
"Hallo, Re. Aku lihat mantan kekasihmu sedang bersama Rizal. Mereka ada di sebuah klub malam," adu Nicky dari seberang telepon.
Rere pun meminta lelaki itu untuk membututi mereka agar bisa melihat di mana tempat Rizal menyekap Zifana. Nicky tidak sekalipun menolak perintah Rere. Apa pun akan dilakukan oleh lelaki itu demi Rere. Ya, wanita yang ia suka sejak lama, tetapi tidak pernah bisa digapai karena Nicky tahu kalau Rere sangat mencintai Jason.
Setelah mematikan panggilan tersebut, Nicky dengan sabar menunggu dari dalam mobil sampai kedua orang itu keluar. Bahkan, tanpa sadar Nicky sampai ketiduran.
Ketika terbangun, lelaki itu sampai terkaget karena mengira orang yang diikuti sudah pergi. Namun, ketika hendak memastikan ke dalam, Nicky mengurungkan niatnya saat melihat Rizal dan Andre baru saja keluar dari klub malam tersebut.
Beruntung, kedua orang itu tidak mengetahui Nicky. Jika Rizal tidak kenal dengannya, sedangkan Andre yang mengenalnya tidak mengetahui kalau Nicky sedang berada di Indonesia.
Mobil Nicky melaju dengan dengan kecepatan sedang. Mengikuti mobil yang dikemudikan oleh Rizal. Ketika melihat mobil itu hendak berhenti, Nicky pun segera menghentikan mobilnya berjarak cukup jauh agar tidak membuat curiga.
Nicky pun berjalan kaki untuk melihat lebih jelas. Ketika memastikan kedua orang itu sudah masuk, Nicky pun kembali ke mobil dan mengabari Rere di mana tempat persembunyian Rizal.
"Ternyata semua semudah ini," gumam Nicky. Ia pikir, lawannya adalah orang yang cerdik dan sudah dikalahkan. Namun, ternyata ini sangatlah mudah untuknya.
__ADS_1
***
"Kenapa, Re? Kau mau apa? Jangan membuatku semakin pusing karena sekarang ini aku masih memikirkan Zifana." Jason mendes*h kasar ketika Rere memaksa masuk ke ruangannya.
"Justru ini tentang Zifana, Son. Aku sepertinya tahu di mana Rizal menyekap Zifana," ucap wanita itu. Membuat Jason menatapnya dengan begitu menuntut.
"Kau jangan bercanda! Ini bukan saatnya ngelawak, Re." Jason masih belum percaya.
Secara kasar Rere menghempaskan tubuhnya di sofa lalu bersedekap erat. "Terserah kau mau percaya atau tidak, tapi ucapanku memang benar, Son. Kau boleh mengataiku sebagai pembohong setelah kita datang ke tempat itu dan memang tidak ada Zifana di sana."
"Kau ...."
Dengan terpaksa dan belum sepenuhnya percaya, Jason pun mengikuti langkah Rere. Entah wanita itu akan membawa ke mana dan ia akan memberi perhitungan jika Rere ternyata berbohong padanya.
Rere mengajak masuk ke mobil yang sudah dikemudikan oleh Nicky. Awalnya Jason merasa heran dan asing karena baru pertama kali bertemu dengan Nicky. Namun, ia tidak akan peduli untuk hal itu karena baginya sekarang adalah ia bisa menemukan di mana Zifana berada. Dalam hati kecilnya berharap semoga saja apa yang dikatakan oleh Rere adalah sebuah kebenaran.
__ADS_1
Selama dalam perjalanan hanya keheningan yang tercipta juga debaran jantung yang kian cepat ketika mobil tersebut hampir sampai di tempat. Ketika mobil itu benar-benar berhenti, mereka bertiga pun segera turun dari mobil bersamaan dengan Joshua yang juga baru tiba bersama dengan anggota polisi.
"Kau yakin ini tempatnya, Re?" tanya Joshua saat melihat rumah tersebut sangatlah sepi. Seperti tidak berpenghuni.
"Ya, aku melihat mereka berdua masuk ke sini." Nicky yang menjawab.
Mereka pun bergegas masuk. Awalnya mereka mengetuk pintu sampai beberapa kali. Namun, tidak ada sahutan sama sekali. Akhirnya, Joshua dan Jason terpaksa mendobrak pintu tersebut.
Masing-masing berpencar untuk mencari keberadaan Zifana maupun Rizal. Bahkan, sampai ke lantai atas tidak ada satu pun tanda keberadaan mereka.
"Kau jangan berbohong, Re! Lihatlah. Tidak ada siapa pun di sini!" bentak Jason geram.
Ia merasa telah dibohongi oleh Rere.
"Jangan kau membentak Rere. Bukan dia yang salah! Tapi aku yang sudah memberi informasi padanya. Jadi, kalau kau mau marah maka marahlah padaku!" Nicky tidak terima.
__ADS_1
Jason tersenyum sinis. "Kau sangat membela Rere. Memangnya kau siapa? Kau suka pada Rere?"
Nicky terdiam karena lidahnya mendadak kelu. Seandainya bisa, ia ingin berteriak dengan lantang kalau dia mencintai Rere. Namun, sekali lagi ia tersadar bahwa ia hanyalah seorang pecundang.