
Reyna terus menelusuri setiap sudut ruangan yang ada di Apartemen milik Evan. Namun ada dua ruangan yang tidak boleh di masuki oleh nya tanpa seizin dari pemilik Apartemen, siapa lagi kalau bukan Evan dan mungkin salah satunya adalah kamar pribadi Evan.
Ya, meskipun mereka tinggal satu atap tapi mereka tidak menempati kamar yang sama.
Reyna tidak banyak bertanya perihal ini karena ia sendiri sudah tahu alasannya kenapa.
Tapi Reyna begitu penasaran, sebenarnya apa yang ada di dalam ruangan itu sampai-sampai ia tidak di perbolehkan masuk.
"Sesuatu yang di larang memang selalu membuat penasaran, tapi berisiko juga kalau di langgar." Ucap Reyna sambil memegang handle pintu "Pintunya pun tidak di kunci."
Berhubung Evan tidak ada di sana, Reyna berinisiatif untuk melihat ke dalam ruangan itu sebentar saja, ya sekedar menghilangkan rasa penasaran nya.
Reyna melihat ke sekeliling nya, siapa tahu Evan memasang CCTV hanya untuk mengawasinya. "Ah bodo amat lah, paling dia marah atau paling tidak aku di usir dari sini."
Reyna kembali memegang handle pintu dan perlahan-lahan membukanya.
"Tidak ada yang aneh." Ucap Reyna saat melihat isi ruangan tersebut, karena memang ruangan itu terlihat seperti kamar pada umum nya.
Reyna hendak menutup pintu dan pergi dari sana, ia sebenarnya takut jika Evan datang dan mengetahui bahwa ia telah berani memasuki kamar pribadinya.
Sebelum benar-benar menutup pintu dengan rapat Reyna kembali melihat sekeliling kamar Evan, dan seketika ia melihat foto seorang wanita cantik berambut hitam panjang yang tengah tersenyum manis dengan lesung di kedua pipinya. Reyna sangat yakin foto itu adalah foto Hana, kekasih Evan yang sudah meninggal dan seseorang yang selalu membuat ia penasaran.
__ADS_1
Dengan memberanikan diri Reyna akhirnya memasuki kamar Evan meskipun sebelumnya ia sudah di peringatkan oleh Roy, namun tetap saja ia masuk ke dalam tanpa memikirkan kemarahan Evan nanti nya.
Reyna berjalan mendekati foto itu lalu memegang dan melihatnya dari dekat "Cantik" satu kata yang lolos dari bibirnya, menggambarkan bahwa orang yang berada di dalam foto itu memang lah cantik dan terlihat sederhana.
Reyna kemudian mengedarkan pandangannya, ternyata bukan hanya foto yang ia pegang saja, ia pun melihat ada beberapa foto Hana yang terpajang di sana, dan bukan hanya itu ia melihat foto Hana yang sedang tertawa bersama Evan.
"Mereka terlihat sangat bahagia."
Reyna pun menaruh lagi figura yang ia pegang, namun belum sempat tersimpan pada tempatnya, Reyna kembali melihat foto itu dengan seksama.
"Gelang itu?"
Reyna memeriksa foto itu sekali lagi, ingin memastikan perbedaan antara gelang miliknya dengan gelang yang di pakai Hana di dalam foto, tetapi ia tidak menemukannya.
.
.
Di saat yang bersamaan, Evan ternyata sudah berada di Apartemen. Hari ini dia pulang lebih awal dari biasanya.
Wajahnya terlihat sangat lelah, pasalnya setelah menemui investor tadi siang, Evan di suguhkan dengan beberapa karyawan yang mogok kerja karena menolak kebijakan yang baru saja di terapkan.
__ADS_1
Evan tidak tinggal diam, ia mencari cara agar para karyawan nya mau kembali bekerja dengan kebijakan yang baru tentu nya. Dan dalam waktu yang singkat Evan mampu menyelesaikan semua permasalahan yang terjadi di perusahaan nya.
Evan sengaja pulang lebih cepat, ia ingin mengistirahatkan tubuhnya dari rasa lelah karena hari ini tenaganya benar-benar terkuras habis.
Evan membuka dasinya dan melemparnya ke sembarang arah, membuka kancing kemejanya hingga memperlihatkan sebagian dada nya, ia pun membuka kancing kemeja di bagian lengan dan menggulungnya sampai siku. Evan menghempaskan tubuhnya di kursi dan memejamkan matanya, namun itu tak berselang lama, rasa haus membuat ia harus beranjak dan pergi ke dapur untuk mengambil minum.
Belum sampai ke dapur Evan di buat heran dengan pintu kamarnya yang terbuka, dan di detik berikutnya Evan menghela napas dengan kasar setelah sadar bahwa sekarang ia tidak tinggal sendiri.
Evan menebak jika Reyna ada di dalam kamarnya, karena tadi ia menyuruh Roy untuk mengantar Reyna ke Apartemennya.
Evan mendekati kamarnya, dan ingin memastikan dugaan nya tidak salah. Dan benar saja sesuai dugaannya, ia melihat Reyna sedang berada di dalam kamarnya sambil memegang foto kekasihnya.
"Sedang apa kau di sini?" ucap nya
Reyna yang sedang melamun terlonjak kaget ketika mendengar suara seseorang sampai-sampai ia menjatuhkan benda yang sedang di pegangnya.
Praaank!!
Reyna memejamkan matanya ketika ia tidak sengaja menjatuhkan figura yang berisikan foto Hana, dan ia pun di buat kaget lagi ketika ia melihat ke belakang.
"E..Evan."
__ADS_1