dari lamunan nya dan ia melihat Rifaldi sudah beranjak dari duduknya.
"Baiklah, semoga kau berhasil menemukannya dan semoga saja dia belum bertemu dengan jodohnya."
Rifaldi menghentikan langkahnya. "Kenapa aku tidak berpikir sampai kesana."
__ADS_1
Ia lantas melihat Evan yang tengah fokus pada layar laptopnya, lalu ia pergi dari sana dengan harapan agar ia bisa segera bertemu dengan gadis itu.